Jelang Hajatan Makassar Tuan Rumah IGS, Munafri Harap Kolaborasi APINDO Gaet Investasi

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, allnatsar.id —  Wali Kota Makassar, Arifuddin, mengajak kalangan dunia usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Selatan untuk berperan aktif mendukung gerakan pemilahan sampah dan penguatan program lingkungan hidup di Kota Makassar.

Ajakan tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi pengurus APINDO Sulsel di Balai Kota Makassar, Kamis (11/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Munafri menegaskan bahwa persoalan sampah dan lingkungan hidup tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah.

“Sehingga dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk dunia usaha, untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya,” ujar Munafri.

Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar saat ini terus mendorong berbagai program pemberdayaan lingkungan, seperti urban farming, komposter, Teba Modern, hingga penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).

“Kalau kita bisa berkolaborasi dengan dunia usaha, dampaknya akan jauh lebih besar,” tuturnya.

“Kita ingin membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah, kemudian diperkuat di lingkungan sekolah dan kawasan permukiman,” tambah Munafri.

Appi menjelaskan, salah satu bentuk dukungan yang dapat dilakukan APINDO adalah membantu menyediakan fasilitas penampungan sampah plastik di sekolah-sekolah maupun lingkungan masyarakat.

Menurutnya, program tersebut sangat memungkinkan untuk diterapkan di sekitar 300 Sekolah Dasar (SD) dan 50 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kota Makassar.

Baca Juga :  Mubes KKDB: Appi Gaungkan Kolaborasi, Usulkan Corner Wisata Terpadu di Makassar

Sampah plastik yang telah dipilah, seperti botol plastik dan kemasan lainnya, dapat dikumpulkan di titik-titik tertentu sebelum selanjutnya dikelola melalui sistem pengolahan sampah yang telah disiapkan pemerintah.

“Kita bisa siapkan tempat-tempat penampungan sampah plastik di lingkungan sekolah. Anak-anak kita ajarkan sejak dini untuk memilah sampah. Ini menjadi investasi budaya yang sangat penting untuk masa depan kota,” katanya.

Munafri menilai dukungan dunia usaha terhadap gerakan lingkungan tidak selalu membutuhkan biaya besar. Komitmen dan keberpihakan terhadap isu lingkungan justru menjadi nilai utama yang ingin dibangun bersama.

Menurutnya, APINDO dapat menjadi pelopor dalam mendeklarasikan diri sebagai organisasi usaha yang mendukung lingkungan hidup, sekaligus memperkuat komitmen terhadap green economy dan blue economy yang saat ini menjadi perhatian global.

Dikatakan, konsep ini sangat menarik karena APINDO bisa mendeklarasikan diri bersama Pemerintah Kota Makassar sebagai organisasi yang ramah lingkungan dan mendukung green economy maupun blue economy.

“Isu lingkungan saat ini menjadi isu yang sangat krusial. Bahkan tidak harus dengan biaya besar, cukup menunjukkan komitmen dan dukungan nyata terhadap gerakan lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga :  Awasi Tata Ruang dari Pesisir hingga Pulau, Distaru Makassar Hadirkan Inovasi Railing Besi

Lebih lanjut, Munafri mengungkapkan bahwa semangat pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan juga akan diperkenalkan kepada para tamu internasional yang akan hadir dalam kegiatan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Juni 2026 di Makassar.

Kota Makassar ditunjuk sebagai tuan rumah kegiatan yang diinisiasi Kementerian Luar Negeri tersebut dan akan menghadirkan sekitar 32 duta besar dari berbagai negara.

Momentum tersebut, kata Munafri, tidak hanya dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi investasi dan perdagangan Kota Makassar, tetapi juga menunjukkan berbagai praktik baik pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan masyarakat.

Ia berharap keterlibatan dunia usaha dalam mendukung pemilahan sampah, pengurangan sampah plastik, serta penguatan ekonomi sirkular dapat menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

“Yang kita bangun bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi gerakan bersama yang memberikan dampak nyata,” kata Appi.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Makassar serius membangun kota yang bersih, berkelanjutan, dan ramah lingkungan dengan dukungan seluruh elemen, termasuk dunia usaha,” sambung Appi, menutup keterangan.

Berita Terkait

Bersama Mentan RI, Wali Kota Munafri Ramaikan Fun Walk Dies Natalis ke-70 Unhas
Wali Kota Makassar Bekali Ribuan Maba Bosowa Jadi Bagian dari Pembangunan Kota
Wakapolres Instruksikan Tindak Tegas APMS Nakal
Audiensi dengan HMI, PLN UID Sulselbar Janji Respon Cepat Aduan dan Klaim Kerusakan Elektronik
Iuran Sampah Gratis di Kecamatan Makassar Capai 3.832 KK, Appi Siapkan Perluasan hingga 1.300 VA
Munafri Tepati Janji Politik: Beban Warga Dirinngankan, 9.307 KK Tamalate Bebas Iuran Sampah
Iuran Sampah Gratis Diperluas, 12.501 KK di Tamalanrea Berpotensi Nikmati Pembebasan di 2026
Appi Bawa Kepala OPD Menyeberang ke Pulau Sangkarrang, Janji Percepat Pembangunan di Pulau
Berita ini 105 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 14:02 WIB

Bersama Mentan RI, Wali Kota Munafri Ramaikan Fun Walk Dies Natalis ke-70 Unhas

Rabu, 9 September 2026 - 16:51 WIB

Wali Kota Makassar Bekali Ribuan Maba Bosowa Jadi Bagian dari Pembangunan Kota

Rabu, 9 September 2026 - 15:02 WIB

Wakapolres Instruksikan Tindak Tegas APMS Nakal

Selasa, 8 September 2026 - 21:02 WIB

Audiensi dengan HMI, PLN UID Sulselbar Janji Respon Cepat Aduan dan Klaim Kerusakan Elektronik

Selasa, 8 September 2026 - 18:56 WIB

Iuran Sampah Gratis di Kecamatan Makassar Capai 3.832 KK, Appi Siapkan Perluasan hingga 1.300 VA

Berita Terbaru