Dukung Program Presiden Prabowo, Munafri Bersama Mensos Tinjau Lokasi Sekolah Rakyat di Makassar

- Jurnalis

Kamis, 8 Mei 2025 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, meninjau langsung salah satu lahan di kawasan Salodong, Kelurahan Untia  Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Foto: Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, meninjau langsung salah satu lahan di kawasan Salodong, Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Makassar, allnatsar. id  – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi bersama Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, meninjau langsung salah satu lahan di kawasan Salodong, Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Kamis (8/5/2025).

Lokasi ini yang dipilih sebagai pembangunan Sekolah Rakyat. Sehingga, kunjungan tersebut merupakan bagian dari langkah awal persiapan pemanfaatan pembangunan untuk Sekolah Rakyat.

Rumah Nayla merupakan Program Sekolah Rakyat inisiatif baru Pemerintah untuk menjangkau anak-anak dari kelompok Masyarakat miskin ekstrem.

Program ini akan dijalankan di 53 titik awal, dan ditargetkan berkembang menjadi 200 titik tambahan.

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, mengatakan lokasi itu bakal digunakan untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kota Makassar. Namun, masih ada beberapa titik lokasi lain.

“Mulai beberapa titik, salah satunya nanti di Makassar untuk sekolah rakyat itu kalau Sekola ini berada di Makassar, maka yang boleh Sekolah di sini adalah warga Makassar,” jelasnya.

Proses perekrutan calon siswa untuk Sekolah Rakyat ini bakal diprioritaskan bagi warga di Kota Makassar yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Hal ini dikarenakan sekolah dengan konsep asrama atau boarding school itu bertujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan.

“Harapan pak Presiden nanti setiap Kabupaten kota itu minimal memiliki satu sekolah rakyat yang bisa menampung 1.000 siswa SD, SMP dan SMA. Siapa yang bisa sekolah di situ? Mereka yang berada di desil satu desil itu miskin ekstrem dan miskin,” jelasnya.

Baca Juga :  Wali Kota Munafri Dorong Asosiasi Aspal dan Beton Terlibat Benahi Insfrastruktur di Makassar

Lanjut dia, di situlah nanti dicari keluarga utamanya yang memang putus Sekolah selama ini. Kemudian ada yang tidak mampu melanjutkan karena faktor ekonomi.

Mekanisme nanti lewat identifikasi. Bersama-sama tim pusat dan daerah. Setelah proses dilalui, nanti yang menandatangani adalah kepala daerah bersama Dinas Sosial.

Ia menjelaskan, seiring dengan hal tersebut, Satgas Sekolah Rakyat yang terdiri atas berbagai Kementerian/Lembaga akan melakukan rekrutmen kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga siswa.

“Di dalam tim rekrutmen itu tentu ada dari Kementerian Sosial, Kementerian Sosial itu dibantu oleh pendamping, pendamping kita yang ada di sini atau sentra-sentra yang kita miliki di beberapa kota atau di beberapa wilayah,” sebutnya.

“Kemudian dibantu oleh instrumennya Bupati/Walikota lewat Dinsos. Lalu ada juga BPS ini yang memiliki data. Jadi, BPS Kabupaten kota juga ikut terlibat,” tambah dia.

Sedangkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyampaikan Pemerintah Kota mendukung program tersebut. Ia menuturkan bahwa hadirnya Sekolah Rakyat ada memberikan leluasa kepada semua kalangan untuk menikmati pendidikan yang setara.

“Kita membangun sebuah Sekolah bersama. Bagaimana melihat kondisi masyarakat dengan keadaan sosial yang beragam ini. Pemerintah bisa memberikan penghidupan yang lebih baik,” jelas Munafri.

Politisi Golkar itu, Mendampingi Menteri Sosial dalam kunjungan kerja ke kota Makassar dalam rangka pertama peninjauan lahan untuk rencana pembangunan rumah keluarga Wilayah Salodong, Kelurahan Untia.

Baca Juga :  Dies Natalis ke-43 FKM Unhas, Wali Kota Munafri Dorong Sinergi Percepatan Zero Stunting

Mantan Bos PMS itu menyebutkan, Pemerintah saat ini sangat peduli terhadap pendidikan dan kesehatan. Salah satunya menghadirkan Sekolah Rakyat (SR) yang diperuntukkan kepada masyarakat yang kurang mampu.

“Melalui Departemen Sosial, Pemkot Makassar akan support semaksimal yang bisa kami lakukan untuk bagaimana kita bisa mengintervensi anak-anak yang kehidupannya kurang baik ini. Sehingga kita bisa memberikan kehidupan yang lebih baik,” tutur Ketua Golkar Makassar ini.

Sekolah Rakyat yang menjadi program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan menampung sekitar siswa dari keluarga tidak mampu.

Dalam memberikan dukungan, maka hari ini Pemkot Makassar menyiapkan lahan untuk membangun, rumah layak huni yang akan dibangun oleh Kemensos. Supaya menjadi wadah anak-anak tidak mampu, hidup layaknya setara sama masyarakat umumnya.

“Kita berharap apa yang menjadi penegasan Pak Mensos dan Pak Presiden RI Prabowo Subianto, ini hal yang sangat baik yang harus tersupport dan harus sampai ke semua daerah dengan baik,” jelasnya.

Dia menambahkan, proses pembangunan akan menjadi pemberdayaan sangat bermanfaat bagi semua masyarakat, sehingga Kota pemerintah akan terus memperhatikan hal-hal yang menjadi tanggungjawab Pemerintah.

“Kami berterima kasih atas atensi yang sangat baik untuk bisa bersama-sama membangun Kota Makassar khususnya dan bisa mengurangi angka kemiskinan di Kota ini,” ucap Appi. (sie/all).

Berita Terkait

Jelang SPMB 2026, Disdik Makassar Minta Sekolah Sinkronisasi Data Siswa dan Pastikan NISN Valid
Perkuat Implementasi Smart Forest Management, Fakultas Pertanian UIT Ikuti ToF Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) 2.0
Appi: Ekonomi Sirkular Bergerak di Makassar, Sampah Disulap Jadi Produk Bernilai Tinggi
Mengintegrasikan Teori di Balik Tongkonan: Field Trip Ekowisata Mahasiswa Pertanian UIT ke Toraja
Universitas Indonesia Timur (UIT) Kukuhkan Posisi di Peringkat 5 Besar Pemenang Hibah Penelitian dan PKM Klaster Pratama LLDIKTI IX
Pimpin Rakor CSR: Bupati Jeneponto Tekankan Program Tepat Sasaran untuk Masyarakat
Genjot Perwali Inklusif, Munafri: Tak Boleh Ada Fasilitas Publik yang Abaikan Penyandang Disabilitas di Makassar
Kisah Haru di Balik Keberangkatan Jemaah Calon Haji Kloter 31 Jeneponto: Helmi, Sang Pengganti Bakti Ayahanda
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:48 WIB

Jelang SPMB 2026, Disdik Makassar Minta Sekolah Sinkronisasi Data Siswa dan Pastikan NISN Valid

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:13 WIB

Perkuat Implementasi Smart Forest Management, Fakultas Pertanian UIT Ikuti ToF Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) 2.0

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:03 WIB

Appi: Ekonomi Sirkular Bergerak di Makassar, Sampah Disulap Jadi Produk Bernilai Tinggi

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:19 WIB

Mengintegrasikan Teori di Balik Tongkonan: Field Trip Ekowisata Mahasiswa Pertanian UIT ke Toraja

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:49 WIB

Universitas Indonesia Timur (UIT) Kukuhkan Posisi di Peringkat 5 Besar Pemenang Hibah Penelitian dan PKM Klaster Pratama LLDIKTI IX

Berita Terbaru

Activities

Bumi Putra Samsuddin Nahkodai HIPMI PT UMI 2026–2027

Minggu, 17 Mei 2026 - 05:28 WIB