Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Cs Per 10 Juni 2026, Pertalite dan Biosolar Dipastikan Tetap

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, allnatsar.id  PT Pertamina (Persero) melalui subholding komersialnya, PT Pertamina Patra Niaga, resmi mengumumkan penyesuaian harga untuk sejumlah produk Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di seluruh wilayah Indonesia yang berlaku mulai hari ini, Rabu (10/6/2026).

Langkah ini diambil setelah melalui proses evaluasi berkala dengan mempertimbangkan fluktuasi harga minyak mentah dunia serta pergerakan nilai tukar rupiah.

Meski lini produk Pertamax mengalami kenaikan signifikan, pemerintah bersama Pertamina berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar demi melindungi daya beli masyarakat luas.

Rincian perubahan harga BBM Pertamina yang berlaku per 10 Juni 2026:

Pertalite (RON 90) tetap di harga Rp10.000,

Biosolar tetap di harga Rp6.800,

Pertamax (RON 92) dari harga Rp12.300 menjadi Rp16.250 (naik p3.950),

Pertamax Green 95 dari harga Rp12.900 menjadi Rp17.000 (naik Rp4.100),

Pertamax Turbo (RON 98) tetap di harga Rp20.750,

Baca Juga :  BPBD Kota Makassar Tangani Bencana Angin Kencang di Kecamatan Manggala, Tiga Rumah Terdampak

Dexlite (CN 51) tetap di harga Rp23.000,

Pertamina Dex (CN 53) tetap di harga Rp24.800.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa formula penyesuaian harga mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga keekonomian pasar yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan bersama pemerintah sebagai regulator. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas di seluruh penjuru negeri,” ujar Roberth dalam siaran persnya, Rabu (10/6/2026).

Pertamina juga memastikan bahwa pasokan untuk seluruh jenis produk BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, berada dalam kondisi aman di seluruh jaringan SPBU nasional.

Berdasarkan data tren energi global dari Kementerian ESDM, penyesuaian ini tidak lepas dari melambungnya harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP). Rata-rata ICP sepanjang periode Januari hingga Mei 2026 telah menembus angka US$ 91,8 per barel.

Baca Juga :  Ketua Umum HMI Badko Sulsel Menyayangkan Mundurnya Rahayu Saraswati : Gerindra dan DPR RI Kehilangn Figur Muda Progresif 

Situasi geopolitik global dan pemangkasan produksi minyak dari sejumlah negara produsen utama terus mendorong harga pasar keekonomian BBM beroktan tinggi berada di atas harga jual sebelumnya.

Menanggapi penyesuaian ini, sejumlah pengamat ekonomi menilai kebijakan mempertahankan harga Pertalite dan Biosolar sudah sangat tepat.

Kenaikan harga pada BBM non-subsidi diprediksi hanya akan memberikan dampak psikologis jangka pendek pada kelompok masyarakat kelas menengah ke atas selaku pengguna utama Pertamax.

Meski ada risiko cost-push inflation (inflasi akibat naiknya biaya produksi/distribusi), dampaknya diyakini dapat diredam karena sektor logistik, transportasi massal, dan UMKM sebagian besar masih ditopang oleh BBM bersubsidi yang harganya dijaga ketat oleh pemerintah hingga akhir tahun 2026.

Berita Terkait

Bupati Jeneponto Luncurkan Aplikasi TANGKAS, Perkuat Transformasi Digital Layanan Kepegawaian ASN
Pemkot Makassar Mulai Tender Stadion Untia, Proyek Strategis Rp350 Miliar Masuk Tahap Pemilihan Penyedia
Hubungan Penegak Hukum Memanas, Taslim Arifin Soroti Rapuhnya Desain Bernegara
Makassar Jadi Kota Pertama Pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia, Appi: Toleransi Terus Kita Perkuat
Gempa M 4,7 Guncang Sulawesi Barat, Terasa hingga Makassar Akibat Aktivitas Sesar Naik Selat Makassar
BPBD Makassar Perkuat Inovasi SALAMA, Bangun Budaya Sadar Bencana Sejak Usia Dini
Wali Kota Appi Susuri Lorong di Wilayah Utara, Pastikan Air PDAM Mengalir ke Rumah Warga
Roem: LONTARA+ Tuai Apresiasi Pada Forum Komdigi di APEKSI, Daerah Siap Belajar ke Makassar
Berita ini 113 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:55 WIB

Bupati Jeneponto Luncurkan Aplikasi TANGKAS, Perkuat Transformasi Digital Layanan Kepegawaian ASN

Jumat, 10 Juli 2026 - 04:59 WIB

Pemkot Makassar Mulai Tender Stadion Untia, Proyek Strategis Rp350 Miliar Masuk Tahap Pemilihan Penyedia

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:04 WIB

Makassar Jadi Kota Pertama Pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia, Appi: Toleransi Terus Kita Perkuat

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:33 WIB

Gempa M 4,7 Guncang Sulawesi Barat, Terasa hingga Makassar Akibat Aktivitas Sesar Naik Selat Makassar

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:11 WIB

BPBD Makassar Perkuat Inovasi SALAMA, Bangun Budaya Sadar Bencana Sejak Usia Dini

Berita Terbaru