Munafri Dorong Lahirnya Bibit Muda Sepak Bola Lewat Asnawi Mangkualam Cup 2025

- Jurnalis

Jumat, 3 Oktober 2025 - 05:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa dalam pembukaan Asnawi Mangkualam Cup 2025

Foto: Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa dalam pembukaan Asnawi Mangkualam Cup 2025

Makassar, allnatsar.id – Semangat membangun generasi muda lewat olahraga kembali ditunjukkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Lewat ajang Asnawi Mangkualam Cup 2025, ia mendorong lahirnya bibit-bibit muda sepak bola di Kota Daeng agar terus mengasah bakat dan talenta.

Turnamen yang resmi dibuka di Lapangan Sepak Bola Kampus UPRI, Jalan Nipa-Nipa, Kamis (2/10/2025), tak hanya menjadi ajang kompetisi, tapi juga wadah pembinaan dan harapan baru bagi masa depan sepak bola Makassar.

Hadir mendampingi Wali Kota, Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, Camat Manggala, serta mantan pesepakbola Nasional Bahar Muharram, yang ikut memberi warna dalam suasana pembukaan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya bibit-bibit muda sepak bola di Kota Daeng.

Pria yang akrab disapa Appi itu menilai kehadiran kompetisi usia muda seperti ini sangat penting sebagai wadah pembinaan berjenjang. Ia optimistis, 5 hingga 10 tahun ke depan, anak-anak yang tampil dalam turnamen ini akan mampu menghiasi panggung sepak bola nasional.

“Pertandingan sepak bola Asnawi Mangkualam Cup ini menjadi perhatian kami. Dengan hadirnya kompetisi kelompok umur, kita akan menjaring bibit baru,” ujarnya.

“Insya Allah, 5 sampai 10 tahun mendatang, anak-anak inilah yang akan menghiasi panggung sepak bola nasional Indonesia,” lanjut Munafri.

Baca Juga :  Lindungi Generasi Muda dari Nikotin, Pemkot Makassar Perkuat Regulasi Pengendalian Tembakau

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menekankan sistem kompetisi di tanah air yang terlalu banyak memberi ruang bagi pemain asing. Menurutnya, hal itu berpotensi menghambat kesempatan bagi talenta lokal untuk berkembang.

“Saya sangat peduli dan konsen pada pembinaan sepak bola. Seharunsya, kita memberikan ruang bagi anak-anak kita tumbuh menjadi pemain nasional,” ujarnya.

Selain pembinaan, Munafri juga menyinggung minimnya fasilitas olahraga di Makassar selama ini, khususnya sepak bola.

Oleh sebab itu, ia menegaskan kedepan Pemkot berkomitmen menghadirkan lebih banyak sarana latihan, terutama di Kecamatan Manggala dan Kecamatan lain.

“Kami sadar infrastruktur olahraga masih sangat minim. Ini menjadi komitmen Pemkot Makassar untuk menghadirkan tempat latihan bagi anak-anak kita ke depan,” tuturnya.

“Ke depan kita akan siapkan wadah agar talenta-talenta sepak bola terus tumbuh,” tambah dia.

Munafri juga memberikan apresiasi tinggi kepada panitia pelaksana, keluarga besar Bahar Muharram, serta keluarga besar Asnawi Mangkualam yang turut berperan dalam penyelenggaraan turnamen ini.

Baca Juga :  Andi Suharmika Beberkan Progres Stadion Untia: Warga Makassar Tak Perlu Lagi ke Parepare

Politisi Golkar itu menyebut,sosok Asnawi sebagai inspirasi nyata bagi generasi muda sepak bola Makassar.

“Asnawi Mangkualam adalah contoh nyata. Di usia muda ia sudah melegenda, memperlihatkan talenta luar biasa. Saya berharap anak-anak yang cinta bola bisa mengikuti jejaknya,” ucap Munafri.

Menutup sambutannya, Munafri menitip pesan khusus kepada perangkat pertandingan. Ia meminta wasit memimpin secara adil dan profesional, karena hal itu akan membentuk karakter pemain sejak dini.

“Kalau anak-anak sejak kecil sudah dipertontonkan keputusan yang tidak adil, mereka akan membawa itu sampai besar. Jadi wasit harus adil, biarkan mereka bermain lepas sesuai kemampuan,” pesannya.

Tak lupa, Munafri juga mengingatkan agar pertandingan dijaga dari potensi kericuhan. Menurutnya, kerap kali bukan pemain di lapangan, melainkan penonton yang memicu provokasi.

“Ini adalah pertandingan sepak bola, jangan sampai berubah jadi pertandingan karate. Panitia dan aparat keamanan harus menjaga agar suasana tetap kondusif,” tegasnya.

Berita Terkait

KONI Kota Makassar Tinjau Kesiapan ESI, Targetkan Dominasi E-Sport di Porprov Mendatang
Ribuan Peserta Tumpah Ruah di Losari, MHM 2026 Berlangsung Meriah dan Spektakuler
Kawal MHM 2026, Perumda Parkir Makassar Turunkan Tim TRC dan Pengawas Lapangan di 12 Titik
12.400 Peserta MHM 2026 Dongkrak Ekonomi Kota, Hotel hingga UMKM Diprediksi Panen
Persib Bandung Resmi Segel Gelar Juara BRI Super League 2025/2026, Cetak Sejarah Hattrick Tak Terbendung
Akhiri Penantian 22 Tahun, Arsenal Resmi Kunci Gelar Juara Liga Inggris Musim 2025/2026
Drama Menit Berdarah di Parepare: Maung Bandung Jinakkan Ayam Jantan dari Timur 2-1
Dominasi Tanpa Batas: Manchester City Ukir Sejarah Baru Usai Tekuk Chelsea di Final Piala FA 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:11 WIB

KONI Kota Makassar Tinjau Kesiapan ESI, Targetkan Dominasi E-Sport di Porprov Mendatang

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:16 WIB

Ribuan Peserta Tumpah Ruah di Losari, MHM 2026 Berlangsung Meriah dan Spektakuler

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:38 WIB

Kawal MHM 2026, Perumda Parkir Makassar Turunkan Tim TRC dan Pengawas Lapangan di 12 Titik

Jumat, 29 Mei 2026 - 01:40 WIB

12.400 Peserta MHM 2026 Dongkrak Ekonomi Kota, Hotel hingga UMKM Diprediksi Panen

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:27 WIB

Persib Bandung Resmi Segel Gelar Juara BRI Super League 2025/2026, Cetak Sejarah Hattrick Tak Terbendung

Berita Terbaru