Kinerja Lurah Dievaluasi, Appi: Saya Mau Pastikan Mereka Benar-Benar Bekerja

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin

Makassar, allnatsar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan peringatan keras kepada jajaran lurah yang dinilai belum menunjukkan kinerja maksimal dalam menjalankan tugas pelayanan pemerintahan dan kemasyarakatan.

Menurut Munafri, lurah memiliki posisi strategis karena menjadi pejabat pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.

“Lurah lebih tahu kondisi masyarakat di lapangan karena dekat dengan lingkungan sekitar. Sehingga pantau wilayah dan sosialisasi program,” jelas Appi, Jumat (28/8/2026), menekankan agar Lurah pantau Kebersihan kanal dan lingkungan.

Karena itu, lanjut dia seorang lurah semestinya mengetahui secara langsung kondisi lingkungan, persoalan warga hingga berbagai persoalan yang muncul di wilayahnya.

Munafri bahkan menyoroti adanya laporan mengenai sejumlah lurah yang dinilai lebih banyak menghabiskan waktu di luar kantor dibandingkan menjalankan tugasnya sebagai pemimpin wilayah.

“Saya mendapatkan laporan, ada lurah yang lebih banyak nongkrong di warkop daripada di kantornya. Itu Ada,” tegas Munafri.

Ia mengatakan, laporan yang diterimanya bukan hanya terkait lurah yang dinilai malas bekerja. Ada pula lurah yang secara kondisi fisik memang tidak mampu menjalankan tugas secara maksimal.

“Lurah yang sakit, tolong juga disampaikan kepada saya. Karena banyak kinerja yang belum maksimal. Ada lurah yang tidak bisa bekerja karena kondisi fisik,” imbuh alumni FH Unhas itu.

Namun, kata Munafri, kondisi tersebut harus dibedakan dengan lurah yang secara fisik sehat tetapi tidak menunjukkan kemauan untuk bekerja, apalagi ada lurah fokus urus bisnis.

“Ada juga lurah yang sehat, tapi memang tidak mau bekerja? Ada. Ada juga lurah lebih banyak di warkop daripada di kantornya, ada,” tuturnya.

“Ada juga lurah lebih banyak urus bisnisnya daripada urus kantornya, ada. Dan laporannya tidak sedikit,” sambung Munafri.

Menurutnya, jika terdapat pejabat yang karena kondisi kesehatan maupun faktor lainnya tidak mampu menjalankan tugas secara optimal, harus dicarikan solusi.

Munafri menegaskan, lurah tidak boleh hanya menunggu laporan dari bawahannya. Mereka harus turun langsung melihat kondisi wilayah, termasuk memantau persoalan kebersihan, persampahan serta menyapa masyarakat.

Ia menilai, kedekatan dengan masyarakat merupakan salah satu modal utama seorang lurah dalam memahami persoalan di wilayahnya.

Baca Juga :  Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin Hadiri Pembukaan Festival Phinisi 2025 di Bulukumba

“Lurah harus sudah turun pantau lingkungan, sampah dan sapa warga. Lurah itu yang lebih dekat dengan kondisi masyarakat. Kalau tidak begitu, susah juga nanti,” tegasnya.

Wali Kota Makassar juga mengingatkan bahwa tugas lurah bukan sekadar menjalankan rutinitas administrasi pemerintahan.

Lurah memiliki tanggung jawab dalam merencanakan, menyusun dan melaksanakan program kerja kelurahan, menjalankan pemberdayaan masyarakat.

Serta memastikan pelayanan publik dan ketenteraman wilayah berjalan dengan baik.

Karena itu, ia meminta kinerja lurah ke depan harus dapat diukur secara objektif.

“Kita akan rancang sebuah sistem di mana fungsi-fungsi pengawasan terhadap lurah ada di daerah yang akan terus memberikan pressure kepada lurah untuk mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diturunkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Munafri mengatakan, sistem pengawasan tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh lurah benar-benar menjalankan tugas kedinasan dan program pemerintahan.

“Saya tidak mau salah-salah lagi untuk memastikan supaya benar-benar Lurah ada kerjanya,” katanya.

Selain mengingatkan lurah, Munafri juga meminta camat melakukan penilaian secara objektif terhadap kinerja lurah di wilayah masing-masing.

Ia tidak ingin penilaian kinerja digunakan sebagai alat untuk menjatuhkan seorang lurah karena persoalan pribadi.

Menurutnya, lurah yang berkinerja buruk harus diberikan penilaian sesuai fakta. Namun, lurah yang bekerja baik juga tidak boleh diberikan penilaian buruk hanya karena persoalan dendam atau kepentingan pribadi.

“Kalau lurahnya jelek, kasih jelek supaya ada alasan kita untuk mengganti. Tapi jangan juga kalau bagus dikasih jelek karena dendam, karena sisi dendam pribadi. Enggak boleh juga seperti itu,” pesan Appi.

Munafri bahkan mengingatkan bahwa dirinya tidak menutup kemungkinan akan mengambil tindakan lebih tegas terhadap lurah yang terus-menerus bermasalah dengan camat maupun atasannya.

Ia meminta seluruh proses pembinaan dan evaluasi dilakukan secara profesional, tanpa intervensi kepentingan tertentu.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga mengingatkan jajaran kecamatan dan kelurahan mengenai pelaksanaan berbagai kegiatan masyarakat di wilayah masing-masing.

Menurutnya, kegiatan masyarakat harus tetap berjalan, tetapi pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran.

“Kita berharap agar kegiatan tidak dijadikan alasan bagi lurah untuk mencari pembiayaan kepada masyarakat secara berlebihan,” imbuh Munafri.

Baca Juga :  Appi Tegaskan PSEL Makassar Tunggu Arahan Pusat, Aspirasi Warga Tamalanrea Jadi Pertimbangan

Hal lain yang menjadi perhatian Munafri adalah persoalan kebersihan. Ia meminta setiap kegiatan yang dilaksanakan di tingkat kecamatan dan kelurahan sekaligus menjadi momentum edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah.

Appi menginstruksikan agar sebelum kegiatan dimulai, masyarakat diberikan sosialisasi sederhana mengenai sampah organik dan nonorganik serta pentingnya menjaga kebersihan lokasi acara.

“Di setiap acara, tolong sudah dihadirkan selalu sosialisasi terhadap pembersihan sampah. Sebelum kita mulai, nanti disampaikan ini sampah organik, ini nonorganik, ini harus bersih,” jelasnya.

Munafri tidak ingin kegiatan masyarakat justru meninggalkan persoalan baru berupa tumpukan sampah.

Selain persoalan sampah, Munafri juga meminta pemerintah di tingkat wilayah terus memperkenalkan berbagai inovasi dan layanan digital yang dimiliki Pemerintah Kota Makassar kepada masyarakat, termasuk Creative Hub dan aplikasi Lontara Plus.

Menurutnya, setiap kegiatan pemerintah harus menjadi ruang untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai program pelayanan yang tersedia.

Dia juga meminta jajaran kecamatan dan kelurahan memastikan kondisi lingkungan tetap terjaga setiap hari.
Menurutnya, persoalan kebersihan tidak boleh hanya menjadi perhatian ketika ada kegiatan atau agenda pemerintahan.

Wali Kota menuturkan bahwa masih ada potensi warga membuang sampah secara sembarangan, termasuk pada malam hari dengan memanfaatkan lokasi-lokasi yang sepi.

“Lurah yang ada di wilayah kalian menjadi rutinitas yang harus dijalankan secara baik. Setiap pagi bagaimana kondisi-kondisi ini tetap bisa terjaga,” katanya.

Karena itu, Munafri menilai pengawasan lingkungan harus dilakukan secara konsisten oleh aparat kecamatan dan kelurahan.

Munafri menegaskan, seluruh jajaran pemerintah wilayah harus memahami bahwa tugas utama mereka bukan hanya mengejar administrasi dan target angka, tetapi memastikan pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, evaluasi terhadap lurah akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kinerja, kehadiran, kemampuan menjalankan program, respons terhadap persoalan masyarakat serta kontribusi dalam menjaga kebersihan dan ketertiban wilayah.

“Yang saya mau pastikan adalah bagaimana semua Lurah benar-benar bekerja dan kegiatan kerjanya bisa dilihat,” pungkas Munafri.

Berita Terkait

Sisir Kawasan Toddopuli, TRC Perumda Parkir Tertiban Jukir Tanpa Atribut dan Pungutan di Atas Tarif
Kominfo Jeneponto melalui Bidang Humas Sosialisasikan Instrumen SAQ untuk Monev Keterbukaan Informasi Publik 2026
Wali Kota Appi Pastikan 6.472 PPPK Paruh Waktu Tetap Bekerja, Tekankan Disiplin dan Kinerja
Kurang Lebih 390 Ribu Bangunan di Makassar, Baru Sekitar 37 Persen Teridentifikasi Memiliki PBG
Bupati Jeneponto Buka Pelatihan Vokasi Nasional Batch V Tahun 2026, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Peluang Kerja Masyarakat
Cegah Pungutan Liar, Perumda Parkir Makassar Siapkan Kantong Parkir untuk Pengunjung Kalla RUN
Di Hadapan Tim Penilai Nasional, Appi Jelaskan Urban Farming hingga Penanganan Stunting, Dan Inovasi UMKM Berbasis Masyarakat
Appi Perkuat Forum Tripartit, Jaga Keseimbangan Hubungan Industrial dan Pertumbuhan Ekonomi Makassar
Berita ini 107 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:45 WIB

Sisir Kawasan Toddopuli, TRC Perumda Parkir Tertiban Jukir Tanpa Atribut dan Pungutan di Atas Tarif

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Wali Kota Appi Pastikan 6.472 PPPK Paruh Waktu Tetap Bekerja, Tekankan Disiplin dan Kinerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Kurang Lebih 390 Ribu Bangunan di Makassar, Baru Sekitar 37 Persen Teridentifikasi Memiliki PBG

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Bupati Jeneponto Buka Pelatihan Vokasi Nasional Batch V Tahun 2026, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Peluang Kerja Masyarakat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Cegah Pungutan Liar, Perumda Parkir Makassar Siapkan Kantong Parkir untuk Pengunjung Kalla RUN

Berita Terbaru