Sinergi Disdukcapil dan P2KB Jeneponto Sukses Padankan 13.823 Data Keluarga Risiko Stunting

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Dukcapil Jeneponto, Dr. Mustaufiq bersama Kepala Dinas P2KB Jeneponto, Dr. Siti Meriam

Kepala Dinas Dukcapil Jeneponto, Dr. Mustaufiq bersama Kepala Dinas P2KB Jeneponto, Dr. Siti Meriam

Jeneponto, allnatsar.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Jeneponto sukses menyelesaikan pemadanan data Keluarga Risiko Stunting (KRS).

Agenda ini dilaksanakan pada Rabu, (10/6/2026), bertempat di Kantor Disdukcapil Jeneponto. Dari total 13.823 data KRS yang dipadankan, berikut adalah rincian hasilnya:

11.063 data dinyatakan sudah padan,

2.337 data tidak padan karena NIK tidak ditemukan atau tidak valid,

320 data terdeteksi ganda,

62 jiwa dinyatakan telah meninggal dunia,

Baca Juga :  Bupati Jeneponto Buka Pelatihan Komputer SD di Rumbia, Siapkan Generasi Melek Digital Sejak Dini

41 data ditemukan anomali.

Kepala Dinas Dukcapil Jeneponto, Dr. Mustaufiq, mengapresiasi kinerja tim Atas dukungan direktorat jenderal kependudukan kemendagri yang mampu memangkas waktu pengerjaan secara signifikan ungkap mustaufiq di sela-sela Rapat Koordinasi Teknis Pemadanan Data KRS P2KB.

“Target awal kami adalah dua pekan. Namun, hanya dalam waktu 5 hari kerja, semua data berhasil diselesaikan dengan baik”, ujar Mustaufiq.

Kepala Dinas P2KB Jeneponto, Dr. Siti Meriam, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi krusial untuk melakukan deteksi dini stunting berbasis data.

Baca Juga :  Bupati Jeneponto Lantik Dewan Pengawas PDAM Periode 2026–2030

Kerja sama ini merupakan bentuk nyata dalam mewujudkan program Gesit Data Presisi yang menjadi harapan Bupati Jeneponto.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Jeneponto akan segera mengintegrasikan data ini dengan instansi terkait untuk memperkuat akurasi penanganan di lapangan.

“Langkah selanjutnya ialah pemadanan data stunting dengan Dinas Kesehatan guna menghasilkan satu data tunggal. Dengan begitu, model intervensi yang dilakukan akan jauh lebih akurat”, ungkap Siti Meriam.

Berita Terkait

Berdayakan dan Lindungi Pekerja Rentan, Makassar Raih Terbaik I Jamsostek Award 2026
Di Hadapan Praja Muda IPDN, Appi Paparkan Sapta MULIA: Makassar Harus Jadi Ruang Tamu Indonesia
Kolaborasi RSUD Daya–RSGM Unhas, Warga Bisa Akses Operasi Celah Bibir Gratis
Wujud Kepedulian Sosial, Bupati Jeneponto Salurkan Bantuan Sandang bagi Penyandang Disabilitas
Kader TIDAR Soroti Kriminalitas di Sulsel, Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Geng Motor
Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, Appi: Ini Untuk Kepentingan Pelayanan Masyarakat
Membaca Ulang Pangadereng di Tengah Perubahan Zaman
PDGI Sulselbar Gelar Fun Run 5K di CPI, Ratusan Peserta Siap Ramaikan Makassar Tanggal 4 Oktober
Berita ini 107 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Berdayakan dan Lindungi Pekerja Rentan, Makassar Raih Terbaik I Jamsostek Award 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Di Hadapan Praja Muda IPDN, Appi Paparkan Sapta MULIA: Makassar Harus Jadi Ruang Tamu Indonesia

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Kolaborasi RSUD Daya–RSGM Unhas, Warga Bisa Akses Operasi Celah Bibir Gratis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Wujud Kepedulian Sosial, Bupati Jeneponto Salurkan Bantuan Sandang bagi Penyandang Disabilitas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Kader TIDAR Soroti Kriminalitas di Sulsel, Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Geng Motor

Berita Terbaru