Dari Lapangan Kantor Bupati, 927 TPK Satukan Langkah Wujudkan Jeneponto Bebas Stunting

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jeneponto, allnatsar.id – Rintik hujan yang turun sejak pagi tidak menyurutkan semangat ratusan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang datang dari berbagai penjuru Kabupaten Jeneponto.

Sebanyak 927 TPK berkumpul di Lapangan Kantor Bupati Jeneponto, Senin (15/6/2026), untuk mengikuti Apel Siaga yang dirangkaikan dengan Kick Off Implementasi GESIT Data Presisi (Gerakan Sistemik Integrasi Data Keluarga Risiko Stunting dan Stunting).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, SE., MM, dan dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto Hj. Salmawati Paris, SE, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, para camat, tenaga kesehatan, penyuluh KB, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Selain 927 TPK, kegiatan ini juga diikuti oleh 84 Penyuluh KB, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas dari seluruh wilayah Kabupaten Jeneponto.

Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan stunting hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Babinsa dan Bhabinkamtibmas selama ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal berbagai program pembangunan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Melalui kedekatannya dengan warga, keduanya berperan dalam mendukung edukasi, pendampingan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Dalam sambutannya, Bupati Paris Yasir menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir.

Menurutnya, kehadiran ratusan pendamping keluarga dari berbagai wilayah merupakan bukti nyata komitmen bersama dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jeneponto.

“Terima kasih kepada seluruh Tim Pendamping Keluarga, penyuluh, tenaga kesehatan, kader, serta seluruh pihak yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa. Kehadiran kita hari ini mencerminkan semangat gotong royong untuk memastikan anak-anak Jeneponto tumbuh sehat dan mendapatkan masa depan yang lebih baik,” ujar Bupati.

Baca Juga :  Pemkab Jeneponto Gelar Rakor dan Pendalaman Risiko Korupsi Bersama KPK RI

Bupati juga memberikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang selama ini terus mendukung berbagai program pembangunan daerah, khususnya dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, penyuluh KB, kader, dan Tim Pendamping Keluarga merupakan kekuatan besar yang kita miliki. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam mengawal berbagai program pemerintah agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif,” tegasnya.

Menurut Bupati, salah satu kunci utama keberhasilan program percepatan penurunan stunting adalah tersedianya data yang akurat, valid, dan mutakhir.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Jeneponto meluncurkan inovasi GESIT Data Presisi sebagai upaya memperkuat integrasi dan kualitas data keluarga risiko stunting serta balita stunting.

Inovasi tersebut dirancang untuk menghadirkan basis data yang lebih terintegrasi sehingga dapat menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan, perencanaan program, hingga pelaksanaan intervensi yang lebih tepat sasaran.

“Data yang presisi merupakan fondasi dalam pengambilan kebijakan. Dengan data yang akurat, setiap intervensi yang dilakukan pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga secara resmi meluncurkan Gerakan Pengukuran Ulang Serentak Anak Balita Keluarga Risiko Stunting (KRS) dan Balita Stunting yang akan dilaksanakan pada 17 hingga 23 Juni 2026 di seluruh wilayah Kabupaten Jeneponto.

Kegiatan pengukuran ulang tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan kesesuaian kondisi di lapangan dengan data yang tersedia, sekaligus memperkuat validitas data yang akan digunakan dalam berbagai program intervensi pemerintah.

Baca Juga :  Jeneponto Kembali Raih WTP, Bupati Paris Yasir: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Transparan

Menjelang pelaksanaan survei status gizi nasional, Bupati mengajak seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, TPK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta seluruh stakeholder untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi.

“Percepatan penurunan stunting adalah tanggung jawab bersama. Dibutuhkan sinergi yang kuat agar setiap program yang dilaksanakan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Jeneponto, St. Meriam, menyampaikan bahwa implementasi GESIT Data Presisi merupakan bagian dari upaya menghadirkan data yang lebih akurat, valid, dan terintegrasi sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Terima kasih kepada seluruh Tim Pendamping Keluarga, kader, penyuluh KB, tenaga kesehatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta semua pihak yang telah berkontribusi. Setelah apel siaga ini, mari kita fokus menyukseskan agenda pengukuran ulang serentak agar data yang dihasilkan semakin berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh stakeholder yang terlibat dalam implementasi GESIT Data Presisi melakukan penandatanganan komitmen bersama sebagai simbol sinergi dan kesungguhan dalam mewujudkan data yang akurat, valid, dan terpadu guna mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jeneponto.

Melalui GESIT Data Presisi, Pemerintah Kabupaten Jeneponto menegaskan komitmennya untuk membangun kebijakan berbasis data dan kolaborasi.

Dengan dukungan Tim Pendamping Keluarga, tenaga kesehatan, Penyuluh KB, pemerintah desa dan kelurahan, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas, upaya percepatan penurunan stunting diharapkan dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan menuju terwujudnya Jeneponto Bahagia, sehat, berkualitas, dan bebas stunting.

Berita Terkait

Wali Kota Appi Minta Pertamina Fungsikan Seluruh Nozzle di SPBU, Usul Truk dan Bus Antre Malam Hingga Subuh
Jukir Liar Jadi Sorotan: Munafri Tantang Direksi Perumda Parkir Ubah Wajah Perparkiran Makassar
Cegah Kebakaran di Lingkungan Kerja, Satpol PP dan Damkar Jeneponto Sosialisasi Tanggap Darurat di Kejari
Cegah Kemacetan, Perumda Parkir Tertibkan Parkiran Depan Samsat 
Wakapolres Instruksikan Tindak Tegas APMS Nakal
Cegah PSU Mangkrak, Appi Minta Penyerahan Dilakukan Sejak Awal Pembangunan, Tak Lagi Selesai Dibangun
Lantik Pejabat Fungsional, Wali kota Appi Tekankan Pelayanan Publik Tak Boleh Sekadar Seremonial
Penumpukan Antrean BBM Subsidi di Makassar: Warga Pertanyakan Kelancaran Distribusi
Berita ini 120 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:39 WIB

Wali Kota Appi Minta Pertamina Fungsikan Seluruh Nozzle di SPBU, Usul Truk dan Bus Antre Malam Hingga Subuh

Jumat, 11 September 2026 - 19:00 WIB

Jukir Liar Jadi Sorotan: Munafri Tantang Direksi Perumda Parkir Ubah Wajah Perparkiran Makassar

Jumat, 11 September 2026 - 12:55 WIB

Cegah Kebakaran di Lingkungan Kerja, Satpol PP dan Damkar Jeneponto Sosialisasi Tanggap Darurat di Kejari

Jumat, 11 September 2026 - 12:13 WIB

Cegah Kemacetan, Perumda Parkir Tertibkan Parkiran Depan Samsat 

Rabu, 9 September 2026 - 15:02 WIB

Wakapolres Instruksikan Tindak Tegas APMS Nakal

Berita Terbaru