Jeneponto, allnatsar.id – Taman Patung HV Worang, Kabupaten Jeneponto menjadi pusat pelaksanaan Festival Literasi yang berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan sekitar 600 peserta. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri dari kalangan akademisi dan tokoh literasi nasional, serta diisi dengan gelar wicara yang mengangkat sosok Lanto Daeng Pasewang.
Selain festival literasi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengembangan naskah kuno yang berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh 50 peserta. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca, memperluas wawasan masyarakat, serta melestarikan warisan budaya dan literasi daerah.
Festival Literasi Jeneponto secara resmi dibuka oleh Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, S.E., M.M., didampingi Bunda Literasi Kabupaten Jeneponto, Hj. Salmawati Paris, S.E., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto, Taufik, S.E., M.M., beserta jajaran pejabat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto.

Suasana festival semakin semarak dengan kehadiran sejumlah stan usaha kecil dan menengah (UKM) yang menawarkan beragam produk kepada pengunjung. Berbagai makanan ringan dan produk pakaian turut meramaikan kegiatan tersebut, sekaligus memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto, Taufik, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan Festival Literasi ini telah memasuki pelaksanaan tahun kedua, setelah sebelumnya digelar pada tahun 2025.
Menurutnya, pelaksanaan tahun ini diupayakan berlangsung lebih meriah dengan melibatkan lebih banyak peserta dan menghadirkan berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan literasi masyarakat.

“Alhamdulillah, tahun ini kita kembali dapat melaksanakan Festival Literasi, yang merupakan pelaksanaan kedua setelah kegiatan serupa digelar pada tahun 2025. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta, menumbuhkan semangat literasi, serta mendorong masyarakat untuk senantiasa menjalani kehidupan dengan bahagia,” ungkapnya, Kamis (29/10/2026).
Melalui penyelenggaraan Festival Literasi ini, Pemerintah Kabupaten Jeneponto diharapkan dapat terus memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat, meningkatkan apresiasi terhadap sejarah dan naskah kuno, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku UKM.
Festival ini juga menjadi wadah pertemuan antara akademisi, tokoh literasi, komunitas, dan masyarakat untuk berbagi pengetahuan serta membangun semangat literasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Jeneponto.
(Maryullah Sahran, S.E / Biro Jeneponto)







