Pemkot Makassar Perkuat Sarana Persampahan, Armada Ditambah dan Mesin Pengolah Sampah

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat sistem pengelolaan persampahan dengan meningkatkan dukungan sarana dan prasarana, mulai dari penambahan armada pengangkut hingga penyediaan mesin pengolah sampah di tingkat kecamatan.Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menghadapi tingginya volume sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari sekaligus mendorong agar sampah tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan hingga 2026, sistem pengangkutan sampah di Kota Makassar ditopang berbagai jenis armada, mulai dari motor roda tiga, Tangkasaki, dump truck, arm roll truck hingga mobil sampah compactor.

“Armada tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pengangkutan sampah dari lingkungan permukiman menuju lokasi TPA sesuai jenis kategori pemilahan sampah,” jelas Helmy, Selasa (25/8/2026).

Berdasarkan data inventaris DLH Makassar yang tersebar di 14 kecamatan, terdapat 1.073 unit motor roda tiga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 760 unit masih dalam kondisi baik dan aktif beroperasi, 236 unit mengalami rusak ringan, sementara 77 unit rusak berat.

Selain itu, terdapat 221 unit armada Tangkasaki, dengan 183 unit dalam kondisi baik dan beroperasi. Sebanyak 35 unit mengalami rusak ringan dan tiga unit rusak berat.

Untuk armada dump truck atau kendaraan terbuka, DLH mencatat sebanyak 147 unit. Sebanyak 103 unit masih dalam kondisi baik dan beroperasi, sementara 44 unit mengalami rusak ringan.

Sementara armada arm roll truck tercatat sebanyak 62 unit, dengan 44 unit dalam kondisi baik dan beroperasi serta 18 unit mengalami rusak ringan. Terdapat pula dua unit yang masuk kategori rusak berat.

Untuk arm roll truck berkapasitas lebih dari 10 meter kubik, tersedia 16 unit. Sebanyak delapan unit masih beroperasi, empat unit rusak ringan dan empat unit lainnya mengalami rusak berat.

Adapun mobil sampah compactor berjumlah tujuh unit. Lima unit di antaranya masih beroperasi, sementara dua unit mengalami kerusakan.

Baca Juga :  Ramai Pungli Ormas & Uang Palsu, Cerminan Ekonomi RI yang Kian Tertekan?

Menurut Helmy, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengangkutan sampah di Makassar telah didukung armada dengan jenis dan kapasitas yang beragam. Namun, sebagian armada yang mengalami kerusakan tetap menjadi perhatian pemerintah agar tidak menghambat pelayanan di lapangan.

“Pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan penambahan maupun peremajaan armada. Kita juga mendorong perubahan pola pengelolaan sampah mulai dari tingkat rumah tangga dan lingkungan,” tuturnya.

Armada Baru dan Mesin Pengolah Sampah

Untuk memperkuat pelayanan persampahan, Pemkot Makassar melalui DLH juga melakukan penambahan armada secara bertahap.

Helmy menyebut, pada 2025 pemerintah telah merealisasikan bantuan sebanyak 50 unit kendaraan, yang terdiri atas sembilan unit dump truck dan 11 unit arm roll serta kendaraan pendukung lainnya.

Sementara pada 2026, DLH kembali melakukan pengadaan 30 unit motor sampah dan 10 unit arm roll.

“Pengadaan armada baru sudah kami lakukan. Pada tahun ini, terdapat penambahan 30 unit motor sampah dan 10 unit arm roll,” terangnya.

Penambahan armada masih akan diupayakan melalui perubahan anggaran. Namun, realisasinya akan tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Nantinya, pada saat anggaran perubahan, kami akan berupaya untuk menambah kembali armada truk sampah, tergantung pada kemampuan keuangan di perubahan anggaran tersebut,” katanya.

Selain armada, DLH Makassar juga menyiapkan berbagai mesin pengolahan sampah untuk memperkuat sistem pemilahan dan pengolahan di tingkat wilayah.

Mesin tersebut di antaranya 10 unit mesin pencacah anorganik, 10 unit mesin pengayak dan 24 unit mesin pembubur.

Mesin pencacah digunakan untuk memperkecil ukuran sampah sehingga lebih mudah diproses dalam tahapan pengolahan atau daur ulang. Sementara mesin pengayak dan pembubur diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di fasilitas tingkat kecamatan.

“Mesin-mesin ini didistribusikan ke kecamatan melalui TPS3R. Harapannya, dengan adanya mesin-mesin ini, daya pengolahan sampah di tingkat kecamatan menjadi semakin besar,” ujar Helmy.

Untuk mesin pencacah organik, Helmy mengatakan pengadaannya akan diupayakan pada anggaran pokok berikutnya. Mesin tersebut dinilai penting untuk mempercepat proses pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Baca Juga :  Berkat Kolaborasi, Kanal Sirijala Panakkukang Kini Memikat Mata

“Mesin pencacah organik itu rencana pengadaan berikutnya, diupayakan pada anggaran pokok, untuk mempercepat proses pembuatan kompos di masyarakat,” katanya.

Sampah Harus Diselesaikan dari Sumber

DLH Makassar juga mendorong perubahan pola pengelolaan sampah dengan mengedepankan pemilahan sejak dari sumber.

Sampah organik, misalnya, dapat diolah menjadi pakan maggot, pakan ternak maupun kompos. Dengan demikian, sampah yang sebelumnya langsung dibuang dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai guna.

“Semakin banyak sampah yang dapat diselesaikan di tingkat masyarakat dan wilayah sebelum masuk ke TPA,” tukas Helmy.

Penguatan Bank Sampah Unit (BSU), Bank Sampah Sektor (BSS), dan TPS3R di setiap wilayah menjadi bagian dari strategi tersebut.

Helmy berharap setiap kecamatan dapat meningkatkan kinerja bank sampah dan TPS3R sehingga semakin banyak sampah yang dapat diselesaikan di tingkat lingkungan.

“Kami juga berharap setiap kecamatan untuk meningkatkan kinerja Bank Sampah Unit dan Bank Sampah Sektor,” ungkapnya.

“Jika Bank Sampah Unit, Bank Sampah Sektor, dan TPS3R sudah bertumbuh dan banyak di masing-masing wilayah, otomatis volume sampah yang dapat diselesaikan akan semakin besar,” sambungnya.

Ia menegaskan, penanganan sampah ke depan tidak boleh hanya mengandalkan sistem pengangkutan menuju TPA. Pengelolaan harus dimulai dari rumah tangga, lingkungan hingga tingkat kecamatan secara komunal.

Dengan semakin banyaknya fasilitas pengolahan dan bank sampah, volume sampah yang harus diangkut menuju TPA diharapkan dapat ditekan.

“Dengan sistem ini, penanganan sampah tidak hanya diselesaikan secara mandiri oleh masyarakat, tetapi juga secara komunal dan tingkat kecamatan,” jelasnya.

DLH Makassar memastikan sebagian mesin pengolahan sampah telah diterima oleh pihak kecamatan maupun pengelola TPS3R, sementara sebagian lainnya masih dalam proses distribusi.

Penguatan sarana tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan pemerintah dalam mengangkut sampah, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mulai menyelesaikan sampah dari sumbernya.

NEWS ALLNATSAR.ID

Berita Terkait

Wali Kota Munafri Ultimatum ke Camat: Deadline Sepekan, Data Penerima Iuran Sampah Gratis Harus Valid
MTQ VIII KORPRI Nasional Resmi Dibuka Menang RI, Appi: Ribuan Tamu Jadi Mesin Penggerak Ekonomi
Sekda Jeneponto Hadiri Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Kabupaten Jeneponto Tahun 2026
Bupati Jeneponto Pimpin Upacara Bendera, Dirangkaikan Penyerahan SK dan Pengambilan Sumpah PNS
Makassar Tuan Rumah, Wali Kota Munafri Sambut 1.173 Peserta MTQ KORPRI Nasional
Munafri: Maulid Momentum Meneladani Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari
Dosen UNM Latih Kreativitas Seni Digital Siswa SMP Ranggong Daeng Romo Berbasis Aplikasi SketchBook
Pemkab Jeneponto Serahkan Santunan kepada 60 Janda Veteran dalam Rangka HUT RI ke-81
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Pemkot Makassar Perkuat Sarana Persampahan, Armada Ditambah dan Mesin Pengolah Sampah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Wali Kota Munafri Ultimatum ke Camat: Deadline Sepekan, Data Penerima Iuran Sampah Gratis Harus Valid

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:17 WIB

MTQ VIII KORPRI Nasional Resmi Dibuka Menang RI, Appi: Ribuan Tamu Jadi Mesin Penggerak Ekonomi

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Sekda Jeneponto Hadiri Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Kabupaten Jeneponto Tahun 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Makassar Tuan Rumah, Wali Kota Munafri Sambut 1.173 Peserta MTQ KORPRI Nasional

Berita Terbaru