Terima Kunjungan Petinggi Pertamina, Appi Usul Disusun Klaster di SPBU untuk Atasi Antrean Solar

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Sulawesi Deny Sukendar

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Sulawesi Deny Sukendar

Makassar, allnatsar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin kembali duduk bersama jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk membahas langkah taktis mengatasi antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Khususnya jenis solar, yang masih terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Pembahasan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Rabu (23/9/2026), dipimpin Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi bersama Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Sulawesi Deny Sukendar.

Munafri mengatakan, kondisi antrean BBM di Makassar saat ini secara umum sudah jauh lebih baik.

Namun, masih terdapat sejumlah titik yang membutuhkan pengaturan lebih detail, khususnya SPBU yang melayani kendaraan besar seperti truk dan bus.

“Kondisi hari ini di Makassar sudah alhamdulillah baik. Tapi masih ada beberapa hal yang harus kita atur lebih detail menyangkut masalah antrean pengisian bahan bakar solar,” kata Munafri.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar, untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap berjalan, namun tidak menimbulkan antrean yang mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.

Menurutnya, salah satu solusi yang dibahas bersama Pertamina adalah membangun klaster atau pengaturan jam operasional pengisian solar bagi kendaraan besar.

Pengaturan tersebut dinilai penting untuk mencegah antrean kendaraan berat terjadi pada jam-jam sibuk, terutama di SPBU yang berada di dalam kota atau memiliki akses jalan terbatas.

“Kita berharap ada klaster yang dibangun untuk proses pengisian yang semaksimal mungkin tidak mengganggu pengguna jalan yang lain,” ujarnya.

Baca Juga :  Walikota Munafri Arifuddin Pimpin Rakor Matangkan Rangkaian Kegiatan HUT ke-418 Kota Makassar

Munafri menyebut, pengaturan waktu khusus dapat diterapkan bagi kendaraan besar, terutama truk dan bus, sehingga kendaraan tersebut tidak mengantre pada waktu dan lokasi yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

“Dari pihak Pertamina mengusulkan ada klaster yang kita bangun atau dibuat untuk memastikan ada jam-jam operasional dalam pengisian bahan bakar solar, terutama dengan kendaraan besar, truk maupun bus,” jelasnya.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut bukan untuk membatasi akses masyarakat terhadap BBM, melainkan mengatur pola pelayanan agar aktivitas pengisian tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Jadi, saya berharap dengan adanya klaster atau dengan adanya pembagian jam ini, masyarakat tidak terganggu,” tuturnya.

“Kita mau aktivitas masyarakat tidak terganggu terutama di jam-jam sibuk dan tempat-tempat yang menurut saya bisa menjadi sumber kemacetan ketika antrean itu panjang,” sambung Appi.

Adapun lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Tentara Pelajar yang berada di sekitar akses keluar tol.

Menurut Munafri, karakteristik lokasi tersebut membutuhkan perlakuan khusus agar antrean kendaraan berat tidak meluber dan mengganggu arus lalu lintas.

Hal serupa juga menjadi perhatian di kawasan Jalan Pengayoman. Munafri meminta agar SPBU yang berada di kawasan dengan akses jalan relatif terbatas tidak menjadi titik penumpukan kendaraan besar.

“Silakan truk mau isi di situ, tapi tidak boleh ada antrean, tidak boleh menunggu. Kalau mau isi, kita kasih waktu agak malam. Ada, jam khusus,” saran Ketua IKA FH Unhas itu.

Baca Juga :  Pimpin Rakor CSR: Bupati Jeneponto Tekankan Program Tepat Sasaran untuk Masyarakat

Selain pengaturan terhadap kendaraan besar, Munafri meminta agar kendaraan yang berkaitan dengan pelayanan publik mendapatkan akses khusus dalam pengisian BBM.

Kendaraan seperti ambulans, mobil pemadam kebakaran, kendaraan pengangkut sampah dan kendaraan ambulans serta pelayanan publik lainnya, kata dia, harus mendapatkan pengecualian agar operasional pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Beberapa kendaraan harus diberikan pengecualian yang tetap bisa beroperasi seperti ambulans, pemadam, mobil truk sampah. Ini harus diberikan akses prioritas langsung untuk pengisian,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Munafri menekankan bahwa evaluasi kebijakan tetap perlu dilakukan berdasarkan kondisi faktual di lapangan agar pengaturan BBM tidak justru menghambat aktivitas masyarakat.

Pemerintah Kota Makassar bersama Pertamina selanjutnya akan menindaklanjuti hasil pembahasan tersebut melalui pengaturan teknis di sejumlah SPBU yang dinilai membutuhkan perlakuan khusus.

Munafri berharap koordinasi lintas sektor ini mampu memastikan distribusi BBM bersubsidi tetap berjalan dengan baik sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas dan aktivitas ekonomi masyarakat Kota Makassar.

“Persoalan ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu kita harus duduk bersama-sama mencari solusi terbaik,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Makassar Fatur Rahim, Kepala Dinas Perhubungan Makassar, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepala Dinas Perdagangan Makassar, serta jajaran terkait lainnya.

Berita Terkait

Bupati Jeneponto Hadiri Soft Launching Penerapan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal Tahun 2026
Gandeng Dishub dan Polisi, Perumda Parkir Tata Ulang Parkiran Mall Ratu Indah
Perumda Parkir Sterilkan Jalan Mawas Pascainsiden Penikaman
Appi Terima Dua Penghargaan dari Kemendagri, Bedah Rumah TLH dan Layanan Pendidikan di Pulau
Rapat Forkopimda Bahas Kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg, Pemkab Jeneponto Ambil Langkah Penanganan
Respons Kelangkaan LPG 3 Kg di Makassar, Munafri Minta Pertamina Tambah Pasokan dan Perketat Pengawasan
Dalam Rakor BBM Bersama Gubernur dan Pertamina, Appi Minta Kebijakan BBM Berpihak Mobilitas Pengemudi Ojol
Usai Bertamu Appi, Pertamina Janji Tingkatkan Pelayanan SPBU dan Urai Antrean Lewat Buffer Zone 24 Jam
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:30 WIB

Terima Kunjungan Petinggi Pertamina, Appi Usul Disusun Klaster di SPBU untuk Atasi Antrean Solar

Selasa, 22 September 2026 - 13:28 WIB

Bupati Jeneponto Hadiri Soft Launching Penerapan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal Tahun 2026

Senin, 21 September 2026 - 15:36 WIB

Gandeng Dishub dan Polisi, Perumda Parkir Tata Ulang Parkiran Mall Ratu Indah

Minggu, 20 September 2026 - 03:38 WIB

Perumda Parkir Sterilkan Jalan Mawas Pascainsiden Penikaman

Sabtu, 19 September 2026 - 05:51 WIB

Appi Terima Dua Penghargaan dari Kemendagri, Bedah Rumah TLH dan Layanan Pendidikan di Pulau

Berita Terbaru