Wujud Nyata Komitmen Appi-Aliyah: Creative Hub Jadi Motor Ekonomi Baru Makassar

- Jurnalis

Minggu, 22 Juni 2025 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tampak Hadir Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Ketua TPP PKK Melinda Aksa, dan Wakil Walikota Makassar, Aliyah Mustika.

Foto: Tampak Hadir Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Ketua TPP PKK Melinda Aksa, dan Wakil Walikota Makassar, Aliyah Mustika.

Makassar, allnatsar, id — Pemerintah Kota Makassar kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung ekosistem industri kreatif melalui peluncuran Makassar Creative Hub (MCH).

Salah satu program unggulan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham. Acara peresmian ini digelar secara meriah dengan dihadiri berbagai elemen penting, mulai dari OPD teknis hingga pelaku industri kreatif, berlangsung di Anjungan Pantai Losari, Sabtu (21/6/2025) malam.

Tampak Hadir Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Ketua TPP PKK Melinda Aksa, hadir juga Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham bersama mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin. Ada juga Konsulat Jenderal Australia, Todd Dias, serta pimpinan media.

Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar, Dara Nasution, juga penggagas program MCH, menyampaikan rasa haru dan bangganya atas terwujudnya ruang kreatif ini. Ia mengenang awal mula lahirnya ide Makassar Creative Hub yang bermula dari diskusi panjang merancang visi-misi kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

“Kami pernah bertanya? bolehkah kami anak muda kota ini bermimpi lebih besar dari sekadar bertahan hidup? Dan jawaban dari Pak Wali dan Bu Wawali adalah boleh, bahkan harus,” ungkap Dara disambut tepuk tangan hadirin.

Menurut lulusan Universitas Oxford, Inggris itu. MCH bukan sekadar bangunan fisik, melainkan representasi ruang tumbuh bagi ribuan talenta muda Makassar. Dengan jumlah pelaku industri kreatif yang diperkirakan mencapai lebih dari 100 ribu orang, MCH hadir sebagai simpul kolaborasi agar potensi ini tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

“Makassar Creative Hub hadir bukan hanya sebagai tempat berkegiatan, tapi juga sebagai simbol transformasi kota Makassar menuju kota yang bukan hanya ramah hunian, tetapi juga ramah inovasi,” tutur Dara.

Dengan peluncuran ini, Makassar resmi menempatkan diri sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia yang tak hanya memberi ruang, tapi juga harapan bagi generasi muda untuk terus bermimpi, berkarya, dan menginspirasi.

Baca Juga :  Dinas PPKB Makassar Hadiri Seminar Awal dan FGD Survei Indeks Pembangunan Olahraga

Ia menegaskan, Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham dalam visi kepemimpinannya, konsisten mendorong pembangunan berbasis kolaborasi dan inovasi.

“Kreativitas bukan pelengkap. Ia adalah fondasi masa depan kota ini,” tegas Dara.

Dalam proses mewujudkan MCH, berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) turut berkontribusi aktif. Renovasi gedung yang rampung hanya dalam waktu 100 hari, meski diwarnai hari libur nasional.

Dinas terkait menjadi leading sektor kata dia, mereka tidak hanya membantu dari sisi teknis, tetapi juga ikut serta dalam menyusun dan mendukung program-program pelatihan dan inkubasi untuk pelaku industri kreatif dan UMKM.

“Terima kasih kepada semua yang sudah ikut merajut ruang ini dengan ide, dukungan, harapan, bahkan kritik yang membangun. Semua itu adalah bahan bakar semangat kami,” ucap Dara.

Pemerintah Kota Makassar secara resmi mengembangkan Makassar Creative Hub (MCH) sebagai salah satu program prioritas untuk menjawab tantangan besar yang dihadapi generasi muda, yakni minimnya akses terhadap pengembangan keterampilan dan tingginya angka pengangguran usia produktif. Sebagai ruang terbuka, inklusif, dan berbasis kolaborasi, MCH hadir bukan hanya sebagai fasilitas fisik, tetapi sebagai ekosistem kreatif yang menjembatani anak muda, komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah melalui pendekatan yang melibatkan unsur pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat umum.

Pemerintah Kota Makassar melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menggerakkan MCH secara terintegrasi:

Dinas Pariwisata sebagai leading sector, bertanggung jawab atas operasional, strategi, dan kemitraan dengan Kemenparekraf dan badan kreatif nasional.

Dinas Pemuda dan Olahraga, bersama Dinas Kebudayaan, mendorong aktivasi komunitas pemuda di 15 kecamatan dan pulau, serta memfasilitasi inkubasi program dan hibah.

Baca Juga :  Harkitnas 2025, Aliyah Mustika Ilham Serukan Persatuan dan Semangat Kerja

Dinas Koperasi dan UKM menjadi penggerak inkubasi UMKM berbasis ekonomi kreatif seperti kuliner, fashion, dan produk digital.

Dinas Komunikasi dan Informatika memastikan infrastruktur digital, media kreatif, dan teknologi penunjang di seluruh wilayah aktivitas MCH.

Dinas Ketenagakerjaan menggelar pelatihan dan sertifikasi SDM subsektor ekonomi kreatif, serta membuka koneksi ke sektor kerja swasta.

Fungsi Strategis MCH: Dari Fasilitasi hingga Produksi Talenta. MCH bertumpu pada lima prinsip utama:

1. Fasilitasi ruang belajar dan berkarya bagi generasi muda.
2. Penciptaan peluang kerja baru melalui pelatihan dan inkubasi.
3. Penguatan industri kreatif lokal sebagai mesin ekonomi baru.
4. Pemosisian Makassar sebagai barometer ekonomi kreatif Indonesia Timur.
5. Dukungan terhadap festival dan gerakan publik berbasis seni dan budaya.

Kemudian, puluhan Workshop dan Lokakarya Disiapkan. Program MCH mencakup lebih dari 50 workshop, forum diskusi, dan lokakarya kreatif, antara lain. Workshop Creative Writing, Personal Branding, Social Media Marketing, hingga Green Business dan Visual Storytelling.

Lokakarya tematik seperti City Branding, Recycle Your Clothes, Produksi Musik Elektronik, hingga Sinrilik sebagai warisan budaya lokal. Inkubasi khusus seperti Inkubator Produser Pertunjukan, Acting Class, dan Kreativa – Merancang Mainan untuk membentuk skill profesional baru.

Forum diskusi strategis seperti Mind, Talent dan Capital Mapping dan Forum Edukasi Bisnis Film juga akan mempertemukan komunitas, pelaku industri, dan calon investor. Menjadi Simpul Kreatif Indonesia Timur. Dengan pelibatan banyak pihak dan program yang berlapis, Makassar Creative Hub diharapkan menjadi simpul ekosistem kreatif terbesar di Indonesia Timur, tempat talenta tumbuh, komunitas bertemu, dan peluang kerja baru tercipta. (sie/all)

Berita Terkait

Munafri-Aliyah Rangkul Buruh, Peringati May Day 2026 Bersama Lewat Fun Walk
May Day Makassar 2026 Dikemas Humanis, Diawali Jalan Sehat dan Panggung Gembira
Munafri Tinjau Urban Farming di Tamalate–Wajo, Targetkan Kemandirian Pangan Bagi Warga
Makassar Perkuat Kesiapsiagaan, Munafri-Aliyah Tekankan Kolaborasi Jadi Kunci Utama Hadapi Bencana
Pesan Appi ke JCH Makassar: Luruskan Niat, Jaga Kesehatan, Haji adalah Perjalanan Spiritual, Bukan Rekreasi
Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 Berlangsung Khidmat
Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai Bahagia, Bupati Jeneponto Pimpin Semarak Hari Jadi ke-163
Sambut Hari Buruh 2026, Pemkot Makassar Libatkan Forkopimda Pusatkan Perayaan May Day di Lapangan Karebosi
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:36 WIB

Munafri-Aliyah Rangkul Buruh, Peringati May Day 2026 Bersama Lewat Fun Walk

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:10 WIB

May Day Makassar 2026 Dikemas Humanis, Diawali Jalan Sehat dan Panggung Gembira

Rabu, 29 April 2026 - 22:13 WIB

Makassar Perkuat Kesiapsiagaan, Munafri-Aliyah Tekankan Kolaborasi Jadi Kunci Utama Hadapi Bencana

Rabu, 29 April 2026 - 15:25 WIB

Pesan Appi ke JCH Makassar: Luruskan Niat, Jaga Kesehatan, Haji adalah Perjalanan Spiritual, Bukan Rekreasi

Senin, 27 April 2026 - 13:48 WIB

Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 Berlangsung Khidmat

Berita Terbaru