Sengkang, allnatsar.id – Universitas Islam As’adiyah (UNISAD) Sengkang akan menggelar kegiatan Kuliah Tamu dengan mengangkat tema “Ekonomi Hijau: Ketahanan Ekologi melalui Hutan Wakaf dan Tanaman Pangan Lokal”, Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula 2 Lantai 3 UNISAD Sengkang. Kuliah tamu ini menjadi ruang akademik untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya pengembangan ekonomi hijau yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan potensi pangan lokal.
Kegiatan ini di buka secara langsung Oleh Dekan Fakultas Syariah Universitas Islam As’adiyah Sengkang, serta dihadiri oleh sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi.
Adapun narasumber dalam kuliah tamu ini, yakni Dr. Sirajuddin, S.E.I., Muhammad Nasri Karman, S.E., M.Ak., A. Syahtir Sofyan, S.E.I., M.E., dan Dr. Syamsul Alam, S.K.M., M.Kes. Kuliah tamu ini juga melibatkan Dr. Hasriadi, S.E., M.M., M.Pd., Ketua Prodi Hukum Ekonomi Syariah, serta Dr. M. Iqbal Nasir, Lc., M.Ag., Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UNISAD.
Tema yang diusung menyoroti keterkaitan antara ekonomi hijau, pelestarian ekosistem, hutan wakaf, dan pengembangan tanaman pangan lokal. Hutan wakaf merupakan salah satu pendekatan pemanfaatan aset wakaf yang dapat diarahkan untuk mendukung konservasi lingkungan sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.
Di sisi lain, pengembangan tanaman pangan lokal memiliki potensi untuk memperkuat ketahanan pangan, menjaga keanekaragaman hayati, serta mendukung perekonomian masyarakat berbasis sumber daya daerah.
Melalui forum akademik ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai integrasi prinsip ekonomi Islam dengan pembangunan berkelanjutan.
Pembahasan mengenai hutan wakaf dan pangan lokal juga relevan dalam mendorong lahirnya gagasan inovatif yang mampu menjawab tantangan lingkungan dan ekonomi di masa mendatang.
Kuliah tamu ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tradisi akademik dan memperluas perspektif mahasiswa terhadap isu-isu strategis, khususnya ekonomi hijau dan ketahanan ekologi.







