Buruh Tak Lagi Turun ke Jalan: Pemkot Makassar Siapkan Kegiatan Dialog dan Festival Saat May Day

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin

Makassar, allnatsar.id – Pemerintah Kota Makassar, di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menunjukkan komitmennya dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan kalangan pekerja “pahlawan devisa”.

Menyambut peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei 2026, Pemkot Makassar mengambil langkah bijak dengan memfasilitasi ruang khusus bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Salah satu titik yang disiapkan sebagai lokasi utama adalah Lapangan Karebosi, untuk duduk bersama dengan serikat pekerja dari berbagai organisasi.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan menyambut baik konsep yang ditawarkan Serikat buruh, terkait peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Kota Makassar berlangsung dengan pendekatan yang lebih dialogis, tertib, dan terorganisir.

“Momentum May Day tahun ini harus dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi terbuka antara pemerintah dan buruh, kita duduk bersama, apa menjadi masalah, kebutuhan dan aspirasi, akan kita cari solusi,” hal tersebut disampaikan Munafri, saat menerima audiensi dari Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia terkait rencana pelaksanaan May Day Fest 2026, di Balai Kota Makassar, Senin (20/4/2026).

Pada pertemuan itu, para lintas buruh menawarkan konsep baru yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Tadinya setiap hari May Day mereka turun ke jalan, kali ini dipusatkan kegiatan di satu tempat.

Oleh sebab itu, Munafri menekankan pentingnya membangun hubungan yang lebih harmonis melalui dialog langsung.

“Perlu kita komunikasikan, duduk bersama antara buruh dan pemerintah untuk membangun hubungan yang baik dalam rangka memperingati Hari Buruh 2026,” ujarnya.

Dalam rapat persiapan, Munafri mengusulkan agar kegiatan dipusatkan di Lapangan Karebosi sebagai lokasi utama. Ia menilai Karebosi lebih representatif dibandingkan Anjungan Pantai Losari, baik dari sisi kapasitas maupun teknis pelaksanaan.

Menurutnya, Karebosi memiliki tribun yang memadai, daya tampung besar, serta lebih mudah dalam pengaturan alur kegiatan. Selain itu, area tersebut dinilai lebih mendukung dari sisi parkir dan perlindungan peserta dari cuaca.

“Kalau di Karebosi daya tampungnya jauh lebih besar. Kita bisa mengatur tenda dengan lebih simpel dan area parkir juga masih sangat memungkinkan,” jelasnya.

Lapangan Karebosi merupakan, ruang publik ikonik ini dipilih bukan hanya karena letaknya yang strategis di jantung kota, tetapi juga sebagai simbol keterbukaan pemerintah dalam merangkul dialog langsung antara buruh dan pemangku kebijakan.

Sebaliknya, ia menilai jika kegiatan dipusatkan di Anjungan Pantai Losari, potensi kendala akan muncul, terutama terkait keterbatasan lahan parkir dan kepadatan lalu lintas. Apalagi jika jumlah peserta mencapai ribuan orang, termasuk buruh dari luar daerah.

“Kalau di Losari, parkiran akan bermasalah. Kita akan menggunakan satu ruas jalan dan itu pasti mengganggu. Belum lagi kalau 10 ribu orang berkumpul di bawah terik matahari,” tambahnya.

Munafri berharap, dengan persiapan matang dan kolaborasi semua pihak, peringatan May Day 2026 di Makassar dapat menjadi contoh perayaan yang lebih konstruktif dan memberi manfaat nyata bagi buruh maupun masyarakat luas.

Baca Juga :  Aliyah Mustika Ilham Dukung Langkah PPTI Makassar Perangi TBC Lewat Kolaborasi

Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan humanis yang diusung Munafri, di mana pemerintah hadir bukan sekadar sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra bagi para pekerja, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian keluarga dan kota.

Momentum May Day diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial tahunan, tetapi juga ruang refleksi bersama untuk membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan, mulai dari kesejahteraan, perlindungan kerja, hingga keberlanjutan lapangan pekerjaan.

Selain penentuan lokasi, Munafri meminta agar seluruh pemangku kepentingan dilibatkan dalam persiapan kegiatan.

Ia mendorong adanya koordinasi lanjutan yang melibatkan unsur pemerintah, serikat buruh, pengusaha, hingga aparat keamanan seperti TNI dan Polri.

Menurutnya, pelibatan semua pihak penting untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan terorganisir dengan baik.

Kita ingin kegiatan ini benar-benar menjadi kegiatan bersama. Bukan hanya inisiasi dari serikat buruh, tapi juga didukung pemerintah, stakeholder, dan pengusaha,” imbuh Appi.

Lebih lanjut, ia mengusulkan agar rangkaian kegiatan May Day dimulai sejak pagi hari dan selesai sebelum waktu Maghrib, sehingga seluruh agenda dapat berjalan efektif dalam satu hari.

Munafri juga menyambut positif rencana pelibatan pelaku UMKM dalam perayaan tersebut, sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa hal terpenting adalah memastikan kegiatan berjalan lancar tanpa gesekan.

“Yang paling penting adalah kegiatan ini berjalan dengan baik, tertib, tanpa ada gesekan apa pun, koordinasi teknis dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar, guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan tersusun rapi, mulai dari rundown hingga pengamanan,” demikian saran Munafri.

Sedangkan, Ketua Panitia May Day Fest 2026, Delandi Safri Pratama, mengungkapkan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini di Kota Makassar, akan dikemas berbeda melalui konsep festival kolaboratif yang lebih inklusif dan kondusif.

Menurutnya, dalam pertemuan tersebut pihak panitia memaparkan secara rinci mekanisme pelaksanaan May Day Fest 2026, yang disebut sebagai sebuah terobosan baru dibandingkan pola aksi buruh pada tahun-tahun sebelumnya.

“Hari ini kami audiensi bersama Pak Wali Kota, memaparkan mekanisme kegiatan May Day Fest 2026,” katanya.

“Ini adalah terobosan baru, karena biasanya peringatan May Day identik dengan aksi demonstrasi di jalan, tetapi kali ini kami kemas dalam bentuk festival,” sambung Delandi.

Dengan konsep festival yang lebih terbuka dan kolaboratif, May Day 2026 di Makassar diharapkan menjadi momentum baru dalam menyuarakan aspirasi buruh secara lebih konstruktif, sekaligus menjaga stabilitas dan kenyamanan kota.

Dia menegaskan, konsep tersebut menjadi yang pertama di Makassar, dengan pendekatan yang lebih kolaboratif antara buruh, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga :  Dari Rumah hingga Kantor, Siap Berhias untuk HUT Kota Makassar: Semangat Kebersamaan dan Kearifan Lokal

“Kami meyakini ini menjadi satu-satunya konsep May Day Fest di Makassar yang kami lakukan bersama berbagai pihak,” ujarnya.

Dalam audiensi itu, awalnya panitia mengusulkan Anjungan Pantai Losari sebagai lokasi kegiatan. Namun, Wali Kota Makassar kemudian menawarkan alternatif di Lapangan Karebosi yang dinilai lebih representatif.

“Alhamdulillah Pak Wali menawarkan Karebosi yang lebih luas, lebih aman, dan lebih nyaman. Bahkan beliau juga siap mendukung dari sisi fasilitas seperti panggung, tenda, hingga sound system,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Delandi menjelaskan bahwa May Day Fest 2026 akan diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, di antaranya jalan santai, dialog publik, bazar UMKM, hingga panggung rakyat.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut akan dipusatkan pada 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh.

Kegiatan ini dikemas tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga ruang edukasi dan penyampaian aspirasi buruh.

Terkait isu yang diangkat, Delandi menyebutkan bahwa pihaknya tetap membawa isu-isu strategis ketenagakerjaan di tingkat nasional, khususnya terkait kesejahteraan buruh.

“Isu yang kami bawa tetap isu nasional, terutama soal kesejahteraan buruh, termasuk persoalan outsourcing yang saat ini masih marak,” jelasnya.

Dia juga menyebutkan bahwa jumlah peserta yang diperkirakan hadir mencapai sekitar 10.000 orang, terdiri dari buruh, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

“Estimasi peserta sekitar 10 ribu orang, dari berbagai elemen, termasuk buruh, mahasiswa, dan rakyat,” terangnya.

Dikatakan, ada hal berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Delandi memastikan bahwa peringatan May Day kali ini tidak akan diwarnai aksi turun ke jalan.

Seluruh kegiatan akan dipusatkan di satu lokasi guna menciptakan suasana yang lebih tertib dan kondusif.

Pihaknya, tidak akan turun ke jalan. Semua kegiatan dipusatkan di satu tempat dengan kegiatan yang lebih positif.

Menurutnya, langkah ini juga menjadi jawaban atas tantangan zaman, di mana pendekatan gerakan buruh mulai bertransformasi tanpa meninggalkan nilai perjuangan.

“Kami ingin menjawab tantangan zaman dengan cara yang lebih positif, inklusif, dan damai, tanpa meninggalkan nilai perjuangan,” katanya.

Selain itu, konsep ini juga diharapkan dapat meminimalisir dampak kemacetan yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat saat aksi buruh berlangsung di jalan raya.

Pihaknya, ingin memastikan kegiatan ini tidak mengganggu masyarakat, termasuk dari sisi lalu lintas. Karena itu, ia berharap dukungan pemerintah, termasuk Dinas Perhubungan, untuk pengaturan parkir dan arus kendaraan.

Delandi menambahkan, pihaknya telah berkolaborasi dengan berbagai organisasi, baik dari kalangan serikat buruh maupun mahasiswa.

Hingga saat ini, tercatat sekitar 50 organisasi telah menyatakan siap bergabung dalam kegiatan tersebut.

“Dari serikat buruh saja estimasinya sekitar 7.000 orang. Total organisasi yang terlibat saat ini sudah sekitar 50, dan kami masih membuka ruang bagi organisasi lain untuk bergabung,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pemkab Jeneponto Luncurkan Logo dan Tema Hari Jadi ke-163: A’bulo Sibatang, Ikhlas dan Bahagia
Munafri–Aliyah Hadirkan Lampu Tenaga Surya di Kepulauan, Armada Laut Segera Terwujud
Demi Sawah Petani Tetap Hijau, Bupati Paris Yasir Turunkan Damkar dan Optimalkan Air Kareloe
Penertiban Humanis di Tallo, Lapak di Atas Drainase Ditata, Sebagian Dibongkar Mandiri
Melalui Monev: Wali Kota Makassar Warning Kinerja OPD, Tekankan Harus Berdampak Nyata Bagi Masyarakat
Bupati Jeneponto Dukung Penuh TMMD Ke-128, Tekankan Sinergi Bangun Desa
Prioritaskan Program Kebutuhan Rakyat, Wali Kota Appi Hentikan Pengadaan Kendaraan Dinas di 2026
Pemerintah Kab Jeneponto Dorong Setwan DPRD Untuk Penguatan JDIH Melalui Aplikasi ILDIS
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 16:28 WIB

Pemkab Jeneponto Luncurkan Logo dan Tema Hari Jadi ke-163: A’bulo Sibatang, Ikhlas dan Bahagia

Senin, 20 April 2026 - 16:16 WIB

Buruh Tak Lagi Turun ke Jalan: Pemkot Makassar Siapkan Kegiatan Dialog dan Festival Saat May Day

Minggu, 19 April 2026 - 15:48 WIB

Munafri–Aliyah Hadirkan Lampu Tenaga Surya di Kepulauan, Armada Laut Segera Terwujud

Jumat, 17 April 2026 - 08:25 WIB

Penertiban Humanis di Tallo, Lapak di Atas Drainase Ditata, Sebagian Dibongkar Mandiri

Kamis, 16 April 2026 - 15:24 WIB

Melalui Monev: Wali Kota Makassar Warning Kinerja OPD, Tekankan Harus Berdampak Nyata Bagi Masyarakat

Berita Terbaru

Ketua terpilih PK KNPI Mariso, Muhammad Irfan Rahman

Uncategorized

Sempat Tertunda Beberapa Bulan, Irfan Rahman Resmi Pimpin KNPI Mariso

Minggu, 19 Apr 2026 - 18:05 WIB