Bukan Sekadar Besar Anggaran, Munafri: Yang Utama Manfaatnya untuk Masyarakat

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham bersama fraksi-fraksi DPRD Kota Makassar

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham bersama fraksi-fraksi DPRD Kota Makassar

Makassar, allnatsar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan jawaban dan tanggapan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Makassar terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Jawaban tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Ketujuh Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027 di Aula Sipakatau, Balai Kota Makassar, Senin (28/9/2026).

Munafri menyampaikan apresiasi atas berbagai pandangan, masukan, dan catatan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD. Menurutnya, seluruh masukan tersebut menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan anggaran Pemerintah Kota Makassar.

“Jawaban Pemerintah Kota kami sampaikan berdasarkan struktur APBD dengan mengaitkan substansi pandangan fraksi-fraksi yang saling bersesuaian,” kata Munafri.

Ia menjelaskan, Perubahan APBD 2026 dilakukan dengan melihat perkembangan kondisi fiskal daerah, realisasi pendapatan dan belanja, serta kebutuhan masyarakat. Penyesuaian anggaran dilakukan agar program yang dijalankan tetap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan target pembangunan.

Di sisi pendapatan, Munafri menegaskan Pemkot Makassar terus mendorong penguatan kapasitas fiskal daerah. Optimalisasi potensi pendapatan dilakukan melalui penguatan pengelolaan pajak dan retribusi, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kepatuhan masyarakat dan pelaku usaha.

Baca Juga :  Terima Kunjungan Pemkot Tarakan, Makassar Tancap Gaungkan Digitalisasi PAD Berbasis Kearifan Lokal

Sementara dari sisi belanja, Munafri memastikan anggaran tetap diarahkan untuk mendukung pelayanan publik dan program prioritas yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Setiap program harus memiliki keterkaitan yang jelas antara alokasi anggaran, target kinerja, lokasi pelaksanaan, dan penerima manfaat,” ujarnya.

Munafri menekankan perubahan anggaran bukan berarti mengurangi pelayanan kepada masyarakat. Ia mengakatakan perubahan ini menjadi penajaman program pemerintah, melihat kesiapan pelaksanaan, serta memastikan anggaran digunakan pada kegiatan yang memiliki dampak nyata.

“Efisiensi belanja tidak mengurangi pelayanan masyarakat, pengendalian belanja umum, penajaman kegiatan, dan kegiatan yang memiliki kesiapan dampak langsung,” jelasnya.

Ia juga meminta agar pelaksanaan program dan anggaran terus dikawal bersama sehingga tidak terjadi penumpukan kegiatan di penghujung tahun. Pemerintah Kota Makassar, katanya, akan memperkuat pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan dan realisasi anggaran.

Munafri menegaskan, pembahasan perubahan APBD merupakan proses bersama antara pemerintah daerah dan DPRD. Karena itu, sinergi kedua lembaga diperlukan agar kebijakan anggaran yang disepakati benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Gagal Dilantik, Kubu Vonny Tuding DPP KNPI Minta Uang Rp5 Miliar, Ternyata Begini Faktanya

“Keberhasilan anggaran bukan diukur dari besarnya angka, tapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap pembahasan Perubahan APBD 2026 dapat berjalan lancar dan segera dirampungkan sehingga program pembangunan dan pelayanan masyarakat dapat terus berjalan secara optimal.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, menegaskan pentingnya pembahasan perubahan APBD 2026 dilakukan secara terbuka, terukur, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menurutnya, Pembahasan perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 merupakan bagian penting dalam memastikan program dan kegiatan Pemerintah Kota Makassar dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.

“Karena itu, kami terus membangun sinergi dengan DPRD Kota Makassar agar setiap kebijakan anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pencapaian prioritas pembangunan Kota Makassar,” tambahnya.

“Proses perubahan anggaran harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Masukan dan pandangan dari seluruh fraksi menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan anggaran untuk kepentingan masyarakat Kota Makassar,” tambahnya.

Berita Terkait

Munafri: Setiap Rupiah dalam APBD Harus Kembali Menjadi Manfaat bagi Masyarakat
Munafri: APBD Perubahan 2026 Harus Jadi Program yang Manfaatnya Dirasakan Masyarakat
Lantik Anggota BPD 2026–2034, Bupati Paris Yasir: Jaga Kepercayaan dan Serap Aspirasi Masyarakat
Kembalikan Fungsi Trotoar, Perumda Parkir Makassar Tertibkan Parkir Motor di Depan SDN Sudirman
Terima Kunjungan Petinggi Pertamina, Appi Usul Disusun Klaster di SPBU untuk Atasi Antrean Solar
Bupati Jeneponto Hadiri Soft Launching Penerapan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal Tahun 2026
Gandeng Dishub dan Polisi, Perumda Parkir Tata Ulang Parkiran Mall Ratu Indah
Perumda Parkir Sterilkan Jalan Mawas Pascainsiden Penikaman
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 17:25 WIB

Munafri: Setiap Rupiah dalam APBD Harus Kembali Menjadi Manfaat bagi Masyarakat

Senin, 28 September 2026 - 16:52 WIB

Bukan Sekadar Besar Anggaran, Munafri: Yang Utama Manfaatnya untuk Masyarakat

Jumat, 25 September 2026 - 16:05 WIB

Munafri: APBD Perubahan 2026 Harus Jadi Program yang Manfaatnya Dirasakan Masyarakat

Jumat, 25 September 2026 - 10:26 WIB

Lantik Anggota BPD 2026–2034, Bupati Paris Yasir: Jaga Kepercayaan dan Serap Aspirasi Masyarakat

Kamis, 24 September 2026 - 17:51 WIB

Kembalikan Fungsi Trotoar, Perumda Parkir Makassar Tertibkan Parkir Motor di Depan SDN Sudirman

Berita Terbaru