Pemkot Makassar Matangkan Kampung Siaga Bencana di Tamalanrea, Perkuat Kesiapan Warga

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin

Makassar, allnatsar.id — Langkah konkret memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana kembali digagas Pemerintah Kota Makassar.

Melalui Dinas Sosial, program pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) kini mulai dimatangkan dengan rencana pemusatan di Kecamatan Tamalanrea sebagai pilot project.

Gagasan ini mengemuka saat Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, bertemu langsung dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota, Rabu (8/4/2026).

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas pengukuhan Kampung Siaga Bencana, tetapi juga dirangkaikan dengan dorongan percepatan digitalisasi bantuan sosial sebagai bagian dari reformasi pelayanan publik.

Usai bertemu Wali Kota Munafri, Kadis Sosial Andi Bukti menegaskan bahwa pembentukan Kampung Siaga Bencana bukan sekadar program seremonial, melainkan upaya strategis untuk membangun kesiapsiagaan berbasis komunitas.

“Kecamatan Tamalanrea kami usulkan, karena memiliki karakter wilayah yang representatif, baik dari sisi kepadatan penduduk maupun potensi kerawanan bencana, sehingga dinilai tepat menjadi percontohan awal,” jelasnya.

Tahun sebelumnya, lewat usulan Pemkot, Kementerian Sosial menetapkan dua Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Manggala dan Kecamatan Biringkanaya pada September 2025, program ini berfokus pada mitigasi banjir.

Lebih lanjut, Andi Bukti Djufrie, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 pihaknya sempat mengusulkan pembentukan dua KSB baru.

Baca Juga :  Walikota Munafri: Konten Kreator & Media Jadi Mitra Strategis Pemkot Makassar

Namun, berdasarkan ketentuan yang ada, hanya satu yang disetujui karena adanya jeda waktu pengajuan program.

“Tahun 2026 ini kita mengusulkan dua, tetapi yang disetujui hanya satu. Setelah kita telusuri, memang harus ada jeda dua tahun untuk bisa mendapatkan lagi. Tapi saya tetap dorong, akhirnya disetujui satu,” ujarnya.

KSB yang disetujui tersebut akan dipusatkan di Kecamatan Tamalanrea. Wilayah ini dipilih karena dinilai memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, sehingga membutuhkan penguatan kesiapsiagaan masyarakat.

“Yang satu ini kita bawa ke Tamalanrea, karena dianggap rawan juga di situ, sehingga kita fokuskan,” ungkapnya.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi objek penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga bertransformasi menjadi subjek yang tangguh, terlatih, dan mampu melakukan mitigasi secara mandiri.

Setiap elemen warga akan dilibatkan, mulai dari relawan, tokoh masyarakat, hingga perangkat kelurahan, dengan dukungan pelatihan, simulasi, dan sistem peringatan dini.

Di sisi lain, penguatan program ini juga akan terintegrasi dengan sistem digitalisasi bantuan sosial. Upaya ini bertujuan memastikan penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, sekaligus meminimalisir potensi tumpang tindih data penerima manfaat.

Sinergi antara penguatan kapasitas masyarakat dan modernisasi sistem bantuan ini menjadi bagian dari visi besar Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan kota yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga tangguh secara sosial dan adaptif terhadap berbagai tantangan, termasuk bencana.

Baca Juga :  Kader TIDAR Soroti Kriminalitas di Sulsel, Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Geng Motor

Dijelaskan, pengukuhan Kampung Siaga Bencana di Tamalanrea dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 April 2026, dan akan dilaksanakan di Monas pada pukul 16.00 WITA, serta dikukuhkan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

“Kegiatan nantinya, juga direncanakan dihadiri oleh pejabat dari pemerintah pusat, termasuk Sekretaris Jenderal dan Direktur Jenderal,” terangnya.

Dengan bertambahnya KSB di Tamalanrea, Pemkot Makassar berharap sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas semakin kuat dan mampu meminimalkan dampak bencana di tingkat lokal.

Ia menilai keberadaan KSB sangat strategis karena berbasis masyarakat dan mampu menjadi garda terdepan dalam merespons bencana.

Ke depan, Dinas Sosial menargetkan pembentukan KSB di lebih banyak wilayah rawan di Kota Makassar. Sejumlah kecamatan seperti Panakkukang dan Tamalate juga masuk dalam rencana pengusulan berikutnya.

“Kita lihat daerah yang rawan banjir atau musibah lainnya, di situ yang kita dorong. Kemarin sebenarnya saya usulkan Panakkukang dan Tamalanrea, tapi yang disetujui hanya satu. Mudah-mudahan tahun depan bisa kita tambah lagi, termasuk Tamalate,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berdayakan dan Lindungi Pekerja Rentan, Makassar Raih Terbaik I Jamsostek Award 2026
Di Hadapan Praja Muda IPDN, Appi Paparkan Sapta MULIA: Makassar Harus Jadi Ruang Tamu Indonesia
Wujud Kepedulian Sosial, Bupati Jeneponto Salurkan Bantuan Sandang bagi Penyandang Disabilitas
Kader TIDAR Soroti Kriminalitas di Sulsel, Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Geng Motor
Membaca Ulang Pangadereng di Tengah Perubahan Zaman
HIPMI Sulsel Gandeng Coach Armala, Perkuat Kaderisasi Kepemimpinan Pengusaha Muda
Kuasa Hukum Korban Investasi MBG, Ajukan Gugatan Minta Hak dan Keadilan Kliennya Ditegakkan
Kemarau Panjang, PDAM Makassar Kerahkan Tangki dan Pickup Salurkan Air Gratis ke Lorong-lorong Warga
Berita ini 114 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Berdayakan dan Lindungi Pekerja Rentan, Makassar Raih Terbaik I Jamsostek Award 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Di Hadapan Praja Muda IPDN, Appi Paparkan Sapta MULIA: Makassar Harus Jadi Ruang Tamu Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Wujud Kepedulian Sosial, Bupati Jeneponto Salurkan Bantuan Sandang bagi Penyandang Disabilitas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Kader TIDAR Soroti Kriminalitas di Sulsel, Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Geng Motor

Selasa, 29 September 2026 - 22:58 WIB

Membaca Ulang Pangadereng di Tengah Perubahan Zaman

Berita Terbaru