Maros, allnatsar.id — Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan berhasil menemukan puing-puing dan bagian badan pesawat ATR 42-500 dalam operasi pencarian setelah pesawat tersebut hilang kontak dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.
Pesawat jenis ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT, yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT), dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) saat melintas di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, ketika sedang mendekati Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
Puing pertama yang ditemukan berupa fragmen jendela pesawat sekitar pukul 07.46 WITA, kemudian dilanjutkan dengan temuan bagian badan pesawat berukuran besar dan bagian ekor di lereng pegunungan kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung. Temuan ini menjadi petunjuk penting bagi tim SAR untuk mempersempit area pencarian.
Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyatakan bahwa temuan itu kini menjadi fokus tim untuk mengamankan lokasi dan melakukan pendataan puing, sekaligus menyesuaikan taktik operasi di medan yang sangat terjal dan menantang.
Pesawat itu mengangkut 11 orang, terdiri dari 8 kru pesawat dan 3 penumpang yang dipastikan berada di dalam pesawat saat kontak terakhir. Proses identifikasi korban sedang dipersiapkan oleh tim DVI (Disaster Victim Identification) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.
Operasi SAR kini terfokus pada pencarian korban selamat sekaligus evakuasi jenazah, dengan dukungan berbagai unsur termasuk Basarnas, TNI, Polri, dan aparat lokal. Cuaca buruk dan medan pegunungan yang curam disebut sebagai tantangan utama dalam upaya pencarian.
Pesawat itu hilang kontak setelah terakhir menjalin komunikasi dengan Air Traffic Control (ATC) sambil mendekati rute pendaratan di Makassar. Upaya untuk mengarahkan kembali pesawat ke jalur pendekatan telah dilakukan, namun kontak terputus tak lama kemudian.
Pencarian melibatkan ribuan personel dan berupaya keras memanfaatkan koordinat temuan puing untuk mengarahkan tim SAR di lapangan.
Lokasi penemuan puing berada di sekitar Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Operasi SAR dilanjutkan dengan harapan menemukan korban selamat, meskipun medan dan kondisi cuaca menjadi kendala signifikan.
*Dikutip dari berbagai sumber







