Gali Kearifan Nagari dan Ammatoa, Dosen UT Rancang Klinik Adat Penyelesaian Perceraian

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Peneliti Universitas Terbuka

Tim Peneliti Universitas Terbuka

Jakarta, allnatsar.id — Universitas Terbuka (UT) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi hukum berbasis kearifan lokal. Melalui tim peneliti akademisnya, UT meluncurkan riset strategis bertajuk “Pengembangan Prototipe Klinik Adat Pusat Mediasi Berbasis Nagari dan Ammatoa sebagai Model Komparatif Terintegrasi dalam Penyelesaian Perkara Perceraian di Luar Pengadilan.”

Penelitian ini memfokuskan kajian pada penggalian nilai-nilai budaya, mekanisme sosial, serta praktik musyawarah tradisional dari dua masyarakat adat legendaris di Indonesia. Sistem Nagari di Sumatera Barat dan masyarakat adat Ammatoa Kajang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

“Kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, tetapi memiliki daya rekat sosial yang sangat kuat. Melalui penelitian ini, kami ingin merajut nilai musyawarah adat dengan pendekatan mediasi modern tanpa mengesampingkan koridor hukum nasional yang berlaku,” ujar A. Rachmat Wirawan, Ketua Tim Peneliti UT.

Baca Juga :  Kemimpinan Munafri, BRIN Umumkan IDSD: Kota Makassar Skor Tertinggi, Lampaui Sulsel dan Nasional

Salah satu prioritas utama dalam riset ini adalah merumuskan pendekatan preventif dan responsif terhadap konflik keluarga, termasuk perkara perceraian.

Penelitian ini menyoroti poin-poin penting sebagai berikut:

  • Penguatan Musyawarah: Mendorong ruang dialog dan komunikasi konstruktif di tingkat masyarakat sebelum sengketa berkembang ke tahap yang lebih tajam.

  • Integrasi Hukum: Mekanisme adat yang dirumuskan tidak bertujuan menggantikan kewenangan pengadilan dalam memutus perkara perceraian, melainkan menjadi wadah mediasi non-litigasi (di luar pengadilan) yang sah dan harmonis.

  • Peran Tokoh Masyarakat: Memanfatkan penghormatan terhadap tokoh adat/masyarakat untuk menjaga keharmonisan tatanan sosial.

Pemilihan masyarakat Nagari dan Ammatoa Kajang didasarkan pada kekayaan struktur sosial dan keteguhan kedua komunitas dalam merawat nilai perdamaian.

Melalui metode studi komparatif, tim peneliti mengidentifikasi persamaan dan perbedaan serta menemukan simpul-simpul penyelesaian sengketa di kedua wilayah. Nilai Adaptif dengan mengambil ekstraksi nilai terbaik untuk diserap ke dalam prototipe sistem mediasi nasional yang lebih terstruktur.

Baca Juga :  TP PKK Makassar Kampanyekan Pemilahan Sampah Rumah Tangga dan Pengembangan Daur Ulang

Kajian akademik komprehensif ini dipimpin oleh A. Rachmat Wirawan selaku Ketua Peneliti, dengan memperkuat sinergi lintas disiplin bersama empat anggota tim peneliti:

  1. Avelyn Pingkan Komuna

  2. Eka Julianti

  3. Suci Rahmadini

  4. Yoga Muhammad Tampi

Kehadiran prototipe Klinik Adat Pusat Mediasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan ilmu hukum, sosiologi, dan kebijakan publik di Indonesia. Model ini diproyeksikan menjadi jembatan yang menyatukan kearifan lokal, teknik mediasi kontemporer, dan kerangka hukum nasional.

Langkah ini mempertegas peran Universitas Terbuka dalam menghadirkan riset terapan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam membangun budaya damai di tengah masyarakat.

Berita Terkait

Bantu Pendidikan Anak Kurang Mampu, Wali Kota Makassar Siapkan Beasiswa untuk Siswa SD-SMP
Hutan Wakaf dan Ekonomi Hijau: Upaya UNISAD Sengkang Mendorong Pembangunan Berkelanjutan
Munafri Sambut Baik Kolaborasi UI-Unhas, Perkuat Diplomasi Pelajar Hingga ASN
Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Timur Gelar PKM di Desa Gunung Silanu, Dorong Kemandirian Pangan Berbasis 4D
MTsN 2 Jeneponto Gelar Diklat Paskibra Gabungan, Cetak Generasi Muda yang Disiplin dan Berjiwa Pemimpin
Appi: Pendidikan Berkualitas Tak Hanya Soal Infrastruktur, SDM dan Adaptasi Jadi Kunci
Aliyah Mustika Ilham Buka Pembekalan Pra-CPMI, Tekankan Migrasi Aman dan Kompetensi Kerja
Membaca Ulang Pangadereng di Tengah Perubahan Zaman
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Bantu Pendidikan Anak Kurang Mampu, Wali Kota Makassar Siapkan Beasiswa untuk Siswa SD-SMP

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Hutan Wakaf dan Ekonomi Hijau: Upaya UNISAD Sengkang Mendorong Pembangunan Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Munafri Sambut Baik Kolaborasi UI-Unhas, Perkuat Diplomasi Pelajar Hingga ASN

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Timur Gelar PKM di Desa Gunung Silanu, Dorong Kemandirian Pangan Berbasis 4D

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:02 WIB

MTsN 2 Jeneponto Gelar Diklat Paskibra Gabungan, Cetak Generasi Muda yang Disiplin dan Berjiwa Pemimpin

Berita Terbaru