Penentuan 1 Syawal 1447 H: Potensi Perbedaan Global dan Mekanisme Keputusan Pemerintah Indonesia

- Jurnalis

Kamis, 19 Maret 2026 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, allnatsar.id  Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri tahun 2026 diperkirakan kembali menghadirkan perbedaan di sejumlah Negara. Hal ini disebabkan oleh perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriah, yakni antara metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan langsung).

Berdasarkan data astronomi, terdapat tiga kemungkinan waktu pelaksanaan Idul Fitri secara global, yaitu pada 19, 20, dan 21 Maret 2026.

Untuk tanggal 19 Maret 2026, hampir tidak ada Negara yang menetapkan Idul Fitri pada hari tersebut. Hal ini dikarenakan posisi hilal pada 18 Maret 2026 masih berada di bawah kriteria visibilitas di sebagian besar wilayah dunia.

Sementara itu, 20 Maret 2026 berpotensi menjadi hari Idul Fitri bagi pihak yang menggunakan metode hisab. Di Indonesia, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Baca Juga :  Aliyah Mustika Ilham Gelar "Phinisi Sailing" dan Ramah Tamah Bersama Wakil Menteri Kebudayaan RI

Adapun 21 Maret 2026 diperkirakan menjadi hari Idul Fitri bagi Negara-negara yang menggunakan metode rukyat dengan kriteria visibilitas hilal, termasuk Indonesia (pemerintah), Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Hal ini merujuk pada kriteria MABIMS yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menetapkan secara resmi 1 Syawal 1447 H melalui sidang isbat yang digelar pada 29 Ramadan 1447 H atau bertepatan dengan 19 Maret 2026.

Sidang isbat merupakan mekanisme resmi pemerintah dalam menentukan awal bulan Hijriah dengan mengombinasikan dua pendekatan utama, yaitu hisab dan rukyat. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, antara lain Majelis Ulama Indonesia, organisasi kemasyarakatan Islam, serta lembaga terkait seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Baca Juga :  Laporan APBD 2024, Realisasi Capai 84 Persen, Pemkot Makassar Rinci Pendapatan dan Belanja 2024

Tahapan sidang isbat meliputi pemaparan posisi hilal secara astronomis, verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia, sidang tertutup untuk pengambilan keputusan, serta pengumuman resmi oleh Menteri Agama.

Melalui mekanisme ini, pemerintah berupaya menghadirkan keputusan yang tidak hanya akurat secara ilmiah, tetapi juga memiliki legitimasi keagamaan serta menjaga persatuan umat Islam di Indonesia.

Perbedaan potensi penetapan Idul Fitri diharapkan dapat disikapi secara bijak oleh masyarakat, dengan tetap menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghormati dalam menjalankan ibadah.

Berita Terkait

Milad ke-79 HMI, KAHMI–BADKO HMI Sulsel Gelar Buka Puasa Bersama
Munafri dan Wamen PKP Kunjungi Kawasan Kumuh di Pannampu, Pemkot Siapkan Penataan RTLH dan Infrastruktur
Munafri–Mendag Pantau Pasar Terong hingga Ritel Modern, Harga Pangan Makassar Relatif Terkendali
Jelang Lebaran, Prabowo Subianto Pastikan Pasokan Pangan Aman dan Terjangkau
Realisasi Belanja Negara Tumbuh Signifikan hingga Akhir Januari 2026, Tembus Rp227 Triliun
Kemimpinan Munafri, BRIN Umumkan IDSD: Kota Makassar Skor Tertinggi, Lampaui Sulsel dan Nasional
Munafri Usulkan Penyelesaian Tapal Batas Makassar–Gowa di Forum Kemendagri
Sinergi Pusat-Pemkot Makassar, Munafri Perkuat Tata Kelola Fiskal Daerah Bersama Dirjen Kemendagri
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 11:33 WIB

Penentuan 1 Syawal 1447 H: Potensi Perbedaan Global dan Mekanisme Keputusan Pemerintah Indonesia

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:25 WIB

Milad ke-79 HMI, KAHMI–BADKO HMI Sulsel Gelar Buka Puasa Bersama

Sabtu, 7 Maret 2026 - 02:47 WIB

Munafri dan Wamen PKP Kunjungi Kawasan Kumuh di Pannampu, Pemkot Siapkan Penataan RTLH dan Infrastruktur

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:30 WIB

Munafri–Mendag Pantau Pasar Terong hingga Ritel Modern, Harga Pangan Makassar Relatif Terkendali

Selasa, 3 Maret 2026 - 07:38 WIB

Jelang Lebaran, Prabowo Subianto Pastikan Pasokan Pangan Aman dan Terjangkau

Berita Terbaru