Mengintegrasikan Teori di Balik Tongkonan: Field Trip Ekowisata Mahasiswa Pertanian UIT ke Toraja

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

field trip ekowisata Fakultas Pertanian UIT

field trip ekowisata Fakultas Pertanian UIT

Makassar, allnatsar.id — Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar menggelar kegiatan field trip bagi mahasiswa mata kuliah Ekowisata di kawasan Toraja, Sulawesi Selatan, pada Jumat hingga Minggu (8-10 Mei 2026).

Kegiatan ini dirancang untuk membedah lebih dalam mengenai keseimbangan antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi berbasis lingkungan.

Selama tiga hari, para mahasiswa mengunjungi tiga titik krusial di Toraja Utara, yakni Desa Adat Ke’te Kesu’ di Desa Pantanakan Lolo, situs pemakaman gua Londa, serta situs megalitik Kalimbuang Bori.

Dosen Penanggung Jawab Mata Kuliah, Dr. Harlina, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Toraja dipandang sebagai laboratorium hidup yang ideal untuk mempelajari bagaimana pariwisata tetap berpijak pada akar tradisi tanpa merusak ekosistem sosial dan alamnya.

“Tujuan utama dari field trip ini adalah agar mahasiswa dapat mengidentifikasi potensi nyata di lapangan, memahami model pengelolaan yang diterapkan, serta melihat sejauh mana peran masyarakat lokal dalam rantai ekowisata tersebut,” ujar Dr. Harlina.

Beliau menambahkan bahwa metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) sangat krusial dalam pendidikan pertanian dan pariwisata. Menurutnya, teori yang didapatkan di ruang kelas harus diintegrasikan dengan praktik nyata agar mahasiswa memiliki kepekaan terhadap isu-isu keberlanjutan.

Baca Juga :  Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Pertanian UIT Kunjungi TPS 3R Rusunawa Mariso

Dalam narasi ekowisata modern, keterlibatan masyarakat merupakan pilar utama. Di Ke’te Kesu’, mahasiswa berdialog dengan pengelola setempat mengenai bagaimana mempertahankan arsitektur Tongkonan yang telah berusia ratusan tahun sembari tetap memfasilitasi kebutuhan wisatawan mancanegara.

Baca Juga :  Wali Kota Munafri Dukung Penuh Kongres Nasional PABMI di Makassar

Sementara itu, di Londa dan Kalimbuang Bori, fokus kajian diarahkan pada pengelolaan lanskap alam yang memiliki nilai sakral. Mahasiswa diajak melihat bagaimana pembatasan fisik dan aturan adat (Pemali) secara tidak langsung berfungsi sebagai instrumen konservasi lingkungan.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya sekadar menjadi turis, tetapi bertindak sebagai peneliti muda yang mampu memberikan solusi atau pemikiran inovatif terkait pengembangan desa wisata di masa depan,” tambah Dr. Harlina.

Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak lulusan Fakultas Pertanian UIT yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki wawasan luas mengenai tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan, sejalan dengan tren global yang kian mengarah pada pariwisata ramah lingkungan.

Berita Terkait

Usai Bertamu Appi, Pertamina Janji Tingkatkan Pelayanan SPBU dan Urai Antrean Lewat Buffer Zone 24 Jam
Respon Antrean BBM, Wali Kota Appi Keluarkan Edaran Sekolah di Makassar Daring Mulai 12 September
Wali Kota Makassar Bekali Ribuan Maba Bosowa Jadi Bagian dari Pembangunan Kota
Hadiri Maulid KKDB, Appi Dorong Penguatan Silaturahmi dan Pendidikan Adab dari Keluarga
Bupati Jeneponto Buka Pengabdian kepada Masyarakat UIN Alauddin Makassar, Perkuat Kompetensi Guru Hadapi Transformasi Pendidikan
Pemkot Makassar Perkuat Sarana Persampahan, Armada Ditambah dan Mesin Pengolah Sampah
Dosen UNM Latih Kreativitas Seni Digital Siswa SMP Ranggong Daeng Romo Berbasis Aplikasi SketchBook
Muballigh Diajak Jadi Penggerak Perubahan, Melinda Aksa Paparkan Transformasi Pengelolaan Sampah Makassar
Berita ini 136 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 22:01 WIB

Usai Bertamu Appi, Pertamina Janji Tingkatkan Pelayanan SPBU dan Urai Antrean Lewat Buffer Zone 24 Jam

Jumat, 11 September 2026 - 18:34 WIB

Respon Antrean BBM, Wali Kota Appi Keluarkan Edaran Sekolah di Makassar Daring Mulai 12 September

Rabu, 9 September 2026 - 16:51 WIB

Wali Kota Makassar Bekali Ribuan Maba Bosowa Jadi Bagian dari Pembangunan Kota

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Hadiri Maulid KKDB, Appi Dorong Penguatan Silaturahmi dan Pendidikan Adab dari Keluarga

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Bupati Jeneponto Buka Pengabdian kepada Masyarakat UIN Alauddin Makassar, Perkuat Kompetensi Guru Hadapi Transformasi Pendidikan

Berita Terbaru