Edukasi Kanker Payudara dan Keluarga Berencana, TP PKK Makassar Gelar Talkshow di HKG ke-53

- Jurnalis

Senin, 25 Agustus 2025 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dokumentasi kegiatan talkshow bertajuk Pasang Usia Subur dalam rangkaian kegiatan Gebrak PKK memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 tahun

Foto: Dokumentasi kegiatan talkshow bertajuk Pasang Usia Subur dalam rangkaian kegiatan Gebrak PKK memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 tahun

Makassar, allnatsar.id – TP PKK Kota Makassar menggelar talkshow bertajuk Pasang Usia Subur dalam rangkaian kegiatan Gebrak PKK memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 tahun, berlangsung di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Sabtu (23/8/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pokja IV TP PKK Kota Makassar yang fokus pada bidang kesehatan. Talkshow ini menghadirkan narasumber berkompeten, yakni Dr. dr. Muh Irwan Gunawan, Sp.B(K)Onk dan Dr. Eka Nurbani, Sp.OG(K), dengan moderator Dr. Salwa Mochtar.

Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Indira Purnamasari, menyampaikan  kegiatan ini menjadi wadah edukasi kesehatan yang strategis. Menurutnya, pemilihan ruang publik sebagai lokasi kegiatan bertujuan menjangkau masyarakat yang lebih luas.

“Kami ingin masyarakat lebih mudah mendapatkan edukasi tentang kesehatan, khususnya kanker payudara dan keluarga berencana. PKK hadir untuk mendukung keluarga yang sehat dan sejahtera,” ujar Indira.

Indira menuturkan isu kesehatan reproduksi masih sering dianggap tabu di sebagian masyarakat. Menurutnya, PKK berperan memecah stigma tersebut dengan menghadirkan forum diskusi terbuka.

“Kalau kita tidak membicarakan hal-hal penting ini, banyak keluarga akan kekurangan informasi yang seharusnya mereka tahu sejak dini,” jelasnya.

Baca Juga :  Makassar Bergerak, Jumat Bersih Jadi Simbol Kota Sehat Menuju Kebersihan Nasional

Ia juga menekankan pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Karena itu, edukasi kesehatan harus dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama yang membentuk pola hidup sehat.

“Harapan kami, setelah mengikuti talkshow ini, masyarakat bukan hanya tahu tetapi juga mau menerapkan langkah-langkah pencegahan di rumah masing-masing,” tambah Indira

Dalam kesempatan ini, Dr. dr. Muh Irwan Gunawan, seorang dokter spesialis kanker memaparkan materi tentang paradigma baru manajemen kanker payudara. Ia menekankan pentingnya deteksi dini sebagai langkah efektif menekan angka kematian akibat kanker tersebut.

Menurutnya, kanker payudara memiliki beberapa faktor risiko yang perlu dikenali. Tahapan penyakit ini terdiri atas stadium dini, lanjut lokal, dan metastasis yang membutuhkan penanganan berbeda sesuai kondisinya.

Ia juga menjelaskan bahwa gerakan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) tidak cukup untuk memastikan seseorang terbebas dari kanker payudara.

“Yang paling penting adalah skrining kanker payudara melalui imaging. Ini bisa mendeteksi kelainan sebelum menimbulkan keluhan,” jelasnya.

Pemeriksaan seperti USG mammae dan mamografi, kata Irwan, memiliki manfaat besar dalam menemukan kanker lebih awal. “Pemeriksaan dianjurkan mulai usia 35 tahun, rutin setahun sekali pada usia 40–50 tahun, dan setiap dua tahun sekali setelah usia 50 tahun,” ujarnya.

Baca Juga :  DPPKB Kota Makassar Gelar Koordinasi Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi di Faskes

Sementara itu, Dr. Eka Nurbani seorang dokter kandungan membawakan materi mengenai manfaat program keluarga berencana. Ia menjelaskan bahwa kontrasepsi dapat membantu ibu, anak dan keluarga.

“Ibu dapat terhindar dari kehamilan berisiko, anak tumbuh optimal dengan gizi tercukupi, serta keluarga lebih siap secara ekonomi. Keluarga berencana bukan hanya tentang menunda kelahiran, tetapi juga memastikan kualitas hidup keluarga terjaga,” ujar Eka.

Ia memaparkan jenis-jenis kontrasepsi yang bisa dipilih pasangan. Metode alami, non-hormonal seperti kondom dan IUD tembaga, serta metode hormonal seperti pil KB, suntik, implan, IUD hormonal, hingga sterilisasi tubektomi dan vasektomi.

Menurutnya, metode kontrasepsi jangka panjang seperti IUD, implan, dan sterilisasi lebih efektif dalam membantu keluarga merencanakan masa depan.

“Kami mendorong pasangan usia subur memilih metode kontrasepsi jangka panjang karena lebih praktis, aman, dan memiliki tingkat keberhasilan tinggi,” imbuhnya.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama acara berlangsung. Banyak peserta yang aktif bertanya seputar deteksi dini kanker payudara hingga pemilihan kontrasepsi yang tepat sesuai kondisi kesehatan.

Berita Terkait

Sinergi Disdukcapil dan P2KB Jeneponto Sukses Padankan 13.823 Data Keluarga Risiko Stunting
Bupati Jeneponto Buka Pelatihan dan Pembinaan TPK dan Kader Posyandu, Tekankan Akurasi dan Validasi Data Stunting
Lindungi Generasi Muda dari Nikotin, Pemkot Makassar Perkuat Regulasi Pengendalian Tembakau
Melalui GESIT DATA PRESISI, Dinas P2KB Perkuat Validasi Data untuk Percepatan Penurunan Stunting di Jeneponto
Menuju Survei Agustus 2026, Pemkab Jeneponto Matangkan Langkah Penanganan Stunting Berbasis Data
Media Gathering BPJS Kesehatan di Jeneponto, Insan Pers dan BPJS Kupas Tantangan Pelayanan JKN
Tolak Liberalisasi Distribusi Obat, BMKI Geruduk Kantor BPOM Makassar Desak Pencabutan PerKBPOM 5/2026
Pantau Percepatan Penuntasan TBC, Bupati Jeneponto Tekankan Kolaborasi dan Penguatan Layanan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:19 WIB

Sinergi Disdukcapil dan P2KB Jeneponto Sukses Padankan 13.823 Data Keluarga Risiko Stunting

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:12 WIB

Bupati Jeneponto Buka Pelatihan dan Pembinaan TPK dan Kader Posyandu, Tekankan Akurasi dan Validasi Data Stunting

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:17 WIB

Lindungi Generasi Muda dari Nikotin, Pemkot Makassar Perkuat Regulasi Pengendalian Tembakau

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:24 WIB

Melalui GESIT DATA PRESISI, Dinas P2KB Perkuat Validasi Data untuk Percepatan Penurunan Stunting di Jeneponto

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:11 WIB

Menuju Survei Agustus 2026, Pemkab Jeneponto Matangkan Langkah Penanganan Stunting Berbasis Data

Berita Terbaru