Jakarta, allnatsar.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri 48th ASEAN Summit and Related Meetings atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 yang berlangsung di Cebu pada 7–8 Mei 2026. Dalam agenda tersebut, Presiden didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Kehadiran Indonesia dalam forum tingkat tinggi kawasan Asia Tenggara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama regional di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu ketahanan energi dan dinamika geopolitik global.
Dalam rangkaian pertemuan KTT ASEAN ke-48, Presiden Prabowo bersama para kepala Negara anggota ASEAN membahas sejumlah agenda strategis kawasan, mulai dari penguatan stabilitas regional, integrasi ekonomi, ketahanan pangan dan energi, hingga pembangunan berkelanjutan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden dalam seluruh agenda yang berkaitan dengan sektor energi strategis. Salah satu isu utama yang menjadi perhatian bersama negara-negara ASEAN adalah pengembangan interkoneksi tenaga listrik lintas negara di kawasan ASEAN guna memperkuat ketahanan energi regional.
KTT ASEAN tahun ini mengusung tema “Navigating Our Future, Together”, yang menitikberatkan pada pentingnya kolaborasi antarnegara ASEAN dalam menghadapi tantangan global di masa depan.
Pemerintah Indonesia menilai kerja sama energi antarnegara ASEAN menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem energi kawasan yang lebih tangguh, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Selain itu, forum ini juga menjadi momentum untuk memperkuat konektivitas kawasan sekaligus mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan.









