Allnatsar.co.id- MAKASSAR — Pergantian pimpinan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menjadi momentum baru untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat. Kader TIDAR, Muhammad Fauzi, S.H., meminta Kapolda Sulsel yang baru, Irjen Pol. M. Awal Chairuddin, serius menangani persoalan kriminalitas jalanan, khususnya aksi geng motor yang masih menjadi keresahan masyarakat.
Irjen Pol. M. Awal Chairuddin dipercaya menjabat sebagai Kapolda Sulsel menggantikan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Muhammad Fauzi menilai pergantian Kapolda tidak semestinya hanya dimaknai sebagai rotasi jabatan, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat Sulawesi Selatan.
“Pergantian Kapolda ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kembali kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Persoalan kriminalitas jalanan, khususnya geng motor, harus mendapat perhatian serius,” ujar Muhammad Fauzi.
Ia mengatakan, persoalan geng motor tidak dapat lagi dipandang semata-mata sebagai kenakalan remaja. Ketika aksi kekerasan terjadi berulang dan masyarakat merasa tidak aman menggunakan ruang publik, persoalan tersebut telah menjadi bagian dari persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurut Fauzi, penanganan geng motor juga tidak boleh hanya dilakukan setelah terjadi tindak kekerasan. Kepolisian perlu memperkuat langkah pencegahan melalui pemetaan wilayah rawan, patroli, deteksi dini, hingga pengawasan terhadap potensi konflik antarkelompok.
“Jangan sampai kepolisian baru bergerak setelah kejadian. Harus ada langkah pencegahan dan pemetaan terhadap titik-titik yang rawan kriminalitas sehingga masyarakat merasa benar-benar terlindungi,” katanya.
Selain penegakan hukum, Fauzi mendorong adanya pendekatan pembinaan terhadap generasi muda. Ia menilai persoalan geng motor membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, kampus, tokoh masyarakat hingga organisasi kepemudaan.
“Penegakan hukum harus tetap tegas terhadap pelaku yang terbukti melakukan tindak pidana. Tetapi pada saat yang sama, pembinaan generasi muda juga harus diperkuat. Jangan sampai kita hanya menyelesaikan akibat tanpa menyentuh akar persoalannya,” ujarnya.
Fauzi juga memberikan tantangan kepada Kapolda Sulsel yang baru agar mampu menunjukkan perubahan nyata dalam aspek keamanan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan kepolisian tidak hanya dapat diukur dari banyaknya kasus yang berhasil diungkap atau pelaku yang diamankan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan keamanan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami memberikan harapan sekaligus tantangan kepada Kapolda Sulsel yang baru. Jadikan kriminalitas jalanan dan persoalan geng motor sebagai salah satu perhatian utama. Masyarakat harus bisa menggunakan ruang publik tanpa dihantui rasa takut,” tegasnya.
Ia berharap pergantian kepemimpinan di Polda Sulsel dapat menjadi titik awal penguatan sistem keamanan yang lebih preventif, responsif dan berkelanjutan.
“Pergantian Kapolda bukan hanya soal siapa yang menduduki kursi pimpinan. Yang paling penting adalah sejauh mana masyarakat merasakan perubahan. Hukum harus hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan,” pungkas Muhammad Fauzi.







