Urban Farming Berbasis Warga, Pemkot Makassar dan UIM Kembangkan Jamur Tiram Putih

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor UIM Al-Gazali, Prof. Dr. Muammar Bakry dan rombongan bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin

Rektor UIM Al-Gazali, Prof. Dr. Muammar Bakry dan rombongan bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin

Makassar, allnatsar.id — Pemerintah Kota Makassar, bersama Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali menggagas program pengembangan budidaya jamur tiram putih sebagai bagian dari penguatan program urban farming atau pertanian perkotaan.

Kolaborasi itu mengemuka saat Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerima jajaran Fakultas Pertanian UIM Al-Gazali dalam pertemuan terkait pengembangan urban farming berbasis jamur pangan di Kota Makassar. Pertemuan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, Selasa (29/9/2026).

Rektor UIM Al-Gazali, Prof. Dr. Muammar Bakry mengatakan, UIM siap berkolaborasi dengan Pemkot Makassar untuk memberikan pelatihan budidaya jamur kepada kelompok tani maupun kelompok wanita tani.

“Kami akan bekerja sama dengan Pemkot Makassar untuk memberikan pelatihan budidaya jamur kepada kelompok tani dan kelompok wanita tani,” ujarnya.

Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk mendukung ketahanan pangan di tengah kawasan perkotaan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha produktif berbasis lingkungan tempat tinggal.

Menurutnya, pengembangan budidaya jamur dapat dilakukan dengan pendekatan teknologi tepat guna sehingga memungkinkan masyarakat mengembangkan usaha produktif meski berada di wilayah perkotaan.

“Kami akan mengembangkan program pelatihan berbasis teknologi tepat guna, seperti bekerja sama dengan komunitas lokal,” jelasnya.

Baca Juga :  Munafri Resmikan Gerakan Lingkungan Terpadu: Urban Farming, Maggot, dan Bank Sampah

Prof. Muammar mengatakan, pengembangan jamur pangan sejalan dengan arah kebijakan Pemkot Makassar yang mendorong penguatan urban farming.

UIM, kata dia, telah memiliki pengalaman dalam pengembangan tanaman budidaya jamur sehingga tinggal diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.

“Pak Wali punya program prioritas menjadikan Makassar sebagai urban farming. Di kampus kami ada budidaya jamur. Ini sangat pas untuk mengembangkan sektor pertanian berbasis kota,” katanya.

Ia menjelaskan, UIM nantinya dapat membantu menyiapkan bibit sekaligus memberikan pendampingan teknis kepada masyarakat. Budidaya tersebut diharapkan dapat dikembangkan dalam skala komunitas, bahkan berbasis RT dan RW.

“Kami siapkan bibit dan segala macamnya, lalu kemudian masyarakat bisa mengembangkan dan memproduksi jamur itu berbasis RT atau RW,” jelasnya.

Muammar menambahkan, budidaya jamur sebenarnya telah dikembangkan UIM sejak beberapa waktu lalu.

Namun, kolaborasi dengan Pemkot Makassar diharapkan membuat program tersebut dapat dikembangkan secara lebih luas dan terarah.

“Sudah lama dikembangkan, tinggal bagaimana kita seriuskan dengan kebijakan Pak Wali. Saya kira ini bisa lebih masif lagi,” tuturnya.

Ia menyebut, UIM juga telah melakukan kerja sama dengan jajaran Pemkot Makassar untuk melibatkan kelompok wanita tani dalam pembinaan budidaya jamur.

Baca Juga :  Ketua Umum TIDAR Sulsel Apresiasi Diplomasi Strategis Indonesia-Prancis: Momentum Emas Bagi Generasi Muda

Sebagian masyarakat bahkan telah mulai mencoba budidaya tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ke depan, pengembangan diarahkan agar produksi dapat ditingkatkan sehingga memiliki nilai ekonomi dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.

“Beberapa hari yang lalu kami sudah melakukan kerja sama dengan Ibu Kadis, melibatkan wanita tani Makassar,” tuturnya.

“Kami lakukan pembinaan dan sudah ada yang mencoba untuk kebutuhan rumah tangga. Tinggal bagaimana bisa kita hasilkan lebih banyak lagi karena kebutuhan pasar sangat mendesak,” lanjutanya.

Ditambahkan, jenis jamur yang dikembangkan dalam program tersebut adalah jamur tiram putih.

Budidaya jamur tiram putih dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan di lingkungan perkotaan karena dapat dilakukan pada ruang terbatas dengan dukungan teknologi dan pendampingan yang tepat.

Pemkot Makassar dan UIM selanjutnya akan membahas aspek teknis program, termasuk penyediaan bibit, sarana budidaya, pelatihan, pendampingan kelompok masyarakat hingga pengembangan produksi.

“Kolaborasi ini, kita harapkan menjadi salah satu model pemberdayaan masyarakat yang menghubungkan sektor pendidikan, pemerintah, pertanian perkotaan, dan ekonomi produktif masyarakat,” tukasnya.

Berita Terkait

Sampah Jadi Pakan, Pemkot Makassar dan Unhas Bangun Ekosistem Maggot-Ayam Alope
Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA
Pemkot Makassar Perkuat Kolaborasi Sekolah dan Bank Sampah, Bangun Budaya Peduli Lingkungan
TPA Tamangapa Beda Jauh Dari Tahun Sebelumnya, Appi: Pengelolaan Sampah Harus Jadi Tanggung Jawab Bersama
Wali Kota Appi Pastikan Pembenahan TPA Berlanjut, Drainase hingga Kolam Lindi Dikebut
KLH Puji Progres Pembenahan TPA Tamangapa, Sebut Pemkot Makassar Selangkah Lagi Bebas Sanksi
Pemkot Makassar Perkuat Sarana Persampahan, Armada Ditambah dan Mesin Pengolah Sampah
Wali Kota Munafri Ultimatum ke Camat: Deadline Sepekan, Data Penerima Iuran Sampah Gratis Harus Valid
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:41 WIB

Urban Farming Berbasis Warga, Pemkot Makassar dan UIM Kembangkan Jamur Tiram Putih

Minggu, 27 September 2026 - 18:11 WIB

Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA

Senin, 21 September 2026 - 13:52 WIB

Pemkot Makassar Perkuat Kolaborasi Sekolah dan Bank Sampah, Bangun Budaya Peduli Lingkungan

Rabu, 16 September 2026 - 15:48 WIB

TPA Tamangapa Beda Jauh Dari Tahun Sebelumnya, Appi: Pengelolaan Sampah Harus Jadi Tanggung Jawab Bersama

Kamis, 3 September 2026 - 08:05 WIB

Wali Kota Appi Pastikan Pembenahan TPA Berlanjut, Drainase hingga Kolam Lindi Dikebut

Berita Terbaru

Muh. Khaidir Mu'tashim Ketua Umum DPP KEPMI Bone Terpilih Periode 2026-2028

Education

Membaca Ulang Pangadereng di Tengah Perubahan Zaman

Selasa, 29 Sep 2026 - 22:58 WIB