Appi: Penyesuaian APBD Perubahan 2025, untuk Efisiensi dan Kesejahteraan Masyarakat

- Jurnalis

Kamis, 4 September 2025 - 07:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Walikota Makassar, Munafri Arifuddin

Foto: Walikota Makassar, Munafri Arifuddin

Makassar, allnatsar.id – Pemerintah Kota Makassar memastikan penyesuaian APBD Perubahan 2025 tidak akan menggeser fokus pada program-program prioritas.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan meski terjadi pengurangan belanja daerah, arah kebijakan tetap diarahkan pada pemenuhan kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan stadion, sekolah, puskesmas, hingga peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan di pulau.

Sejumlah program strategis lainnya, seperti Universal Health Coverage (UHC), pemberian seragam sekolah gratis, Makassar Creative Hub, urban farming, penguatan UMKM dan investasi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan juga dipastikan tetap berjalan.

Hal itu, disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menanggapi secara rinci pandangan fraksi-fraksi DPRD Kota Makassar terhadap Rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025.

Melalui rapat paripurna virtual, Rabu (3/9/2025) dari Kantor Balai Kota Makassar, Munafri memaparkan alasan penyesuaian anggaran, baik dari sisi pendapatan, belanja, maupun pembiayaan daerah.

Ia menjelaskan, pendapatan daerah yang semula ditargetkan Rp. 5,384 triliun lebih pada APBD Pokok 2025, kini disesuaikan menjadi Rp. 4,898 triliun lebih. Artinya, terdapat penurunan sebesar Rp. 485 miliar atau 9,02 persen.

Menurutnya, koreksi target dilakukan setelah evaluasi realisasi semester I 2025 serta proyeksi capaian hingga akhir tahun.

“Perhitungan kami lakukan lebih rasional dengan mempertimbangkan potensi dan kondisi riil, sehingga target bisa terukur,” kata Munafri.

Pendapatan Asli Daerah (PAD): turun dari Rp. 2,484 triliun menjadi Rp. 2,177 triliun atau berkurang Rp. 306,76 miliar (12,35%). Penurunan ini dipicu kebijakan subsidi listrik 50% oleh pemerintah pusat yang memengaruhi Pajak Penerangan Jalan (PBJT).

Baca Juga :  Wali Kota Makassar Dorong Aksi Nyata Mahasiswa Unhas, Inovasi Sampah hingga UMKM

Lanjut dia, penyesuaian opsen PKB dan BBNKB di tingkat provinsi, serta rasionalisasi retribusi pelayanan kesehatan pada BLUD Puskesmas.

Pendapatan Transfer, terkoreksi dari Rp. 2,900 triliun menjadi Rp. 2,721 triliun atau turun Rp. 179,13 miliar (6,18%).

“Penyebabnya berasal dari pengurangan komponen bagi hasil pajak berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Meski demikian, Pemkot berkomitmen mengoptimalkan potensi PAD melalui intensifikasi pajak dan retribusi, digitalisasi layanan, optimalisasi BUMD, serta pemanfaatan aset.

Koreksi pendapatan otomatis berdampak pada sisi belanja. Munafri menyebutkan, belanja daerah pada APBD Perubahan 2025 disesuaikan menjadi Rp. 5,128 triliun lebih dari sebelumnya Rp. 5,684 triliun lebih. Artinya, terdapat pengurangan Rp. 555 miliar lebih.

Selain itu, belanja Operasi, turun tipis Rp. 28,82 miliar (0,69%) dari Rp. 4,167 triliun menjadi Rp. 4,138 triliun. Efisiensi dilakukan pada belanja pendukung yang tidak memengaruhi langsung capaian program.

Kemudian, belanja Modal,  turun signifikan Rp. 496,83 miliar (33,64%) dari Rp. 1,477 triliun menjadi Rp. 980,28 miliar. Program terdampak antara lain pembangunan solar panel, pengadaan motor sampah listrik.

“Dan pembangunan kawasan Karebosi, dan proyek infrastruktur lain yang diperkirakan sulit selesai hingga akhir 2025,” ungkap politisi Golkar itu.

Baca Juga :  Wujud Nyata Komitmen Appi-Aliyah: Creative Hub Jadi Motor Ekonomi Baru Makassar

Begitu pun belanja tak Terduga, dipangkas dari Rp. 40 miliar menjadi Rp. 10 miliar atau berkurang 75%, dengan tetap menjaga ketersediaan dana untuk penanganan darurat dan bencana.

Langkah efisiensi ini, kata Munafri, sesuai arahan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi APBD.

“Kami menajamkan program prioritas agar defisit tetap terkendali sesuai kapasitas fiskal daerah,” tegasnya.

Wali Kota menegaskan bahwa pengurangan belanja tidak mengurangi fokus Pemkot pada 10 program prioritas, di antaranya.

Perencanaan stadion, sekolah, puskesmas, fasilitas kepulauan, Makassar Creative Hub, seragam sekolah gratis, kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan, Universal Health Coverage (UHC), urban farming, penguatan UMKM dan investasi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan.

Dari sisi pembiayaan, penerimaan diproyeksikan Rp. 230,24 miliar, turun Rp. 69 miliar atau 23,25% akibat koreksi SILPA 2024 berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI. Sementara itu, Pemkot tidak merencanakan pinjaman maupun penyertaan modal pada BUMD.

Fokus diarahkan pada restrukturisasi organisasi dan persiapan dasar pemberian modal agar lebih produktif di tahun mendatang.

Sinergi Eksekutif dan Legislatif

Di akhir penjelasannya, Munafri menyampaikan apresiasi atas masukan fraksi-fraksi DPRD.

“Pengelolaan pendapatan dan efektivitas belanja tidak bisa berdiri sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan sinergi legislatif demi kesejahteraan masyarakat Makassar,” tutupnya.

Berita Terkait

Wali Kota Munafri Siapkan Langkah Konkret, Hidupkan Kembali Terminal Kota
Jamsostek Makassar Tembus Rp624 Miliar, Perlindungan Jamsostek Capai 53 Persen, JHT Pekerja Rentan Diperluas 2026
Pemkot Makassar Garap Urban Farming Terpadu, Edufam Jadi Pusat Edukasi dan Produksi
Penataan Humanis di Pasar Pabaeng-baeng, Perumda Pasar Tertibkan Area Lapak Depan Pabaeng-baeng
Catat Rekor Baru, PAD Kota Makassar 2025 Capai Rp1,9 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Direksi Baru Belum Setahun, Laba PD Parkir Makassar 2025 Proyeksi Rp2,5 Miliar, Dividen Tembus Rp2 Miliar
Kado Akhir Tahun untuk Pekerja Buruh: UMK Makassar 2026 Naik 6,92 Persen, Tembus Rp4,14 Juta
Wali Kota Makassar Serukan Akselerasi Koperasi Merah Putih, Dukung Program Presiden Prabowo
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 09:07 WIB

Wali Kota Munafri Siapkan Langkah Konkret, Hidupkan Kembali Terminal Kota

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:03 WIB

Jamsostek Makassar Tembus Rp624 Miliar, Perlindungan Jamsostek Capai 53 Persen, JHT Pekerja Rentan Diperluas 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:44 WIB

Pemkot Makassar Garap Urban Farming Terpadu, Edufam Jadi Pusat Edukasi dan Produksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 07:05 WIB

Penataan Humanis di Pasar Pabaeng-baeng, Perumda Pasar Tertibkan Area Lapak Depan Pabaeng-baeng

Kamis, 1 Januari 2026 - 18:45 WIB

Catat Rekor Baru, PAD Kota Makassar 2025 Capai Rp1,9 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Berita Terbaru