Makassar, allnatsar.id — Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kota Makassar. Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Rabu (8/10/2025) sekitar pukul 13.36 WITA menyebabkan sejumlah rumah dan satu unit sekolah mengalami kerusakan di Kampung Kajenjeng, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen cepat bersama unsur Damkarmat Kota Makassar, PLN, serta pemerintah Kelurahan dan Kecamatan Manggala.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan oleh Regu 3 Pos Carester Manggala, tercatat tiga unit bangunan terdampak, terdiri dari satu rumah rusak ringan, satu rumah terdampak, dan satu unit sekolah yang juga mengalami kerusakan ringan akibat terpaan angin.
Total tiga kepala keluarga (3 KK) dengan 10 jiwa terdampak dalam insiden tersebut. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa yang dilaporkan.
“Tim kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan pendataan, asesmen cepat, dan menyerahkan bantuan awal berupa terpal kepada warga terdampak. Saat ini kebutuhan mendesak lainnya berupa material stimulan masih dalam proses tindak lanjut,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Makassar, Muhammad Ilham Idris, S.E., M.Si.
Selain menyalurkan bantuan darurat, petugas juga membantu pembersihan sisa-sisa atap rumah warga yang terlepas akibat terpaan angin. Warga setempat turut bergotong royong bersama tim gabungan untuk memperbaiki bagian rumah yang mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. H. Muhammad Fadli, S.E., M.M., mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.
“Kami terus memantau kondisi cuaca bersama BMKG dan instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk mengamankan barang-barang ringan di luar rumah dan segera melapor ke BPBD jika terjadi kerusakan akibat angin kencang,” jelas Fadli.
BPBD Kota Makassar juga menegaskan bahwa pihaknya tetap siaga 24 jam untuk merespons laporan bencana di seluruh wilayah kota. Bantuan lanjutan akan disalurkan sesuai hasil asesmen kebutuhan lapangan.
Dengan sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan pascakejadian dapat berlangsung cepat dan efektif.







