Jakarta, allnatsar.id – Memasuki hari kelima pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), pemerintah terus memacu pengiriman bantuan logistik secara masif atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Hingga Kamis (20/8/2026), akumulasi bantuan yang berhasil disalurkan ke wilayah terdampak telah menembus angka 253 ton.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa armada udara kembali diberangkatkan pada Rabu dini hari pukul 04.00 WIB dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Sebanyak lima pesawat dikerahkan untuk membawa 65 ton logistik tambahan. Bantuan tersebut mencakup bahan pangan, air bersih, tenda darurat, kit kesehatan, serta kebutuhan pokok pengungsi lainnya.
Guna mempercepat rantai distribusi, pemerintah menetapkan dua pusat kendali operasional (posko utama) yaitu Posko Labuan Bajo yang berfokus menopang distribusi bantuan menuju Kabupaten Manggarai dan Ngada. Sementara Posko Maumere menjangkau wilayah penyaluran di Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Pengiriman bantuan dilakukan secara terpadu memanfaatkan seluruh konektivitas transportasi. Penyaluran bantuan jalur udara memanfaatkan helikopter, pesawat Cassa, serta armada udara berukuran kecil untuk menjangkau titik krusial.
Jalur Laut didukung penuh oleh tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) TNI Angkatan Laut dan satu kapal rumah sakit yang dijadwalkan segera berlabuh.
Sedangkan untuk jalur darat berdasarkan laporan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), seluruh akses darat utama di daerah terdampak telah pulih dan bisa dilalui kendaraan sejak hari kedua pascabencana.
Pemerintah terus memantau penanganan kedaruratan secara berkala agar seluruh proses evakuasi dan pemulihan berjalan cepat.
Seskab Teddy turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel TNI/Polri, relawan, dan elemen masyarakat yang sigap bergotong royong sehingga bantuan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh para korban bencana.







