Wali Kota Makassar Dorong IMM Berdaya Lewat Urban Farming Lorong hingga Pengelolaan Sampah

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin

Makassar, allnatsar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat melalui program konkret berbasis kebutuhan lokal, seperti urban farming hingga pengelolaan sampah.

Arahan tersebut disampaikan Munafri saat membuka Darul Arqam Madya (DAM) Pelatihan Instruktur Dasar (PID) Pengurus Cabang (PC) IMM Kota Makassar di Pusdiklat Unismuh Makassar, Minggu (29/03/2026).

Munafri menekankan, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori kepemimpinan di ruang kelas, tetapi harus mampu membaca peluang dan mengimplementasikannya langsung di tengah masyarakat.

Salah satu peluang yang ia contohkan adalah tingginya kebutuhan pangan, khususnya telur dan ayam di Kota Makassar, yang dapat dijawab melalui program urban farming berbasis lorong.

Mahasiswa harus menjadi motor penggerak. Caranya bagaimana? Lihat peluang. Hari ini harga telur di Makassar tinggi sekali, ini peluang besar yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Ia bahkan menantang kader IMM untuk membina minimal dua lorong sebagai percontohan, dengan program “satu lorong satu kandang” yang terintegrasi dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa Turun Langsung di Aksi Jumat Bersih Sekitar Pantai Losari

Pemerintah Kota Makassar, kata wali kota yang akrab disapa Appi ini, siap memberikan dukungan infrastruktur serta pendampingan melalui dinas terkait.

“Kalau satu lorong saja kita bisa gerakkan, membuat satu kandang ayam, ini bisa jadi percontohan bahwa anak muda mampu memberi dampak langsung ke masyarakat,” tegasnya.

Selain sektor peternakan, Appi juga mendorong pengembangan budidaya ikan dengan metode sederhana seperti penggunaan drum atau wadah terbatas yang mudah diterapkan di wilayah perkotaan.

Appi menggaris bawahi bahwa keterbatasan lahan tidak boleh menjadi hambatan untuk berinovasi, melainkan peluang untuk menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat urban.

“Sekarang orang tidak harus punya empang luas. Pakai drum, pakai wadah sederhana, itu sudah bisa. Tinggal bagaimana kita melihat pasarnya yang sebenarnya sangat terbuka,” tambahnya.

Lebih jauh, Appi menjelaskan isu strategis ekoteologi dan pengelolaan sampah sebagai tantangan utama Kota Makassar. Ia mengungkapkan komitmen pemerintah untuk mentransformasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dari sistem open dumping menjadi sanitary landfill.

Baca Juga :  Buka Diklat Damkarmat, Wali Kota Munafri Dorong SDM Damkar Kian Tangguh dan Humanis

Serta mengembangkan proyek waste to energy sebagai bagian dari solusi jangka panjang terhadap produksi sampah yang mencapai lebih dari 1.000 ton per hari.

“Kita akan ubah sistem TPA dari open dumping menjadi sanitary landfill, lalu kita dorong ke tahap berikutnya, waste to energy, bagaimana sampah bisa jadi listrik,” jelasnya.

Ia menegaskan, persoalan kebersihan harus menjadi kesadaran kolektif, karena menjadi fondasi utama pembangunan kota. Menurutnya, kota yang bersih akan membuka peluang investasi, sementara lingkungan yang kotor justru memicu berbagai persoalan kesehatan dan infrastruktur.

Appi menegaskan Pemerintah Kota Makassar membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya antara pemuda IMM dalam menjalankan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Ia berharap setelah proses pengkaderan, para kader IMM dapat mengambil langkah awal untuk menciptakan sebuah gerakan pemberdayaan.

“Pikir dulu kegiatannya, pastikan bisa jalan. Lalu mulai saja dulu, karena yang tersulit adalah memulai,” tutupnya.

Berita Terkait

Masuk Proyek Strategis 2026: Pemkot Makassar Benahi Jalan dan Pedestrian di TPA Antang Rp23 Miliar
Hari Peduli Sampah: Kelurahan Bangkala Menyelenggarakan Bazar dan Talk Show
Munafri: Kami Dengarkan Aspirasi Warga, PLTSa di TPA Antang Tak Ada Ongkos Tambahan
Pemkot Makassar Tegaskan PSEL Tunggu Kajian yang Matang dan Jaminan Lingkungan
Kurangi Sampah ke TPA, KLH Apresiasi Aktivasi Bank Sampah dan TPS 3R di Makassar
Wali Kota Makassar Paparkan Strategi Hadapi Banjir, Air Bersih, dan Sanitasi di Hadapan WRI–RISE Indonesia
Air Tercemar dan Bau Menyengat, Lindi TPA Tamangapa Jadi Ancaman Kesehatan Warga Makassar
Bertemu Wali Kota Munafri, Bupati Sigi Siap Replikasi Pengelolaan Sampah di Makasssr Dari Hulu ke Hilir
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:50 WIB

Wali Kota Makassar Dorong IMM Berdaya Lewat Urban Farming Lorong hingga Pengelolaan Sampah

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:39 WIB

Masuk Proyek Strategis 2026: Pemkot Makassar Benahi Jalan dan Pedestrian di TPA Antang Rp23 Miliar

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:57 WIB

Hari Peduli Sampah: Kelurahan Bangkala Menyelenggarakan Bazar dan Talk Show

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:28 WIB

Munafri: Kami Dengarkan Aspirasi Warga, PLTSa di TPA Antang Tak Ada Ongkos Tambahan

Kamis, 29 Januari 2026 - 20:54 WIB

Pemkot Makassar Tegaskan PSEL Tunggu Kajian yang Matang dan Jaminan Lingkungan

Berita Terbaru