Dulu Penertiban, Kini Pemberdayaan: Appi Hidupkan Ekonomi Rakyat Lewat CFD

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin di Car Free Day (CFD) Jalan Rusa

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin di Car Free Day (CFD) Jalan Rusa

Makassar, allnatsar.id — Pemerintah Kota Makassar, menghadirkan ruang usaha alternatif agar para pedagang tetap memiliki kesempatan mencari nafkah sekaligus mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pembukaan Car Free Day (CFD) di Jalan Rusa, Kelurahan Maricaya, Kecamatan Makassar, Minggu (18/10/2026) pagi.

Diresmikan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan, keberadaan CFD harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, pengelolaannya perlu diarahkan untuk memberdayakan pelaku UMKM agar mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

“Pada hari ini, saya ingin menyampaikan bahwa kegiatan ini harus dimaksimalkan dengan baik. Artinya, kegiatan ini harus bermanfaat untuk masyarakat. Jangan dilakukan kalau tidak ada manfaatnya untuk masyarakat,” tegas Appi.

Hadirnya CFD memberikan bukti nyata bahwa, Penataan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Makassar tidak berhenti pada penertiban, tetapi disertai solusi.

Lokasi CFD lanjut Appi, diharapkan menjadi ruang publik yang tidak hanya mendorong budaya hidup sehat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya PKL dan pelaku UMKM yang terdampak penataan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).

“Melalui kawasan ini, masyarakat dapat berolahraga sekaligus menikmati beragam produk lokal, mulai dari kuliner, sayuran, pakaian, hingga aneka produk kreatif yang ditawarkan para pedagang,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Appi meminta Camat Makassar memprioritaskan warga setempat untuk mendapatkan ruang usaha di kawasan CFD tersebut.

Menurutnya, kesempatan berjualan harus dikelola secara adil agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari hadirnya ruang ekonomi baru tersebut.

“Ini perlu dijaga, agar UMKM yang hadir benar-benar mampu untuk dihidupkan, untuk diberdayakan, sehingga pendapatan dan kesejahteraan mereka bisa lebih meningkat lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Wawali Makassar Resmikan Program TAMASYA Wujud Komitmen Pentingnya Kesejahteraan Anak

Appi menjelaskan, pembukaan ruang publik seperti CFD merupakan bagian dari upaya menghadirkan titik-titik aktivitas baru di tengah kawasan perkotaan.

Dalam perspektif penataan kota, pendekatan tersebut dikenal sebagai akupunktur kota, yakni menghidupkan titik tertentu melalui intervensi yang mampu menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, Jalan Rusa tidak sekadar menjadi tempat masyarakat berolahraga dan berbelanja, tetapi juga ruang pertemuan warga untuk membangun interaksi sosial, mempererat kebersamaan, serta menggerakkan ekonomi lokal.

“Ini memang sangat penting kita membuka ruang-ruang. Kalau dalam istilah tata kotanya adalah akupunktur kota,” tuturnya.

“Sehingga terbuka ruang-ruang interaksi yang harus mempertemukan masyarakat dengan masyarakat yang ada untuk bagaimana memberdayakan masyarakat yang ada di sekitar,” sambung politisi Partai Demokrat itu.

Ia juga mengimbau Camat, Lurah, serta para ketua RT dan RW untuk menghadirkan kegiatan edukatif secara rutin setiap pekan.

Dengan begitu, CFD tidak hanya menjadi agenda olahraga mingguan, tetapi berkembang sebagai ruang publik yang produktif, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, Appi mengingatkan seluruh pihak agar menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan selama kegiatan berlangsung.

Dia menegaskan, persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan kewajiban bersama, termasuk pedagang dan pengunjung.

“Jangan setelah acara ini sampai jam 10.00, sampahnya masih berserakan di mana-mana. Sampah ini tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, tapi tanggung jawab kita semua,” katanya.

Appi juga meminta para pedagang makanan memperhatikan kebersihan dan higienitas produk yang dijual agar tetap aman dikonsumsi masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan agar CFD tidak menjadi ruang konflik atau perebutan lapak antarpedagang.

Baca Juga :  Makassar Dapat Jatah Program Strategis Pengelolaan Sampah dari Kementerian PU

Dikatakan, pengaturan los harus dilakukan secara tertib dan adil sehingga seluruh pelaku UMKM memperoleh kesempatan yang proporsional.

“Jangan tempat ini dijadikan tempat untuk saling jago-jagoan, tempat untuk berkelahi. Kalau itu terjadi, saya akan langsung tutup kegiatan ini,” pesan Ketua IKA FH Unhas itu.

Ia turut meminta panitia mengatur posisi lapak agar tidak menghalangi arus pejalan kaki. Jalur evakuasi harus tetap tersedia, termasuk akses bagi ambulans dan kendaraan darurat apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Munafri juga mengingatkan bahwa sesuai konsep Car Free Day, kendaraan tidak diperbolehkan melintas di kawasan tersebut selama jam pelaksanaan yang telah ditentukan.

Pada kesempatan itu, Appi menyampaikan terima kasih kepada warga, khususnya masyarakat yang bermukim di sekitar Jalan Rusa, karena telah memberikan ruang bagi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, keberlanjutan CFD sangat bergantung pada keterlibatan dan rasa memiliki seluruh masyarakat.

“Ini adalah tempat kita bersama. Tidak ada yang bisa menjaga tempat ini kalau bukan kita. Maka dari itu, mari kita menjaga tempat ini, menjaga acaranya setiap minggu berjalan dengan kondusif,” tuturnya.

Dia menambahkan, melalui CFD Jalan Rusa, Pemerintah Kota Makassar berharap penataan kawasan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, penertiban bukan menjadi akhir bagi aktivitas usaha para PKL, melainkan bagian dari upaya menghadirkan ruang berjualan yang lebih tertata, sekaligus mendorong UMKM tumbuh dan berkembang.

“Saya berharap kawasan ini menjadi contoh pemanfaatan ruang publik yang mampu menyatukan aktivitas olahraga, interaksi sosial, dan penguatan ekonomi kerakyatan dalam satu ruang kebersamaan,” tutup Appi.

Berita Terkait

Apron Terpasang, Bumbu Diracik, Munafri Sabet Juara I Lomba Masak Nasi Goreng Antar Kepala Daerah
Pappaseng Jadi Roh Logo HUT ke-419 Makassar, Appi: Budaya Lokal Warisan Leluhur Harus Dijaga
Tak Lagi Paksa Penumpang Masuk, Terminal Makassar Siapkan Strategi Baru Hidupkan Terminal Daya
Tancap Gas Menuju Pelantikan, DPP Kepmi Bone di Bawah Kepemimpinan Khaidir Siap Bersinergi dan Kawal Kemajuan Bone
Wali Kota Makassar Arahkan Perayaan HUT Kota ke-419 Dikemas Berdampak Bagi Warga
Bertemu Imam Masjid se-Makassar, Munafri Dorong Peran Masjid Jadi Ruang Pemberdayaan Warga
Aliyah Mustika Ilham Buka Pembekalan Pra-CPMI, Tekankan Migrasi Aman dan Kompetensi Kerja
Kuasa Hukum Korban Investasi MBG, Ajukan Gugatan Minta Hak dan Keadilan Kliennya Ditegakkan
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Apron Terpasang, Bumbu Diracik, Munafri Sabet Juara I Lomba Masak Nasi Goreng Antar Kepala Daerah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Dulu Penertiban, Kini Pemberdayaan: Appi Hidupkan Ekonomi Rakyat Lewat CFD

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Pappaseng Jadi Roh Logo HUT ke-419 Makassar, Appi: Budaya Lokal Warisan Leluhur Harus Dijaga

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Tak Lagi Paksa Penumpang Masuk, Terminal Makassar Siapkan Strategi Baru Hidupkan Terminal Daya

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Tancap Gas Menuju Pelantikan, DPP Kepmi Bone di Bawah Kepemimpinan Khaidir Siap Bersinergi dan Kawal Kemajuan Bone

Berita Terbaru