Makassar, allnatsar.id — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IX di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Sabtu (22/8/2026).
Agenda akbar keumatan ini menjadi ajang strategis bagi para ulama dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam se-Sulawesi Selatan untuk melakukan konsolidasi serta merumuskan arah kebijakan dakwah ke depan.
Musda IX yang mengusung tema “Meneguhkan Peran Ulama dalam Merekatkan Ukhuwah dan Mengawal Transformasi Umat menuju Sulawesi Selatan yang Berkeadaban” ini menghadirkan perwakilan pimpinan MUI dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel.
Acara dibuka secara khidmat dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal Bugis Makassar serta doa bersama yang dipimpin oleh pimpinan pondok pesantren terkemuka di Sulawesi Selatan.
Pembukaan Musda turut dihadiri oleh Menteri Pertanian RI Dr. H. Andi Amran Sulaiman sebagai keynote speaker, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, pimpinan MUI Pusat, hingga jajaran Forkopimda Sulsel.
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko turut dijadwalkan hadir untuk membawakan materi kebangsaan demi memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah, dan unsur pertahanan.
Selain figur-figur terkemuka yang telah mendapatkan sorotan, kehadiran Kolonel Amran Wahid, yang menjabat sebagai Kepala Bagian Operasional (KBO) Intelijen dan Keamanan (Bin) juga menarik perhatian khusus selama seremoni pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan.
Keikutsertaan beliau secara gamblang mengindikasikan adanya dukungan yang kuat serta jalinan sinergi yang harmonis antara beragam elemen masyarakat dan lembaga-lembaga terkait.
Selain evaluasi program kerja dan penetapan garis besar kebijakan dakwah, Musda IX bertugas menetapkan tim formatur untuk memilih Ketua Umum dan Pengurus MUI Sulawesi Selatan periode berikutnya.
Melalui pelaksanaan Musda IX ini, MUI Sulawesi Selatan diharapkan terus memperkokoh perannya sebagai pengayom umat (khadimul ummah) sekaligus mitra strategis pemerintah (shadiqul hukumah) dalam memajukan keharmonisan sosial dan pembangunan keagamaan di wilayah Sulawesi Selatan.







