Kecamatan Ujung Pandang Edukasi Warga Pulau Lae-Lae Pilah Sampah, 353,1 Kg Berhasil Dikumpulkan

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR , allnatsar.id— Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang terus memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat hingga ke wilayah kepulauan.

Kali ini, edukasi pemilahan sampah dan aksi bersih lingkungan digelar di kawasan pesisir RW 003, Kelurahan Lae-Lae, Jumat (17/7/2026), sebagai bagian dari dukungan terhadap program Makassar Zero Waste.

“Dalam rangka mendukung program Makassar Zero Waste dan mewujudkan lingkungan yang bersih serta sehat, kami melakukan kegiatan Gerakan Zero Sampah di Wilayah RW 003 Kelurahan Lae-Lae pada Jumat, 17 Juli 2026,” ujar Nanin,” kata Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar.

Kegiatan tersebut melibatkan Ketua RT/RW, aparat Kecamatan Ujung Pandang, staf Kelurahan Lae-Lae, masyarakat setempat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Negeri Makassar (UNM).

Nanin Sudiar mengatakan, edukasi pengelolaan sampah di wilayah pulau menjadi sangat penting mengingat keterbatasan lahan serta posisi Lae-Lae yang berada di kawasan pesisir sehingga sangat rentan terhadap pencemaran laut akibat sampah.

“Perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengurangan sampah,” tuturnya.

“Karena itu, warga diberikan pemahaman agar mulai memilah sampah sejak dari rumah sebelum diangkut ke tempat pengolahan,” sambung ibu Camat.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diedukasi untuk memisahkan sampah ke dalam tiga kategori utama.

Pertama, sampah organik berupa sisa makanan dan dedaunan yang dapat diolah menjadi kompos.

Baca Juga :  Gubernur Andalan Harap Kota Makassar Menjadi Role Model Pengelolaan Persampahan

Kedua, sampah anorganik seperti plastik, kertas, kardus, logam, dan botol yang memiliki nilai ekonomi melalui proses daur ulang atau disetorkan ke bank sampah.

Ketiga, sampah residu yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.
Selain itu, warga juga diberikan edukasi mengenai dampak buruk penggunaan plastik sekali pakai terhadap lingkungan, khususnya ancaman mikroplastik bagi ekosistem laut dan biota pesisir.

Masyarakat juga diperkenalkan cara sederhana mengolah sampah organik menjadi pupuk yang ramah lingkungan.

Edukasi tersebut menjadi semakin relevan seiring kebijakan baru Pemerintah Kota Makassar yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026, di mana Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa hanya akan menerima sampah residu.

Kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah Kota Makassar dari metode open dumping menuju sanitary landfill yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengambilan sampah dari rumah-rumah warga.

“Sampah yang terkumpul kemudian kita pilah berdasarkan jenisnya, ditimbang, sebelum dilanjutkan dengan aksi bersih lingkungan di kawasan pesisir,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah di pulau semakin meningkat kedaran sehingga dapat menjaga kebersihan.

Dari hasil penimbangan di pulau Lae-lae, total sampah yang berhasil dipilah mencapai 353,1 kilogram.

Baca Juga :  Komitmen Pemkot Dukung Program Presiden Prabowo, Diskop Gelar Retreat Koperasi Merah Putih

Rinciannya, sampah anorganik menjadi jenis yang paling banyak dikumpulkan dengan total 335,1 kilogram, terdiri atas 97,5 kilogram cup plastik, 167,6 kilogram botol plastik, 65 kilogram kardus, 2 kilogram aluminium, dan 3 kilogram kaleng minuman.

Sementara itu, sampah organik mencapai 10,1 kilogram, terdiri atas 3,6 kilogram organik kering dan 6,5 kilogram organik basah.

“Adapun sampah residu yang tidak dapat didaur ulang tercatat sebanyak 7,9 kilogram,” ungkapnya.

Nanin menegaskan, fokus utama Gerakan Zero Sampah bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi membangun kebiasaan masyarakat untuk mengelola sampah dari sumbernya melalui penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Dengan demikian, sampah yang berpotensi mencemari pesisir dan laut dapat ditekan semaksimal mungkin.

Ia berharap RW 003 Kelurahan Lae-Lae dapat menjadi kawasan percontohan dalam implementasi program Zero Sampah di wilayah kepulauan Kota Makassar.

Menurutnya, keberhasilan program ini hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perguruan tinggi.

Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan mahasiswa menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran bersama untuk mengelola sampah secara mandiri.

“Mari terus bergerak bersama mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi mendatang,” tutup Nanin. (*)

Berita Terkait

Pelayanan Makin Humanis, RSUD Daya Makassar Luncurkan Inovasi GELIAT Solusi Penahanan Pasien
Wakil Wali Kota Makassar Dukung Suksesnya Sensus Ekonomi 2026, Terima Audiensi BPS Kota Makassar
FORDES MATAPPA Dikukuhkan, Pemkab Luwu dan MDA Perkuat Ruang Dialog Masyarakat Lewat Program Jaga Desa
Alumni HMI Korkom UIT Desak KPK dan Kejagung Usut Dugaan Korupsi Batubara PLTU Rp5 Triliun, Tegaskan Tolak Kedatangan Menteri ESDM di Makassar
Sebanyak 63 Siswa Baru SMK Negeri 3 Jeneponto Ikuti MPLS Tahun Ajaran 2026/2027
Wujudkan Jeneponto Bahagia, Ribuan Warga Butta Turatea Padati Stadion Mini Belokallong Demi Nobar Piala Dunia
Di Balik Angka, Ada Hak Warga yang Terpenuhi: Dukcapil Jeneponto Terus Tingkatkan Layanan Administrasi Kependudukan
Respons Tuntutan HMI, Kabid Bina Marga PUPR Jeneponto Tegaskan Pengerjaan Jalan Ruku-Ruku Sesuai Mekanisme
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:27 WIB

Kecamatan Ujung Pandang Edukasi Warga Pulau Lae-Lae Pilah Sampah, 353,1 Kg Berhasil Dikumpulkan

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:34 WIB

Wakil Wali Kota Makassar Dukung Suksesnya Sensus Ekonomi 2026, Terima Audiensi BPS Kota Makassar

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:13 WIB

FORDES MATAPPA Dikukuhkan, Pemkab Luwu dan MDA Perkuat Ruang Dialog Masyarakat Lewat Program Jaga Desa

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:57 WIB

Alumni HMI Korkom UIT Desak KPK dan Kejagung Usut Dugaan Korupsi Batubara PLTU Rp5 Triliun, Tegaskan Tolak Kedatangan Menteri ESDM di Makassar

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:20 WIB

Sebanyak 63 Siswa Baru SMK Negeri 3 Jeneponto Ikuti MPLS Tahun Ajaran 2026/2027

Berita Terbaru