Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Timur Gelar PKM di Desa Gunung Silanu, Dorong Kemandirian Pangan Berbasis 4D

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jeneponto, allnatsar.id – Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Timur (UIT) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Gunung Silanu Kabupaten Jeneponto, pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Workshop Kejuruan Pengolahan Hasil Pertanian, Balai Latihan Kerja Komunitas dengan mengusung tema “Tingkatkan Kemandirian Pangan Berbasis 4D”.

Kegiatan ini bertujuan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal, pengolahan hasil pertanian, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program tersebut, Fakultas Pertanian UIT berupaya menghadirkan ilmu pengetahuan dan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan pangan, serta membuka peluang usaha berbasis sumber daya lokal.

Turut hadir dalam kegiatan ini Dekan Fakultas Pertanian Dr. Ir. Asikin Muchtar, M.Si., Kepala Desa Gunung Silanu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Madaniyah, perwakilan Balai Pemanfaatan Kawasan Hutan Wilayah VII Makassar, serta sejumlah dosen Fakultas Pertanian yakni Herawaty, S.Hut., M.Hut., Faizah Mahi, S.TP., MP., Muhammad Yasir Arafat, S.Hut., M.Hut., Hasnah Hasan, SP., MP., Ummu Kultsum, S.Hut., M.Hut., dan Akhmad Kurnia N., S.Pd., M.Pd. Adapun peserta kegiatan adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Gunung Silanu.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pengolahan jahe walet sebagai produk potensial yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif, serta materi tentang inovasi 4D Agroforestry.

Kedua materi ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat, khususnya anggota KWT dalam mengoptimalkan potensi pertanian lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UIT Makassar Raih Akreditasi Unggul, Pertama di PTS LLDIKTI Wilayah IX

Pengolahan jahe walet menjadi salah satu fokus kegiatan karena pengembangan produk hasil pertanian memiliki peluang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Melalui pengolahan yang tepat, bahan baku pertanian tidak hanya dipasarkan dalam bentuk mentah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki daya saing dan nilai ekonomi lebih tinggi.

Bagi Kelompok Wanita Tani, keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal untuk merintis maupun mengembangkan usaha bersama. Dengan dukungan pengetahuan tentang proses pengolahan, pengemasan, kualitas produk, dan strategi pemasaran, potensi jahe walet dapat diarahkan menjadi peluang usaha yang berkelanjutan serta berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan keluarga.

Selain pengembangan produk pertanian, materi inovasi 4D Agroforestry memberikan perspektif tentang pentingnya mengintegrasikan kegiatan pertanian dengan pengelolaan kawasan dan sumber daya lingkungan secara bijaksana.

Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan lahan yang produktif tanpa mengabaikan fungsi ekologisnya, sehingga keberlanjutan lingkungan tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Dekan Fakultas Pertanian UIT, Dr. Ir. Asikin Muchtar, M.Si., menyampaikan harapan besar agar kegiatan PKM ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Gunung Silanu.

Ia berharap Kelompok Wanita Tani mampu mengembangkan potensi jahe walet menjadi produk bernilai ekonomi yang dapat dikomersialkan, sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi pertanian dan lingkungan di wilayahnya.

Menurutnya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Baca Juga :  Mengintegrasikan Teori di Balik Tongkonan: Field Trip Ekowisata Mahasiswa Pertanian UIT ke Toraja

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah Desa, lembaga terkait, dan kelompok masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Desa Gunung Silanu sendiri merupakan Desa binaan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Timur. Status tersebut menjadi landasan penting bagi penguatan pendampingan dan kerja sama berkelanjutan antara pihak kampus dan masyarakat Desa. Melalui pembinaan ini, berbagai potensi lokal diharapkan dapat diidentifikasi, dikembangkan, dan dikelola secara optimal untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Keterlibatan Kelompok Wanita Tani dalam kegiatan ini juga menjadi bagian penting dari upaya pemberdayaan perempuan di sektor pertanian. Perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan keluarga, mengembangkan usaha berbasis rumah tangga, serta menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Melalui kegiatan PKM ini, Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Timur menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui pendidikan, pendampingan, dan penerapan inovasi pertanian.

Kedepan, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi berlanjut pada praktik pengolahan produk, pengembangan usaha kelompok, serta penerapan agroforestry yang memberikan manfaat ekonomi dan ekologis.

Dengan memaksimalkan potensi lokal, memperkuat keterampilan masyarakat, dan membangun sinergi lintas sektor, Desa Gunung Silanu diharapkan mampu menjadi salah satu contoh pengembangan Desa binaan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

MTsN 2 Jeneponto Gelar Diklat Paskibra Gabungan, Cetak Generasi Muda yang Disiplin dan Berjiwa Pemimpin
Appi: Pendidikan Berkualitas Tak Hanya Soal Infrastruktur, SDM dan Adaptasi Jadi Kunci
Aliyah Mustika Ilham Buka Pembekalan Pra-CPMI, Tekankan Migrasi Aman dan Kompetensi Kerja
Membaca Ulang Pangadereng di Tengah Perubahan Zaman
HIPMI Sulsel Gandeng Coach Armala, Perkuat Kaderisasi Kepemimpinan Pengusaha Muda
Wali Kota Appi: Guru di Makassar Adaptif terhadap Zaman, Pendidikan Karakter dan Akhlak Siswa Tetap Diperkuat
IKA PNUP Perkuat Jejaring Alumni melalui Penerbitan Kartu Tanda Alumni
Pesan Munafri ke Wisudawan STIM-LPI Makassar: Ini Bukan Akhir Perjalanan, Tapi Awal untuk Memberi Manfaat
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Timur Gelar PKM di Desa Gunung Silanu, Dorong Kemandirian Pangan Berbasis 4D

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:02 WIB

MTsN 2 Jeneponto Gelar Diklat Paskibra Gabungan, Cetak Generasi Muda yang Disiplin dan Berjiwa Pemimpin

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Appi: Pendidikan Berkualitas Tak Hanya Soal Infrastruktur, SDM dan Adaptasi Jadi Kunci

Rabu, 30 September 2026 - 17:31 WIB

Aliyah Mustika Ilham Buka Pembekalan Pra-CPMI, Tekankan Migrasi Aman dan Kompetensi Kerja

Selasa, 29 September 2026 - 22:58 WIB

Membaca Ulang Pangadereng di Tengah Perubahan Zaman

Berita Terbaru

Opinion

Ketika Asap dari Seberang Pulau Sampai ke Langit Makassar

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:19 WIB