Jeneponto, allnatsar.id – Kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jeneponto di bawah nahkoda Gunawan Ari Suhud mendapat sorotan dari internal organisasi. Sejumlah kader HMI Jeneponto secara terbuka mendesak ketua cabang tersebut untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya.
Desakan ini muncul setelah masa kepengurusan dinilai telah melewati batas waktu satu tahun sebagaimana periode yang berlaku dalam struktur organisasi. Selain itu, kader menilai kepemimpinan Gunawan Ari Suhud sudah tidak lagi sejalan dengan semangat kolektif dan kebersamaan yang menjadi prinsip dasar HMI.
Salah seorang kader HMI Jeneponto yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa selama ini sejumlah kegiatan, khususnya aksi demonstrasi yang mengatasnamakan HMI Cabang Jeneponto, kerap dilakukan tanpa koordinasi dan pemberitahuan kepada kader lainnya.
“Banyak kegiatan dilakukan tanpa melibatkan kader secara menyeluruh. Padahal HMI adalah organisasi intelektual yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan musyawarah,” ujarnya.
Selain persoalan komunikasi internal, kader juga menyoroti dugaan adanya kepentingan pribadi dalam beberapa aktivitas organisasi. Hal ini dinilai mencederai nilai-nilai independensi dan integritas yang selama ini dijunjung tinggi oleh HMI.
Para kader pun secara tegas meminta Gunawan Ari Suhud untuk segera mengambil sikap dengan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua HMI Cabang Jeneponto demi menjaga marwah organisasi.
“Kalau memang beliau mengakui dirinya sebagai bagian dari masyarakat Jeneponto, tentu harus menjunjung tinggi nilai adat dan budaya lokal, termasuk prinsip ‘pa’niaq siri’nu’,” tambah sumber tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Gunawan Ari Suhud terkait desakan tersebut. Situasi internal HMI Cabang Jeneponto pun diharapkan dapat segera menemukan solusi melalui mekanisme organisasi yang berlaku.
(Penulis: Maryullah Sahran, S.E / Biro Jeneponto)







