Kemdiktisaintek Umumkan Penerima Pendanaan Riset 2026, Anggaran Capai Rp1,7 Triliun

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, allnatsar.id — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) resmi mengumumkan penerima Program Pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun 2026, Jumat (10/4/2026). Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat peran riset sebagai pilar utama pembangunan Nasional.

Pada tahun 2026, total anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp1,7 triliun. Dari total 104.546 proposal yang masuk dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, sebanyak 18.215 proposal dinyatakan lolos dan memperoleh pendanaan, dengan tingkat keberhasilan sebesar 17,4 persen.

Sebaran penerima pendanaan tersebut mencakup berbagai jenis perguruan tinggi, yakni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebesar 3,486 persen, Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) sebesar 3,787 persen, serta Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang mendominasi dengan 10,723 persen.

Baca Juga :  Ketua Umum TIDAR Sulsel Apresiasi Diplomasi Strategis Indonesia-Prancis: Momentum Emas Bagi Generasi Muda

Adapun fokus bidang riset yang didanai meliputi sektor-sektor strategis Nasional, antara lain pangan, hilirisasi dan industrialisasi, manufaktur dan material maju, digitalisasi, maritim, pertahanan, energi, serta kesehatan. Fokus ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat kemandirian bangsa melalui inovasi berbasis sains dan teknologi.

Kemdiktisaintek menegaskan bahwa kebijakan pendanaan riset tahun 2026 tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan solusi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan dunia industri.

Baca Juga :  DPPKB Kota Makassar Ikut Bimtek Evaluasi Reformasi Birokrasi Pemkot

Melalui semangat “Diktisaintek Berdampak: dari sains dan teknologi menuju solusi nyata”, program ini mendorong agar hasil riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, melainkan dapat dihilirisasi menjadi produk dan inovasi yang bernilai guna.

Kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha juga menjadi kunci utama dalam memastikan keberhasilan hilirisasi riset. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan hasil penelitian secara luas, sekaligus meningkatkan daya saing dan kemandirian nasional.

Dengan dukungan pendanaan yang signifikan serta arah kebijakan yang jelas, Kemdiktisaintek optimistis bahwa ekosistem riset dan inovasi di Indonesia akan semakin kuat dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

Berita Terkait

12.400 Peserta MHM 2026 Dongkrak Ekonomi Kota, Hotel hingga UMKM Diprediksi Panen
Wali Kota Appi Bawa Makassar Raih Penghargaan Pendidikan Nasional, Perhatian Anak Putus Sekolah dan Pendidikan di Kepulauan
Fokus Green Economi: Tim Peneliti MoRA The AIR Funds UIN Alauddin Makassar Gelar FGD Wakaf Hutan di Kabupaten Wajo
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar Laksanakan Penanaman Bibit di Hutan Wakaf Kabupaten Wajo
Suara Emak-Emak Menggema, Warga Tamalanrea Tolak PSEL di Lingkungan Mereka
MTs Muhammadiyah Tallo Gelar Tasyakuran dan Pelepasan Siswa 2025–2026, Penuh Haru dan Kebanggaan
Panitia Tasyakuran dan Pelepasan Siswa MTs Muhammadiyah Tallo Tampilkan Persiapan Maksimal dan Penuh Kekompakan
Disdik Makassar Hadirkan SPMB Lebih Transparan, Monitoring Real Time Diperkuat
Berita ini 107 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 01:40 WIB

12.400 Peserta MHM 2026 Dongkrak Ekonomi Kota, Hotel hingga UMKM Diprediksi Panen

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:18 WIB

Wali Kota Appi Bawa Makassar Raih Penghargaan Pendidikan Nasional, Perhatian Anak Putus Sekolah dan Pendidikan di Kepulauan

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:20 WIB

Fokus Green Economi: Tim Peneliti MoRA The AIR Funds UIN Alauddin Makassar Gelar FGD Wakaf Hutan di Kabupaten Wajo

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:20 WIB

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar Laksanakan Penanaman Bibit di Hutan Wakaf Kabupaten Wajo

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:40 WIB

Suara Emak-Emak Menggema, Warga Tamalanrea Tolak PSEL di Lingkungan Mereka

Berita Terbaru