Jakarta, allnatsar.id — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) resmi mengumumkan penerima Program Pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun 2026, Jumat (10/4/2026). Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat peran riset sebagai pilar utama pembangunan Nasional.
Pada tahun 2026, total anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp1,7 triliun. Dari total 104.546 proposal yang masuk dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, sebanyak 18.215 proposal dinyatakan lolos dan memperoleh pendanaan, dengan tingkat keberhasilan sebesar 17,4 persen.
Sebaran penerima pendanaan tersebut mencakup berbagai jenis perguruan tinggi, yakni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebesar 3,486 persen, Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) sebesar 3,787 persen, serta Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang mendominasi dengan 10,723 persen.
Adapun fokus bidang riset yang didanai meliputi sektor-sektor strategis Nasional, antara lain pangan, hilirisasi dan industrialisasi, manufaktur dan material maju, digitalisasi, maritim, pertahanan, energi, serta kesehatan. Fokus ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat kemandirian bangsa melalui inovasi berbasis sains dan teknologi.
Kemdiktisaintek menegaskan bahwa kebijakan pendanaan riset tahun 2026 tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan solusi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan dunia industri.
Melalui semangat “Diktisaintek Berdampak: dari sains dan teknologi menuju solusi nyata”, program ini mendorong agar hasil riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, melainkan dapat dihilirisasi menjadi produk dan inovasi yang bernilai guna.
Kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha juga menjadi kunci utama dalam memastikan keberhasilan hilirisasi riset. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan hasil penelitian secara luas, sekaligus meningkatkan daya saing dan kemandirian nasional.
Dengan dukungan pendanaan yang signifikan serta arah kebijakan yang jelas, Kemdiktisaintek optimistis bahwa ekosistem riset dan inovasi di Indonesia akan semakin kuat dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.







