Dihadapan Wisudawan UNM, Munafri: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Dalam Memulai Perjalanan Hidup

- Jurnalis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Walikota Makassar Munafri Arifuddin Bersama Rektor UNM dalam acara wisuda

Foto: Walikota Makassar Munafri Arifuddin Bersama Rektor UNM dalam acara wisuda

Makassar, allnatsar.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan pesan inspiratif kepada ribuan wisudawan dan wisudawati Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam acara wisuda, Kamis (21/8/2025).

Di hadapan 1000 lebih para lulusan baru, Munafri menegaskan bahwa prosesi wisuda bukanlah titik akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menentukan masa depan.

“Orang bilang kalau sudah wisuda berarti selesai semuanya. Tapi menurut saya, dan ini berdasarkan pengalaman saya, wisuda justru baru permulaan,” ujar Munafri.

Dalam kesempatan itu, Munafri turut mengenang perjalanan studinya di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Ia dengan rendah hati menyebut dirinya sebagai Mapala atau “Mahasiswa Paling Lama”. Masuk kuliah tahun 1993, ia baru menyelesaikan studi pada tahun 1999.

“Saya wisuda di angka paling cantik, bulan 9, tanggal 9, tahun 1999. Itu momen paling membanggakan bagi orang tua saya,” kenangnya.

Munafri tak segan membuka kisah perjuangan masa kuliahnya yang penuh keterbatasan. Sejak semester dua, ia tidak lagi dibiayai orang tuanya untuk membayar uang kuliah.

Dengan biaya kuliah kala itu sebesar Rp90.000 per semester, ia harus bekerja di berbagai tempat, termasuk menjadi penyiar radio. Penghasilan dari pekerjaannya membuat kuliahnya sempat molor.

“Bahkan saya pernah lari ke Surabaya, meninggalkan rumah, dan hampir saja meninggalkan kuliah. Tapi suatu malam saya menghitung-hitung, kalau saya berhenti, saya akan sangat rugi.

“Sisa 50 SKS lagi, saya bisa selesai. Dua hari kemudian saya kembali ke Makassar, menyelesaikan kuliah, dan akhirnya bisa diwisuda pada 1999,” tuturnya.

Baca Juga :  Wujudkan Lansia Mandiri dan Bahagia, Kadis PPKB Makassar Launching Sekolah Lansia Mutiara Senja di Kecamatan Ujung Tanah

Ia juga menyinggung situasi reformasi yang membuat mahasiswa kala itu lebih banyak turun ke jalan daripada duduk di ruang kelas. Meski demikian, ia tetap berhasil menyelesaikan pendidikannya.

“Alhamdulillah, saya bisa berdiri hari ini di hadapan para wisudawan, orang tua, profesor, dan guru besar bukan hanya sebagai lulusan Fakultas Hukum Unhas, tetapi sebagai Wali Kota Makassar,” jelasnya.

“Semua ini saya capai karena saya tidak pernah berhenti berjuang,” tambah orang nomor satu Kota Makassar.

Munafri menutup pesannya dengan mengingatkan para lulusan agar tidak cepat berpuas diri. Wisuda adalah tonggak awal untuk melangkah lebih jauh.

“Masa depan ada di tangan kita, dan hanya kerja keras, ketekunan, serta doa orang tua yang akan membawa kita pada kesuksesan,” terang Ketua IKA FH Unhas itu.

Appi juga mepaparkan, tujuh program unggulan yang akan menjadi fokus kerja pemerintahannya periode 2025–2030.

Program ini disebut sebagai agenda mulia yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong transformasi kota menuju Makassar yang lebih maju dan berdaya saing.

Munafri menjelaskan, program unggulan tersebut lahir dari aspirasi masyarakat yang dihimpun sejak masa kampanye hingga awal kepemimpinannya.

Ia menegaskan, setiap program bukan sekadar janji politik, tetapi komitmen nyata yang harus diwujudkan demi kesejahteraan warga.

Baca Juga :  600 Siswa SMA/SMK se-Kota Makassar Ikuti Expo Hifdzil Qur’an dan Keterampilan di Masjid Raya

“Tujuh program ini adalah mandat rakyat. Bukan hanya milik pemerintah, tapi milik seluruh masyarakat Makassar. Insyaallah akan kita jalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Munafri.

Adapun tujuh program unggulan Pemkot Makassar yang dipaparkan Munafri antara lain. Pertama, Seragam gratis bagi siswa baru tingkat SD dan SMP.

Kedua, Sambungan PDAM gratis yang kini sedang diperluas agar warga yang belum menikmati air bersih dapat segera terlayani.

Ketiga, Jaminan sosial bagi pekerja rentan, mencakup jaminan keselamatan kerja dan jaminan kematian, bekerja sama dengan BPJS.

Keempat, Pembangunan stadion baru di Makassar agar pecinta sepak bola memiliki fasilitas representatif.

Kelima, Super Apps ayau Lontara+ layanan publik, yang mengintegrasikan kebutuhan masyarakat dalam satu aplikasi.

Keenam, Program pengelolaan sampah atau iuran sampah gratis, kini sudah dikalankan sejak bukan Juli lalu. Ketujuh, Penguatan kolaborasi masyarakat dan pemerintah untuk memastikan pelayanan publik berjalan sesuai kebutuhan warga.

Munafri menambahkan, pelaksanaan program unggulan tersebut akan melibatkan partisipasi aktif warga, akademisi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia optimistis, dengan kolaborasi semua pihak, Makassar bisa menjadi kota yang tidak hanya nyaman ditinggali, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan baru di kawasan timur Indonesia.

“Mari kita kawal dan wujudkan bersama-sama, karena keberhasilan program ini adalah keberhasilan warga Kota Makassar,” pungkasnya.

Diketahui, pada kesempatan ini, dilanjutkan MoU antara Pemkot Makassar dan UNM

Berita Terkait

Jelang SPMB 2026, Disdik Makassar Minta Sekolah Sinkronisasi Data Siswa dan Pastikan NISN Valid
Perkuat Implementasi Smart Forest Management, Fakultas Pertanian UIT Ikuti ToF Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) 2.0
Mengintegrasikan Teori di Balik Tongkonan: Field Trip Ekowisata Mahasiswa Pertanian UIT ke Toraja
Universitas Indonesia Timur (UIT) Kukuhkan Posisi di Peringkat 5 Besar Pemenang Hibah Penelitian dan PKM Klaster Pratama LLDIKTI IX
Tekan Angka Anak Putus Sekolah, Bupati Jeneponto Kumpulkan OPD Bahas Penanganan ATS 2026 Jeneponto
Lintas Profesi Bersatu di Yudisium Pascasarjana Unifa: Dari Politikus Hingga Pejabat Daerah
Munafri Tegas soal Zonasi SPMB 2026: Jangan Pindah KK, Hadirkan Pemerataan
Tingkatkan Budaya Baca dan Literasi, Dinas Perpustakaan Jeneponto Gelar Bimtek Literasi Informasi
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:48 WIB

Jelang SPMB 2026, Disdik Makassar Minta Sekolah Sinkronisasi Data Siswa dan Pastikan NISN Valid

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:13 WIB

Perkuat Implementasi Smart Forest Management, Fakultas Pertanian UIT Ikuti ToF Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) 2.0

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:19 WIB

Mengintegrasikan Teori di Balik Tongkonan: Field Trip Ekowisata Mahasiswa Pertanian UIT ke Toraja

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:49 WIB

Universitas Indonesia Timur (UIT) Kukuhkan Posisi di Peringkat 5 Besar Pemenang Hibah Penelitian dan PKM Klaster Pratama LLDIKTI IX

Senin, 11 Mei 2026 - 15:54 WIB

Tekan Angka Anak Putus Sekolah, Bupati Jeneponto Kumpulkan OPD Bahas Penanganan ATS 2026 Jeneponto

Berita Terbaru

Activities

Bumi Putra Samsuddin Nahkodai HIPMI PT UMI 2026–2027

Minggu, 17 Mei 2026 - 05:28 WIB