Jeneponto, allnatsar.id – Pemerintah Desa Bulo-Bulo, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, terus menunjukkan komitmen nyata dalam menggerakkan roda perekonomian warga.
Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pemerintah desa secara konsisten melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas pada dua sektor usaha ketahanan pangan unggulan, yaitu budidaya ikan lele dan pertanian kacang hijau.
Langkah taktis ini diambil bukan hanya untuk menciptakan kemandirian ekonomi desa, tetapi juga sebagai strategi jangka panjang dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di tingkat lokal.
Di sektor perikanan darat, BUMDes Bulo-Bulo berhasil menjaga keberlanjutan budidaya ikan lele yang kini telah memasuki tahun kedua. Pengelola Budidaya Ikan Lele Desa Bulo-Bulo, Asrianto, S.Pd., mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 50 ribu ekor ikan lele yang siap dipanen.

“Kondisi ikan sangat baik dan siap panen. Untuk ukuran, saat ini rata-rata mencapai 5 ekor per kilogram dengan harga jual Rp13.000 per kilogram,” ujar Asrianto.
Produktivitas unit usaha ini terbilang luar biasa. Kepala Desa Bulo-Bulo menjelaskan bahwa siklus budidaya lele ini telah berjalan mandiri dan berkelanjutan. Dalam kurun waktu satu tahun, BUMDes mampu melakukan 4 hingga 5 kali panen, menjadikannya sumber pendapatan asli desa (PADes) yang potensial dan konsisten.
Tidak puas hanya di sektor perikanan, BUMDes Bulo-Bulo juga melebarkan sayapnya di sektor pertanian dengan memanfaatkan lahan seluas 2 hektar untuk ditanami kacang hijau. Pemilihan komoditas ini dinilai sangat tepat mengingat karakteristik lahan dan potensi pasarnya yang menjanjikan.
Jika tidak ada arah melintang, hamparan hijau tersebut diproyeksikan akan memasuki masa panen raya pada awal Agustus tahun ini. Keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat pilar ketahanan pangan desa dari sektor nabati.

Kepala Desa Bulo-Bulo menegaskan bahwa esensi utama dari kehadiran BUMDes ini bukan sekadar mengejar keuntungan materi, melainkan menjadi stimulus dan pusat pembelajaran bagi warga sekitar.
“Kami berharap dengan adanya usaha milik desa ini, BUMDes bisa memberikan wadah, ruang belajar, sekaligus inspirasi bagi masyarakat Desa Bulo-Bulo untuk ikut produktif. Jika masyarakat berdaya, ekonomi kuat, maka insya Allah kita bisa bersama-sama mewujudkan Jeneponto yang Bahagia,” pungkas Kepala Desa dengan optimis.
Melalui sinergi antara pemerintah desa, pengelola BUMDes, dan masyarakat, Desa Bulo-Bulo kini menjadi salah satu contoh desa di Kabupaten Jeneponto yang berhasil menerjemahkan program ketahanan pangan nasional menjadi aksi nyata yang menyejahterakan.
(Penulis: Maryullah Sahran, S.E / Biro Jeneponto)









