Antisipasi Kelangkaan, Sekda Jeneponto Pantau 3 SPBU dan Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying BBM

- Jurnalis

Jumat, 11 September 2026 - 09:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto, Dr. Aspa Muji, S.STP., M.Si.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto, Dr. Aspa Muji, S.STP., M.Si.

Jeneponto, allnatsar.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto, Dr. Aspa Muji, S.STP., M.Si., selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemantauan dan Pengawasan Penyaluran BBM Kabupaten Jeneponto, melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi ketersediaan dan penyaluran BBM di sejumlah SPBU.

Pemantauan dilakukan pada tiga SPBU sebagai langkah untuk memastikan ketersediaan BBM sekaligus melihat kondisi antrean yang terjadi di lapangan, Jumat (11/9/2026).

Dari hasil pemantauan tersebut, tidak ditemukan adanya kelangkaan BBM maupun kekurangan pasokan dari Pertamina. Bahkan, pasokan BBM yang diterima SPBU disebut mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya.

Meski demikian, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut dinilai lebih dipicu oleh meningkatnya pembelian masyarakat secara bersamaan akibat kekhawatiran terhadap isu kelangkaan BBM atau panic buying, bukan karena tidak tersedianya pasokan.

“Dari tiga SPBU yang kami pantau, tidak ada kelangkaan BBM. Yang terjadi adalah antrean akibat panic buying masyarakat. Pasokan dari Pertamina justru bertambah dari sebelumnya,” ujar Dr. Aspa Muji melalui pesan singkat kepada Humas Pemerintah Kabupaten Jeneponto.

Baca Juga :  Dari Pj Sekda ke Sekda Definitif, Dr. Aspa Muji Resmi Dilantik Bupati Paris Yasir

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Jeneponto mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying dan membeli BBM secara berlebihan. Masyarakat diharapkan tetap tenang serta membeli BBM sesuai kebutuhan.

Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi

Melalui Satgas Pemantauan dan Pengawasan Penyaluran BBM, Pemerintah Kabupaten Jeneponto juga akan memperkuat pengawasan untuk mencegah berbagai bentuk penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Pengawasan termasuk menyasar kendaraan yang telah memenuhi kuota maksimal harian agar tidak melakukan pengisian secara berulang. Hal tersebut penting untuk mencegah terjadinya antrean berulang yang dapat memicu kepadatan kendaraan di sekitar SPBU serta mengganggu kelancaran pelayanan kepada masyarakat lainnya.

Satgas akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

Distribusi LPG 3 Kg Turut Dipantau

Tidak hanya BBM, Pemerintah Kabupaten Jeneponto juga akan melakukan pengecekan terhadap kondisi distribusi LPG 3 kilogram di lapangan.

Baca Juga :  Aliyah Mustika Ilham Dorong sinergi dengan Komunitas untuk Wujudkan Kota yang Inklusif dan Berkelanjutan

Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan LPG bersubsidi dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang memang berhak, khususnya rumah tangga sasaran serta kelompok pengguna sesuai ketentuan yang berlaku.

Dr. Aspa Muji menegaskan bahwa pemantauan terhadap BBM dan LPG merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat sekaligus mencegah terjadinya penyalahgunaan dan pembelian yang tidak sesuai peruntukan.

Pemerintah Kabupaten Jeneponto mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Dengan pasokan BBM yang tetap tersedia dan mengalami peningkatan, masyarakat diharapkan tetap tenang dan memenuhi kebutuhan secara wajar.

Pemkab Jeneponto bersama Satgas dan pihak terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi BBM dan LPG di lapangan guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi serta penyalurannya berjalan tertib, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan.

Berita Terkait

Munafri: Pajak Bukan Sekadar Penerimaan, tapi Jalan Mewujudkan Kesejahteraan Warga
Sisir Kawasan Toddopuli, TRC Perumda Parkir Tertiban Jukir Tanpa Atribut dan Pungutan di Atas Tarif
Kominfo Jeneponto melalui Bidang Humas Sosialisasikan Instrumen SAQ untuk Monev Keterbukaan Informasi Publik 2026
Wali Kota Appi Pastikan 6.472 PPPK Paruh Waktu Tetap Bekerja, Tekankan Disiplin dan Kinerja
Kurang Lebih 390 Ribu Bangunan di Makassar, Baru Sekitar 37 Persen Teridentifikasi Memiliki PBG
Bupati Jeneponto Buka Pelatihan Vokasi Nasional Batch V Tahun 2026, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Peluang Kerja Masyarakat
Cegah Pungutan Liar, Perumda Parkir Makassar Siapkan Kantong Parkir untuk Pengunjung Kalla RUN
Di Hadapan Tim Penilai Nasional, Appi Jelaskan Urban Farming hingga Penanganan Stunting, Dan Inovasi UMKM Berbasis Masyarakat
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Munafri: Pajak Bukan Sekadar Penerimaan, tapi Jalan Mewujudkan Kesejahteraan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Sisir Kawasan Toddopuli, TRC Perumda Parkir Tertiban Jukir Tanpa Atribut dan Pungutan di Atas Tarif

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Kominfo Jeneponto melalui Bidang Humas Sosialisasikan Instrumen SAQ untuk Monev Keterbukaan Informasi Publik 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Wali Kota Appi Pastikan 6.472 PPPK Paruh Waktu Tetap Bekerja, Tekankan Disiplin dan Kinerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Kurang Lebih 390 Ribu Bangunan di Makassar, Baru Sekitar 37 Persen Teridentifikasi Memiliki PBG

Berita Terbaru