Kemarau dan Krisis Air, Munafri Bersama Warga Makassar Salat Istisqa Memohon Hujan

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar dan masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di halaman Masjid Al Markaz Al-Islami

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar dan masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di halaman Masjid Al Markaz Al-Islami

Makassar, allnatsar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar dan masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di halaman Masjid Al Markaz Al-Islami, Sabtu (5/9/2026) pagi.

Salat Istisqa digelar mulai pukul 07.00 Wita sebagai ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau panjang yang melanda Indonesia, termsuk Kota Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Imam Besar Masjid Al Markaz Al-Islami, Muammar Bakry, menjadi khatib sementara Salat Istisqa dipimpin Hasan Basri sebagai imam.

Kegiatan turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Wakil Bupati Soppeng Lutfi Halide, Kabintaljarahdam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf. Nofid Arifin, serta para kepala lembaga dan instansi vertikal.

Munafri mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa merupakan bentuk penghambaan manusia kepada Allah SWT sekaligus ikhtiar spiritual menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi saat ini.

“Kehadiran kita pada pagi hari ini adalah bentuk dari manifestasi penghambaan kita kepada Allah SWT. Hari ini kita hadir bersama-sama di halaman Masjid Al Markaz ini untuk memohon, meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, untuk menurunkan hujan,” ujarnya.

Munafri mengatakan musim kemarau yang berlangsung panjang telah berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Selain itu, ketersediaan air semakin menipis dan menimbulkan berbagai dampak,seperti pemadaman listrik bergilir.

Baca Juga :  Langkah Strategis PDAM Makassar, Siapkan Solusi Jangka Pendek dan Panjang Atasi Krisis Air di Musim Kemarau

Ia mengungkapkan prakiraan BMKG yang memperkirakan hujan turun pada akhir Oktober merupakan sebuah prediksi, sementara manusia tetap dapat berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT.

“Ini perkiraan. Tapi semua ada yang mengatur, dan hari ini kita hadir bersama-sama untuk meminta kepada Pengaturnya untuk menurunkan. Doa-doa kita menjadi cara yang terbaik untuk menyampaikan ini kepada Sang Pengatur, Sang Maha Kuasa, Allah SWT,” tuturnya.

Munafri yang akrab disapa Appi menyebut kondisi kekeringan tersebut juga telah membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengambil langkah penanganan kedaruratan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Pemkot Makassar terus melakukan penanganan secara langsung di wilayah yang mengalami kekeringan. Munafri bahkan turun langsung telah meninjau sejumlah lokasi dan memastikan kebutuhan air masyarakat mendapat intervensi pemerintah.

Lebih jauh, dibawah kepemimpinan Appi, Pemkot Makassar saat ini tengah melakukan upaya penanganan air bersih jangka panjang dengan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Baca Juga :  Pesan Keras Wali Kota Makassar ke OPD: Tegaskan Disiplin Kinerja 2026, Tak Siap Ikut Ritme Silakan Mundur

Munafri menyebut tahun ini Pemerintah melakulan penambahan sekitar 18 SPAM di sejumlah titik untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber air.

Sejalan dengan upaya itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Kota Makassar terus dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di sekitar 50 hingga 60 titik setiap hari.

“Kita support dengan berbagai macam tahap. Baik melalui pembangunan SPAM, terus ada Dinas Pemadam, Dinas BPBD yang turun setiap hari hampir 50 sampai 60 titik untuk mendistribusi kebutuhan air,” jelasnya.

Tidak sampai disitu, Pemerintah juga mengintervensi sumber-sumber air yang masih tersedia di tengah masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Kami bantu untuk secepatnya memberikan mesin baru karena cuma satu mesin jalan 24 jam untuk cover dua RW. Ini kami coba cepat untuk mengintervensi hal-hal yang seperti ini,” katanya.

Appi menegaskan, pemerintah akan terus memaksimalkan berbagai sumber air yang masih tersedia agar distribusinya dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Di mana ada sumber-sumber air yang maksimal, langsung kita intervensi supaya kebutuhan air ini bisa terdistribusi dengan baik,” pungkasnya.

Berita Terkait

Appi Tegas Soal Rotasi Lurah: Penilaian Murni dari Kinerja di Wilayah, dan Turun Langsung ke Masyarakat
Appi Warning Camat-Lurah Tinggalkan Kebiasaan Santai, Harus Inovasi Menuju Impactful Governance
Kader TIDAR Soroti Kriminalitas di Sulsel, Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Geng Motor
Penataan Parkir Malam Digencarkan, Perumda Parkir Makassar Temukan Jukir Tak Resmi
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Perairan Tenggara Selayar, Dirasakan hingga Jampea
APBD Perubahan Makassar Rp5,26 Triliun, Efisiensi Belanja Berpotensi Hemat Rp50 Miliar
APBD Perubahan Makassar Tembus Rp5,26 Triliun, Appi Minta OPD Kejar Serapan 95 Persen
Perumda Parkir Makassar Raya Rayakan HUT ke-27, Perkuat Transformasi dan Komitmen Pelayanan Prima
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Appi Tegas Soal Rotasi Lurah: Penilaian Murni dari Kinerja di Wilayah, dan Turun Langsung ke Masyarakat

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Appi Warning Camat-Lurah Tinggalkan Kebiasaan Santai, Harus Inovasi Menuju Impactful Governance

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Kader TIDAR Soroti Kriminalitas di Sulsel, Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Geng Motor

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Penataan Parkir Malam Digencarkan, Perumda Parkir Makassar Temukan Jukir Tak Resmi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Perairan Tenggara Selayar, Dirasakan hingga Jampea

Berita Terbaru