Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT Berpotensi Tsunami, BMKG Resmi Cabut Peringatan Dini

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat gempa hasil pantauan BMKG

Pusat gempa hasil pantauan BMKG

Makassar, allnatsar.id – Gempa bumi bertektonik kuat dengan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pukul 06.00 WITA.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami, sebelum akhirnya resmi dicabut pada pukul 09.00 WITA setelah evaluasi parameter laut menunjukkan kondisi aman.

Pusat gempa utama tercatat berada di laut pada jarak 30 km Timur Laut Mbay, Nagekeo, NTT, dengan kedalaman dangkal 15 km di koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT. Guncangan dahsyat ini dirasakan meluas hingga ke Nusa Tenggara Barat, Bali, serta Sulawesi Selatan.

Baca Juga :  Wali Kota Munafri: Sinergi dengan Hanura Bagian dari Komitmen Demokrasi

Sebaran Wilayah yang Merasakan Guncangan (MMI):

  • Skala IV–V MMI (Guncangan Kuat, Dirasakan Banyak Orang): Ruteng, Kota Bima, Kab. Dompu, Ende, Labuan Bajo, Maumere, dan Sumba Timur.

  • Skala IV MMI (Guncangan Sedang): Kupang dan Kab. Sumbawa Barat.

  • Skala III–IV MMI (Dirasakan Banyak Orang dalam Rumah): Flores Timur, Lembata, dan Adonara.

  • Skala III MMI (Guncangan Nyata dalam Rumah): Kab. Lombok Barat, Kota Mataram, dan Kab. Lombok Timur.

  • Skala II–III MMI (Guncangan Ringan): Denpasar, Badung, Bulukumba, Jeneponto, Takalar, Gowa, dan Makassar.

Baca Juga :  Pemerintah Percepat Penanganan Bencana NTT, Total 253 Ton Logistik Tiba di Wilayah Terdampak

Pada hari yang sama, BMKG juga mencatat beberapa aktivitas seismik di wilayah Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur antara lain Lokasi Pusat Gempa 46 km Timur Laut Labuan Bajo, 93 km Barat Daya Kab. Bandung, 22 km Tenggara Kab. Bandung dengan Pusat gempa berada di laut.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta memeriksa kondisi struktur bangunan rumah masing-masing dari potensi kerusakan sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.

Berita Terkait

Appi Tegas Soal Rotasi Lurah: Penilaian Murni dari Kinerja di Wilayah, dan Turun Langsung ke Masyarakat
Appi Warning Camat-Lurah Tinggalkan Kebiasaan Santai, Harus Inovasi Menuju Impactful Governance
Kader TIDAR Soroti Kriminalitas di Sulsel, Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Geng Motor
Penataan Parkir Malam Digencarkan, Perumda Parkir Makassar Temukan Jukir Tak Resmi
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Perairan Tenggara Selayar, Dirasakan hingga Jampea
APBD Perubahan Makassar Rp5,26 Triliun, Efisiensi Belanja Berpotensi Hemat Rp50 Miliar
APBD Perubahan Makassar Tembus Rp5,26 Triliun, Appi Minta OPD Kejar Serapan 95 Persen
Perumda Parkir Makassar Raya Rayakan HUT ke-27, Perkuat Transformasi dan Komitmen Pelayanan Prima
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Appi Tegas Soal Rotasi Lurah: Penilaian Murni dari Kinerja di Wilayah, dan Turun Langsung ke Masyarakat

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Appi Warning Camat-Lurah Tinggalkan Kebiasaan Santai, Harus Inovasi Menuju Impactful Governance

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Kader TIDAR Soroti Kriminalitas di Sulsel, Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Geng Motor

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Penataan Parkir Malam Digencarkan, Perumda Parkir Makassar Temukan Jukir Tak Resmi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Perairan Tenggara Selayar, Dirasakan hingga Jampea

Berita Terbaru