Makassar, allnatsar.id – Momentum Kongres II Persatuan Alumni Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (PATSi UMI) menjadi panggung bagi lahirnya visi-visi besar.
Salah satu kader potensial, Mahmud La Kaiya, secara resmi mengusung misi transformasi membawa PATSi UMI menembus panggung nasional hingga internasional untuk periode 2026–2030.
Legislator DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menegaskan bahwa PATSi UMI harus berevolusi menjadi organisasi alumni yang progresif, adaptif terhadap tantangan global, serta mampu memberikan nilai tambah nyata bagi alumni dan pembangunan bangsa.
“PATSi UMI harus bertransformasi menjadi organisasi yang mampu menghadirkan nilai tambah bagi alumni dan menjadi bagian dari solusi pembangunan,” ujar Mahmud dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026).
Menurut Mahmud, kepemimpinan PATSi di masa depan tidak boleh lagi terjebak pada urusan domestik organisasi. Ketua umum terpilih dituntut jeli membangun jejaring (networking) lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi profesi, hingga lembaga internasional.
Untuk mencapai pengakuan di tingkat nasional, Mahmud menawarkan beberapa langkah taktis, di antaranya integrasi basis data, pemetaan potensi, dan sinergi lintas generasi.
Di level nasional, Mahmud mendorong PATSi UMI untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan motor penggerak.
Ia mengusulkan pembentukan pusat kajian kebijakan infrastruktur serta penyelenggaraan forum-forum diskusi nasional yang mampu menghasilkan rekomendasi konkret bagi pembuat kebijakan.
“Pengakuan tidak lahir dari klaim organisasi, tetapi dari kemampuan memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat dan negara. PATSi harus dikenal sebagai organisasi yang produktif, relevan, dan berdampak,” tegasnya.
Tidak tanggung-tanggung, visi Go Internasional yang diusung Mahmud ditargetkan menyasar kawasan ASEAN dan global.
Ia berencana membuka ruang kerja sama dengan organisasi profesi dan komunitas teknik luar negeri, serta mendorong alumni aktif dalam konferensi global dan publikasi ilmiah.
Bagi Mahmud, eksistensi internasional ini harus diisi oleh kontribusi nyata, bukan sekadar simbolis.
“Kita ingin PATSi dikenal karena kontribusinya, karena kualitas alumninya, dan karena kemampuannya membangun kolaborasi lintas batas,” imbuhnya optimis.
Sebagai penutup, Mahmud meyakini kombinasi kepemimpinan visioner, manajemen profesional, dan partisipasi aktif alumni akan menjadi kunci utama membawa PATSi UMI menjadi organisasi yang diperhitungkan di Indonesia dan dunia.









