Tabrak Hasil Pemilihan Senat, Abdul Saman, Dekan FIP UNM di Gugat, Plt Rektor Diminta Turun Tangan

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, allnatsar.id – Dinamika internal di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) memanas jelang momentum strategis kampus.

Plt Rektor UNM, Farida Patittingi, diminta segera memberikan atensi dan arahan menyusul adanya laporan mengenai usulan pengangkatan Anggota Senat Pengganti Antar Waktu (PAW) yang dinilai tidak akomodatif terhadap aspirasi demokratis tingkat jurusan.

Berdasarkan dokumen surat permohonan petunjuk yang diperoleh, polemik ini mencuat dari Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) FIP UNM.

Surat tertanggal 2 Juni 2026 yang ditandatangani oleh Ketua Jurusan PG-PAUD, Muhammad Akil Musi dan kandidat peraih suara terbanyak, Muhammad Yusri Bachtiar tersebut, mengungkap adanya ketidaksesuaian mendasar antara hasil rapat dosen dengan usulan yang disorongkan oleh Dekan FIP UNM, Abdul Saman, kepada pihak rektorat.

“Surat ini diajukan kepada Ibu Rektor untuk dibuatkan surat Keputusan, namun isi surat tersebut tidak sesuai dengan mekanisme yang ada dalam Peraturan Rektor dan hasil rapat dosen yang telah berjalan di Jurusan PG-PAUD,” bunyi poin pertama surat permohonan petunjuk tersebut.

Baca Juga :  Perkuat Mutu Riset Dosen, LPPM UIT Gandeng Reviewer UNHAS dan UNM dalam Monev Internal Hibah DPPM 2025

Kronologi yang dipaparkan dalam dokumen menunjukkan bahwa Rapat Jurusan PG-PAUD sejatinya telah menetapkan hasil pemungutan suara yang sah dan demokratis untuk posisi Anggota Senat PAW.

Dalam rapat tersebut, Muhammad Yusri Bachtiar unggul telak dengan perolehan 15 suara, disusul Rusmayadi dengan 7 suara, sementara Azisah Amal tidak mendapatkan suara.

Namun, alih-alih mengusulkan peraih suara terbanyak sesuai dengan Peraturan Rektor Pasal 6 yang mengatur tata cara pemilihan, Dekan FIP UNM justru dilaporkan mengajukan nama Rusmayadi kandidat urutan kedua yang dalam prosesnya sempat melakukan aksi walk out saat pemungutan suara berlangsung.

Langkah Dekan FIP UNM ini dinilai mengabaikan konsensus dan etika akademik yang seharusnya dijunjung tinggi di lingkungan perguruan tinggi.

“Kami menganggap bapak Dekan FIP mengusulkan nama tidak sesuai dengan mekanisme dan peraturan Rektor serta tidak memperhatikan etika yang harus dijunjung oleh seorang dosen,” tegas poin keempat surat tersebut.

Aroma pengondisian struktural senat di tingkat fakultas ini diduga erat kaitannya dengan upaya pengamanan suara menjelang Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM yang akan datang.

Baca Juga :  Putusan MA Inkracht: SK Pencopotan Batal Demi Hukum, Prof Ichsan Ali Wajib Dipulihkan Kedudukannya

Dengan melompati mekanisme baku dan mengabaikan suara mayoritas mutlak di tingkat bawah, kebijakan dekanat memicu tanda tanya besar di kalangan civitas akademika mengenai objektivitas kepemimpinan di FIP UNM.

Menurut salah satu dosen UNM (Tidak bersedia disebut namanya), mengkonfirmasi bahwa betul Saman itu adalah dekan yang sangat merusak demokrasi di kampus, ambisius untuk kepentingan pribadinya menguasai senat demi meloloskan kandidat tertentu yang akan menggantikan dia di fakultas dan kepentingan pribadinya menuju pemilihan rektor UNM.

Orang itu sangat sindrom kekuasaan. Dia mau letakkan orang-orang yang sebenarnya cacat dalam segala hal. Mahasiswa juga tau kapasitas orang itu tapi karena saman punya ambisi yang lain terhadap kekuasaan di UNM, maan dia bermain.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelapor menyatakan kesiapannya untuk dipanggil oleh Plt Rektor guna memberikan klarifikasi lebih lanjut demi menjaga integritas dan marwah regulasi di kampus pencetak Umar Bakri tersebut.

Berita Terkait

Bupati Jeneponto Buka Festival Literasi 2026, Kukuhkan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten
Munafri-Aliyah Peringati United Nations Day Bersama Anak PAUD di Summarecon
Bantu Pendidikan Anak Kurang Mampu, Wali Kota Makassar Siapkan Beasiswa untuk Siswa SD-SMP
Hutan Wakaf dan Ekonomi Hijau: Upaya UNISAD Sengkang Mendorong Pembangunan Berkelanjutan
Munafri Sambut Baik Kolaborasi UI-Unhas, Perkuat Diplomasi Pelajar Hingga ASN
Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Timur Gelar PKM di Desa Gunung Silanu, Dorong Kemandirian Pangan Berbasis 4D
MTsN 2 Jeneponto Gelar Diklat Paskibra Gabungan, Cetak Generasi Muda yang Disiplin dan Berjiwa Pemimpin
Appi: Pendidikan Berkualitas Tak Hanya Soal Infrastruktur, SDM dan Adaptasi Jadi Kunci
Berita ini 160 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Bupati Jeneponto Buka Festival Literasi 2026, Kukuhkan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Munafri-Aliyah Peringati United Nations Day Bersama Anak PAUD di Summarecon

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Bantu Pendidikan Anak Kurang Mampu, Wali Kota Makassar Siapkan Beasiswa untuk Siswa SD-SMP

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Hutan Wakaf dan Ekonomi Hijau: Upaya UNISAD Sengkang Mendorong Pembangunan Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Munafri Sambut Baik Kolaborasi UI-Unhas, Perkuat Diplomasi Pelajar Hingga ASN

Berita Terbaru