Kelangkaan BBM di Sulsel Menjerit, HMI Korkom UIT Tantang Menteri ESDM Dialog Terbuka di Jalanan Makassar

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, allnatsar.id – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi berlarut-larut di wilayah Sulawesi Selatan memicu gelombang protes dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat.

Menanggapi kondisi yang kian mencekik ekonomi warga, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat (Korkom) Universitas Indonesia Timur (UIT) melayangkan ajakan dialog terbuka langsung di jalanan kota Makassar kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang direncanakan akan hadir di Makassar dalam waktu dekat.

Aksi ini dipicu oleh keresahan mendalam atas mandeknya pasokan BBM, terutama jenis bersubsidi, yang menyebabkan antrean mengular panjang di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sulawesi Selatan dalam beberapa pekan terakhir.

Alumni HMI Korkom UIT, Irwan Abbas, menegaskan bahwa krisis ini bukan lagi sekadar masalah teknis distribusi biasa, melainkan cerminan dari kegagalan tata kelola energi di tingkat pusat.

Sebagai pihak yang merasakan langsung dampak krisis ini, Irwan menyebut situasi di daerah jauh lebih memprihatinkan daripada di ibu kota provinsi.

“Saya sebagai alumni HMI Korkom UIT merasakan langsung bagaimana sulitnya mendapatkan BBM di Makassar. Kalau di kota besar seperti Makassar saja suasananya sudah seperti ini, bisa dibayangkan bagaimana kondisi saudara-saudara kita yang ada di daerah (kabupaten/kota lain). Akses mereka jauh lebih terbatas dan terpukul,” ujar Irwan Abbas saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga :  Antisipasi Kelangkaan, Sekda Jeneponto Pantau 3 SPBU dan Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying BBM

Lebih lanjut, Irwan menyatakan bahwa benang kusut kelangkaan BBM ini tidak boleh dilepaskan dari tanggung jawab moral dan fungsional kementerian terkait.

Mengingat PT Pertamina (Persero) berada di bawah garis koordinasi dan pengawasan Kementerian ESDM, maka kebijakan kuota, pengawasan, hingga mitigasi kelangkaan sepenuhnya berada di meja Menteri ESDM.

“Tentu kondisi ini tidak lepas dari kapasitas Menteri ESDM selaku regulator tertinggi. Pertamina itu berada di bawah naungan Kementerian ESDM. Jika pasokan ke rakyat macet dan roda ekonomi lumpuh karena antrean solar atau pertalite, maka kompas kepemimpinan di kementerian tersebut patut kita pertanyakan,” tegas Irwan.

Kelangkaan BBM di Sulawesi Selatan saat ini telah memicu efek domino yang merugikan masyarakat luas.

Baca Juga :  Bertemu Appi, Dirut Pertamina Pastikan Stok BBM Ditambah dan Pelayanan SPBU Dimaksimalkan

Antrean kendaraan roda empat dan truk logistik yang mencapai ratusan meter di bahu jalan tidak hanya membuang waktu produktif para sopir, tetapi juga menghambat distribusi barang pokok. Hal ini memicu kekhawatiran terjadinya lonjakan harga pangan akibat membengkaknya biaya transportasi.

Petani yang membutuhkan BBM untuk mesin traktor dan nelayan yang bersiap melaut menjadi korban paling terdampak di daerah. Kelangkaan ini perlahan mematikan mata pencaharian mereka secara perlahan.

Ajakan HMI Korkom UIT untuk berdialog di jalanan bukan tanpa alasan. Jalanan adalah ruang visual tempat rakyat menderita demi mengantre BBM. HMI ingin Menteri ESDM melihat secara telanjang realitas di lapangan, bukan sekadar menerima laporan di atas meja kerja yang nyaman.

HMI Korkom UIT menegaskan bahwa dialog terbuka ini adalah ruang uji transparansi bagi pemerintah. Jika Kementerian ESDM memiliki solusi konkret, mereka ditantang untuk menyampaikannya langsung di hadapan massa rakyat dan mahasiswa yang hari ini menjadi korban dari kelangkaan energi di lumbung Indonesia Timur.

Berita Terkait

Gelar Ngopi Bareng, Pemkab Jeneponto Salurkan 200 Unit Pompa Air untuk Petani
Semarak HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Bedah 419 Rumah hingga Nikah Massal Gratis
Wali Kota Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027 dan Rampung Akhir Tahun
Bupati Jeneponto Lantik Tiga Pejabat, Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Publik
Bupati Paris Yasir Buka Kompetisi Inovasi Daerah 2026, Dorong OPD Hadirkan Terobosan Berdampak Nyata
Appi Tegaskan PSEL Makassar Tunggu Arahan Pusat, Aspirasi Warga Tamalanrea Jadi Pertimbangan
Temui Walikota, Direksi Perumda Parkir Paparkan Penataan Area Parkir Tiga Kawasan Strategis
Sekda Jeneponto Buka FGD I Penyusunan RDTR Kawasan Perkotaan Allu dan Tanetea
Berita ini 298 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Gelar Ngopi Bareng, Pemkab Jeneponto Salurkan 200 Unit Pompa Air untuk Petani

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Semarak HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Bedah 419 Rumah hingga Nikah Massal Gratis

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Wali Kota Appi Tinjau Penimbunan Stadion Untia, Konstruksi Awal 2027 dan Rampung Akhir Tahun

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Bupati Jeneponto Lantik Tiga Pejabat, Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Publik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Bupati Paris Yasir Buka Kompetisi Inovasi Daerah 2026, Dorong OPD Hadirkan Terobosan Berdampak Nyata

Berita Terbaru