Pemkot Dukung Pembangunan Hunian Vertikal, Butuh Regulasi dan Integrasi Infrastruktur

- Jurnalis

Rabu, 4 Juni 2025 - 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, allnatsar.id – Pengurus Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan, ingin berkolaborasi dengan pemerintah Kota Makassar, dalam mewujudkan hunian vertikal yang terjangkau bagi masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan seperti Makassar.

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan, H. Mahmud Lambang, mengatakan hunian vertikal atau rumah susun menjadi solusi nyata untuk mengatasi keterbatasan lahan dan tingginya kebutuhan tempat tinggal di kota besar.

Namun, Ia mengakui bahwa hunian jenis ini masih kurang diminati, baik oleh konsumen maupun pengembang perumahan.

“Memang hunian vertikal bisa menjadi solusi persoalan hunian di perkotaan. Sehingga butuh kolaborasi dengan pemerintah kota untuk pembangunan kedepan,” ujarnya, saat silaturahmi dengan Wali Kota Makassar, di kantor Balai Kota, Rabu (4/6/2025).

Ia mengungkapkan, saat ini Kota Makassar memiliki potensi besar untuk pengembangan rumah susun. Sejumlah lokasi telah diidentifikasi sebagai titik potensial pembangunan hunian vertikal, seperti di kawasan Panakkukang, Lakkang yang masuk wilayah konservasi, dan wilayah Antang.

“Kami berharap pemerintah kota bisa menyiapkan lokasi-lokasi tersebut untuk kami kembangkan. Ini adalah peluang besar untuk kerja sama antara REI Sulsel dan Dinas Perumahan,” harap Mahmud.

Mahmud juga menekankan pentingnya konsep yang matang dalam pembangunan hunian vertikal agar mampu menjadikan Makassar sebagai kota percontohan di kawasan Indonesia Timur.

Baca Juga :  Pola Pengelolaan Parkir Event "On The Weekend" Sukses dan Nihil Aduan, Perumda Parkir Makassar Raya Jadikan Standar Baru

Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan REI sangat diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu, REI dan Pemkot Makassar berkolaborasi dalam pengembangan perumahan.

“Makassar menjadi kota transit yang berkembang pesat, dan kita harus saling mendukung. Kami juga mendukung penuh program Presiden tentang pembangunan tiga juta rumah,” tutupnya.

Dengan dukungan dari REI Sulsel dan kerja sama strategis dengan pemerintah daerah, diharapkan solusi hunian vertikal dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal layak di Kota Makassar.

Sementara, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mendukung pengembangan hunian vertikal sebagai solusi pemenuhan kebutuhan tempat tinggal di perkotaan.

Hal ini disampaikan seiring dengan proses penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Makassar yang tengah digodok pemerintah.

“Kota Makassar ini sementara digodok RDTR-nya, sehingga pola pembangunan kita harus mengikuti perencanaan tersebut. Dalam hal ini, tentu ada keterkaitan erat dengan REI sebagai mitra pengembang perumahan,” kata Munafri.

Ia menekankan pentingnya penyediaan infrastruktur pendukung dalam pembangunan kawasan pemukiman, termasuk keberadaan fasilitas pendidikan seperti kampus dan rumah sakit.

Baca Juga :  Transformasi Pemikiran Bisnis Mahasiswa UMI, Sulaiman Hanan Bawa Perspektif Akseleratif

Menurutnya, konsep hunian ke depan harus mengakomodasi kebutuhan kenyamanan keluarga secara menyeluruh. Makassar harus punya infrastruktur pembangunan yang terintegrasi.

“Kampus dan rumah sakit harus memiliki fasilitas hunian atau housing. Karena masyarakat selalu mencari lokasi yang nyaman untuk tinggal bersama keluarga. Ini yang kita konsepkan, antara gedung, pemukiman, dan fasilitas publik lainnya,” jelasnya.

Munafri melihat peluang besar dalam pengembangan hunian vertikal dan menyatakan kesiapan Pemkot untuk menyediakan lahan yang dibutuhkan. Namun, ia menegaskan perlunya regulasi yang kuat dan sistem yang mendukung integrasi antara pemukiman dan akses transportasi.

Peluang membangun tempat tinggal vertikal sangat terbuka. Pemkot siap mendukung dan menyiapkan lahan.

“Tapi tentu dibutuhkan regulasi yang kuat agar pembangunan berjalan baik. Hunian ini juga harus terintegrasi dengan akses kendaraan dan sarana kota lainnya,” tegasnya.

Ia menutup dengan menyampaikan bahwa ketersediaan hunian layak merupakan kebutuhan mendesak bagi masa depan Kota Makassar.

“Pemkot berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait guna mewujudkan kota yang ramah dan layak huni bagi semua,” tukasnya.

Berita Terkait

Gelar Ngopi Bareng, Pemkab Jeneponto Salurkan 200 Unit Pompa Air untuk Petani
Semarak HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Bedah 419 Rumah hingga Nikah Massal Gratis
Wali Kota Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027 dan Rampung Akhir Tahun
Bupati Jeneponto Lantik Tiga Pejabat, Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Publik
Milad ke-60 KAHMI, Wali Kota Appi Buka Ruang Kritik dan Gagasan untuk Pembangunan Makassar
Bupati Paris Yasir Buka Kompetisi Inovasi Daerah 2026, Dorong OPD Hadirkan Terobosan Berdampak Nyata
Di Hadapan Praja Muda IPDN, Appi Paparkan Sapta MULIA: Makassar Harus Jadi Ruang Tamu Indonesia
Appi Tegaskan PSEL Makassar Tunggu Arahan Pusat, Aspirasi Warga Tamalanrea Jadi Pertimbangan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Gelar Ngopi Bareng, Pemkab Jeneponto Salurkan 200 Unit Pompa Air untuk Petani

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Semarak HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Bedah 419 Rumah hingga Nikah Massal Gratis

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Wali Kota Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027 dan Rampung Akhir Tahun

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Bupati Jeneponto Lantik Tiga Pejabat, Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Publik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Milad ke-60 KAHMI, Wali Kota Appi Buka Ruang Kritik dan Gagasan untuk Pembangunan Makassar

Berita Terbaru