Maros, allnatsar.id — Pengusaha asal Jeneponto, H. Sahiruddin yang akrab disapa H. Ruddin, resmi meluncurkan Mesin Pengering dan Gudang Jagung miliknya yang berlokasi di kawasan Pergudangan Pattene, Maros. Fasilitas modern yang berdiri di atas lahan seluas setengah hektare (100 m x 50 m) ini menjadi bagian dari ekspansi bisnis CV. Dua Putri Abi, perusahaan yang dipimpin langsung oleh sang CEO H. Ruddin.
Acara Grand Opening Office & Warehouse tersebut berlangsung pada Selasa, (10/2/2026) pukul 11.00 WITA dan dihadiri sejumlah tamu kehormatan. Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Salmawati Paris, SE, yang juga merupakan istri Bupati Jeneponto, Paris Yasir. Selain itu, beberapa kolega bisnis H. Ruddin dari Japfa Group dan CPI Group, yang merupakan mitra strategis di sektor komoditas jagung yang turut hadir memberikan dukungan.
Dalam sambutannya, Hj. Salmawati Paris menyampaikan apresiasi yang tinggi atas peresmian fasilitas tersebut. Ia berharap keberadaan gudang dan mesin pengering jagung ini dapat memberi dampak positif bagi masyarakat dan pelaku usaha, khususnya di Kabupaten Jeneponto sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Sulawesi Selatan. “Semoga kehadiran fasilitas ini menjadi pendorong meningkatnya kualitas dan daya saing jagung lokal serta menjadi manfaat besar bagi para petani,” ujarnya.
Berdasarkan wawancara singkat, H. Ruddin mengungkapkan bahwa pembangunan fasilitas ini menelan investasi sebesar Rp20 miliar, dengan masa pembangunan selama satu tahun. Ia menjelaskan bahwa gudang dan pabrik ini dibangun untuk mempercepat proses pengeringan jagung, menstabilkan kualitas produksi, serta meminimalkan potensi kerugian akibat tingginya kadar air.
“Tujuan kami jelas, yaitu menyediakan fasilitas yang mampu mempercepat pengeringan dan penyimpanan stok jagung secara lebih efisien. Dengan teknologi yang kami gunakan, petani dan mitra usaha bisa terhindar dari kerugian yang selama ini disebabkan oleh kadar air yang tidak stabil,” ujar H. Ruddin.
Peluncuran fasilitas ini menjadi langkah penting dalam penguatan rantai pasok jagung di Sulawesi Selatan. Dengan hadirnya fasilitas modern ini, diharapkan produktivitas, kualitas, dan nilai jual jagung lokal semakin meningkat, sekaligus membuka peluang kemitraan yang lebih luas bagi para petani dan pelaku industri agribisnis di daerah tersebut.







