Makassar, allnatsar.id — Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Selatan bersama Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Selatan menggelar buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan peringatan Milad ke-79 HMI, Ahad (8/3), di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar.
Kegiatan yang mengusung tema “Khidmat HMI-KAHMI Untuk Indonesia: Ramadhan Berkah, HMI-KAHMI Mengabdi untuk Indonesia” ini dihadiri berbagai unsur penting, di antaranya Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan, Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang mewakili Gubernur Sulsel, perwakilan Wali Kota Makassar, pimpinan KPU dan Bawaslu se-Sulawesi Selatan yang merupakan alumni HMI, serta para senior dan kader HMI.
Momentum kebersamaan di bulan suci Ramadhan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi kader HMI dan alumni, sekaligus memperkuat komitmen pengabdian organisasi bagi bangsa dan Negara.
Selain buka puasa bersama dan refleksi milad organisasi sebagai momentum penguatan spiritualitas, intelektualitas dan pengabdian sosial, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan aset HMI berupa tanah wakaf seluas 2.000 meter persegi yang berlokasi di Jalan Talasalapang, Gunung Sari, Makassar. Tanah tersebut diwakafkan oleh senior HMI, Profesor Muhammad Dali Amiruddin sekeluarga.
Koordinator Presidium KAHMI Sulawesi Selatan, Ir. Fadriaty AS, S.T., M.M dalam sambutannya menyampaikan bahwa momen tersebut merupakan hari yang membahagiakan bagi keluarga besar HMI dan KAHMI di Sulawesi Selatan.
“Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi kita semua. Selain bersilaturahmi dalam suasana Ramadhan dan memperingati Milad HMI ke-79, kita juga menyaksikan penyerahan aset wakaf berupa tanah untuk HMI. Ini menjadi bukti nyata komitmen alumni dalam memperkuat keberlanjutan perjuangan organisasi,” ujarnya.
Menurutnya, aset wakaf tersebut diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan kader dan aktivitas organisasi ke depan, sekaligus menjadi simbol sinergi antara kader dan alumni HMI.
Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan dalam kesempatan itu juga menegaskan pentingnya soliditas antara HMI dan KAHMI dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan.
“Peningkatan kapasitas ruang di luar pendidikan formal itu ada namanya HMI. Kalau di Sulsel, khususnya di Makassar publik memandang Bonto lempangan adalah laboratorium intelektual. Dengan adanya Tanah yang di wakafkan oleh Prof Dali sekeluarga untuk HMI, merupakan wujud laboratorium intelektual kedua yang akan menciptakan pemimpin-pemimpin di masa mendatang”.
Dengan semangat Milad ke-79 HMI, ia berharap kader dan alumni terus menjaga nilai-nilai perjuangan organisasi serta berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa.
Acara berlangsung penuh keakraban dan ditutup dengan tauziah serta buka puasa bersama seluruh peserta yang hadir.







