Buka Kegiatan Pendampingan UMKM Busana, Melinda Aksa Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

- Jurnalis

Sabtu, 19 Juli 2025 - 12:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, bersama pengurus dan narasumber berfoto usai membuka kegiatan pendampingan kepada usaha busana lokal, Jumat (18/7/2025), di Gedung PKK Makassar.

Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, bersama pengurus dan narasumber berfoto usai membuka kegiatan pendampingan kepada usaha busana lokal, Jumat (18/7/2025), di Gedung PKK Makassar.

MAKASSAR, allnatsar.id — Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar, Melinda Aksa mendorong penguatan sektor usaha busana lokal melalui pendampingan dan pengembangan berkelanjutan.

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Pengembangan dan Pendampingan kepada Usaha Busana Lokal, yang berlangsung di Gedung PKK Makassar, Jumat (18/7/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Pokja III TP PKK Kota Makassar yang secara khusus mengundang para pengurus PKK kelurahan serta para pelaku usaha busana lokal Kota Makassar.

Melinda Aksa dalam sambutannya menekankan pentingnya upaya pemberdayaan ekonomi keluarga sebagai bagian dari misi besar PKK.

Ia menyebutkan Pokja III memiliki peran sentral dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian perempuan melalui pelatihan, keterampilan, serta pendampingan usaha.

“Salah satu fokus utama Pokja III adalah meningkatkan ekonomi keluarga melalui pemberdayaan, keterampilan, dan pendampingan usaha. Sektor busana lokal punya potensi besar untuk tumbuh dan bersaing, baik di pasar lokal, nasional, hingga internasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Walikota Munafri: Konten Kreator & Media Jadi Mitra Strategis Pemkot Makassar

Melinda menggarisbawahi Makassar memiliki kekayaan budaya dan wastra yang luar biasa seperti tenun sutra, songket, dan berbagai motif khas Bugis-Makassar yang sarat akan filosofi dan identitas. Potensi ini menurut Melinda harus terus dirawat dan dikembangkan melalui pendekatan inovatif.

“Potensi ini perlu terus didorong melalui inovasi, penguatan kapasitas, serta pendampingan yang berkelanjutan agar para pelaku usaha busana lokal bisa lebih siap bersaing di era digital dan global,” lanjut Melinda.

Ia berharap melalui kegiatan ini, pelaku UMKM busana lokal dapatkan wawasan baru serta bisa membangun jejaring yang lebih luas untuk menunjang keberlangsungan usaha mereka.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelaku usaha busana lokal dapat memperoleh ilmu, motivasi, dan jejaring baru untuk mengembangkan usahanya, baik dari segi desain, pemasaran digital, hingga manajemen usaha yang berorientasi pada keberlanjutan,” katanya.

Baca Juga :  Walikota Munafri: Setengah Belanja Pemerintah Makassar Harus untuk Produk Lokal dan UMKM

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pokja III TP PKK Makassar atas inisiatifnya yang dinilai strategis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya kaum perempuan pelaku UMKM.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah nyata PKK Kota Makassar dalam mendorong lahirnya pelaku usaha perempuan yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber inspiratif, salah satunya fashion designer nasional Hasryman Chyms Mansyur. Ia membahas kekayaan baju tradisional Makassar yaknj Baju Bodo dan Baju La’bu, serta menekankan pentingnya etika dalam berbusana di era modern.

Turut hadir pula perwakilan dari Bank Indonesia yang memaparkan strategi lembaga dalam mendukung UMKM melalui literasi keuangan dan akses pembiayaan.

Sementara itu, Ida Jashari, seorang desainer lokal Makassar, membagikan pengalaman suksesnya mengembangkan usaha busana lewat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dinilai sangat membantu pelaku usaha mikro dalam memperluas skala bisnisnya.

Berita Terkait

ZZ Travel Perkuat Layanan Umrah Sesuai Sunnah, Aslail Akbar: Jamaah Harus Tenang dan Terlayani
Wali Kota Munafri Siapkan Langkah Konkret, Hidupkan Kembali Terminal Kota
Kurangi Sampah ke TPA, KLH Apresiasi Aktivasi Bank Sampah dan TPS 3R di Makassar
Wali Kota Makassar Tekankan Legalitas Wakaf dan Pengelolaan Masjid
Pengukuhan IAPIM, Wali Kota Makassar Tekankan Pentingnya Pembangunan Moral dan Spiritual
Raker Jadi Titik Awal Konsolidasi, Munafri: Alumni FH Unhas Harus Aktif Merespons Isu-Isu Hukum Nasional
Wali Kota Makassar Geram, Pegawai Kedapatan Santai dan Merokok Saat Jam Kerja
Wali Kota Makassar Paparkan Strategi Hadapi Banjir, Air Bersih, dan Sanitasi di Hadapan WRI–RISE Indonesia
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:40 WIB

ZZ Travel Perkuat Layanan Umrah Sesuai Sunnah, Aslail Akbar: Jamaah Harus Tenang dan Terlayani

Sabtu, 24 Januari 2026 - 09:07 WIB

Wali Kota Munafri Siapkan Langkah Konkret, Hidupkan Kembali Terminal Kota

Jumat, 23 Januari 2026 - 06:34 WIB

Kurangi Sampah ke TPA, KLH Apresiasi Aktivasi Bank Sampah dan TPS 3R di Makassar

Senin, 19 Januari 2026 - 11:25 WIB

Wali Kota Makassar Tekankan Legalitas Wakaf dan Pengelolaan Masjid

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:22 WIB

Pengukuhan IAPIM, Wali Kota Makassar Tekankan Pentingnya Pembangunan Moral dan Spiritual

Berita Terbaru