Buka Rakernas GWS II di Makassar, Appi: Urban Farming Bisa Jadi Solusi Swasembada Pangan

- Jurnalis

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin pada Rakernas II Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Sulawesi Selatan

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin pada Rakernas II Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Sulawesi Selatan

Makassar, allnatsar.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin berharap Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) tidak menjadikan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II sekadar agenda seremonial, tetapi mampu melahirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Munafri saat memberikan sambutan pada Rakernas II Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Sulawesi Selatan yang digelar DPW GWS Provinsi Sulsel di Ruang Sipakatau, Kantor Wali Kota Makassar, Senin (5/10/2026) malam.

“Atas nama Pemerintah Kota Makasar saya mengapresiasi GWS yang memilih Kota Makassar sebagai lokasi pelaksanaan Rakernas,” ucap Appi.

Rakernas II GWS Sulsel diharapkan menjadi ruang konsolidasi sekaligus penyusunan program kerja yang mampu memperkuat pemberdayaan perempuan dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan.

Khususnya dalam isu ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, perhatian GWS terhadap isu swasembada dan ketahanan pangan menjadi hal penting dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam memastikan pemenuhan gizi generasi mendatang.

“Organisasi GWS ini menjadi satu bagian dari kekuatan perempuan yang berpikir tentang seperti apa itu swasembada. Ini yang menurut saya menjadi sangat menarik,” ujar Munafri.

Baca Juga :  Aliyah Mustika Ilham Tanggapi Langsung Keluhan PPDB Warga Prasejahtera, Pendidikan Untuk Semua.

Ia mengatakan, swasembada pangan merupakan salah satu elemen penting dalam membangun ketahanan dan karakter bangsa.

Menurutnya, keberhasilan menjaga ketersediaan bahan pangan harus diikuti dengan kemampuan memastikan masyarakat mendapatkan asupan gizi yang cukup.

Dalam konteks tersebut, Munafri menilai ketahanan pangan tidak selalu harus dibangun melalui lahan pertanian berskala luas.

Kota, kata dia, juga memiliki peluang besar memanfaatkan lahan-lahan terbatas melalui konsep urban farming.

“Ketahanan pangan, tidak hanya harus melalui lahan yang luas, sawah yang terbentang dari ujung barat sampai ujung timur,” katanya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Appi itu menyebutkan, di Makassar digaungkan urban farming, dimana pemanfaatan lahan sempit melalui urban farming dapat menjadi bagian dari sistem yang membantu memastikan kebutuhan pangan sekaligus gizi rumah tangga tetap terpenuhi.

Karena itu, ia berharap gagasan dan program yang dibahas dalam Rakernas II GWS tidak berhenti pada forum organisasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi gerakan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

“Harapan kami adalah kegiatan rapat kerja akan menghasilkan rancangan-rancangan kegiatan yang mampu memberikan dampak langsung nyata kepada masyarakat,” harapnya.

Baca Juga :  Pimpinan PT. Pegadaian Wilayah Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, dan Maluku Berkunjung Ke FEBI UIN Alauddin Makassar

Selaku Wali Kota, ia menilai, fokus GWS terhadap isu swasembada menjadi modal penting untuk memperkuat peran organisasi perempuan dalam pembangunan.

Ia menambahkan, keberagaman budaya sekaligus penghormatan terhadap adat istiadat merupakan bagian penting dalam menjaga Makassar sebagai kota yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun tamu yang datang.

“Kota Makassar ini adalah tempat asimilasi dari bagaimana kita membangun budaya secara bersama,” tuturnya.

Di penghujung sambutannya, Munafri pun mencairkan suasana dengan candaan khas Makassar. Ia mengingatkan para peserta Rakernas agar tidak terlalu lama berada di Kota Makassar karena banyak godaan kuliner yang sulit ditolak.

“Jangan lupa di Kota Makassar ini aturannya tidak boleh diet. Karena makanannya enak-enak, Bu Ketua,” kelakarnya.

Bahkan, Munafri menyebut ada dua peraturan yang perlu diingat para peserta selama berada di Makassar.

“Ada dua peraturan yang sangat penting, yang pertama dilarang diet, yang kedua tidak boleh tinggal kalau cuma satu hari,” ujarnya disambut tawa emak-emak.

Berita Terkait

Urai Kemacetan, Sekda Makassar Kaji Rencana Perumda Parkir Bangun SRP dan Gedung Parkir Terintegrasi
Membaca Ulang Pangadereng di Tengah Perubahan Zaman
Bupati Jeneponto Hadiri Penandatanganan Kerja Sama Desa Binaan Imigrasi
Momentum HUT ke-48 Kota Palu, Wim Amri Ajak Seluruh Elemen Mewujudkan “Kota Palu Bergerak dalam Aksi”
Cegah Parkir Liar, Kecamatan Mamajang Bersama Tripika Perketat Pengawasan di Jalan Mawas
Penataan Parkir Makassar Diperketat, Rekrutmen Jukir Wajib Ikuti SOP
Bupati Jeneponto Hadiri Coffee Morning, Perkuat Koordinasi Perangkat Daerah
Usai Bertamu Appi, Pertamina Janji Tingkatkan Pelayanan SPBU dan Urai Antrean Lewat Buffer Zone 24 Jam
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Buka Rakernas GWS II di Makassar, Appi: Urban Farming Bisa Jadi Solusi Swasembada Pangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Urai Kemacetan, Sekda Makassar Kaji Rencana Perumda Parkir Bangun SRP dan Gedung Parkir Terintegrasi

Selasa, 29 September 2026 - 22:58 WIB

Membaca Ulang Pangadereng di Tengah Perubahan Zaman

Selasa, 29 September 2026 - 11:09 WIB

Bupati Jeneponto Hadiri Penandatanganan Kerja Sama Desa Binaan Imigrasi

Minggu, 27 September 2026 - 19:28 WIB

Momentum HUT ke-48 Kota Palu, Wim Amri Ajak Seluruh Elemen Mewujudkan “Kota Palu Bergerak dalam Aksi”

Berita Terbaru