Air Tercemar dan Bau Menyengat, Lindi TPA Tamangapa Jadi Ancaman Kesehatan Warga Makassar

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, allnatsar.id – Kota Makassar kembali menghadapi persoalan serius terkait pengelolaan sampah. Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa disorot warga dan pemerhati lingkungan karena diduga menjadi sumber pencemaran air dan lahan akibat rembesan lindi atau air limbah sampah.

Cairan beracun kini mencemari air permukaan akibat intensitas hujan yang sangat tinggi. Situasi ini dinilai mengancam kesehatan masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan TPA.

Sejumlah warga yang tinggal di sekitar TPA Tamangapa mengeluhkan bau menyengat yang kian parah, terutama saat musim hujan. Selain itu, air sumur warga disebut mengalami perubahan warna dan aroma, sehingga tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Lahan pertanian di sekitar TPA juga diduga terdampak, menyebabkan penurunan kualitas tanah dan hasil panen.

Baca Juga :  Makassar-Kawasaki Kolaborasi Tingkatkan Layanan Tata Kelola Air Bersih

Aktivis lingkungan hidup Drs. Budiman S, S.Pd., SH menyebut lindi yang tidak terkelola dengan baik berpotensi mengandung zat berbahaya, seperti logam berat dan bakteri patogen. Jika terus meresap ke tanah dan mengalir ke sumber air, kondisi ini dapat memicu berbagai penyakit, mulai dari gangguan kulit hingga masalah pencernaan.

“Ini bukan lagi persoalan sampah biasa, Makassar sudah masuk kategori darurat sampah. Pengelolaan lindi di TPA Tamangapa harus menjadi perhatian serius pemerintah, karena jika air lindi sudah mencemari tanah dan air maka itu memenuhi unsur pencemaran lingkungan hidup” tegasnya.

Warga mendesak Pemerintah Kota Makassar dan instansi terkait untuk segera melakukan langkah konkret, mulai dari perbaikan sistem pengolahan lindi, pemantauan kualitas air secara berkala, hingga penataan ulang manajemen TPA. Selain itu, edukasi pengurangan sampah dari sumbernya serta optimalisasi daur ulang dinilai penting untuk menekan beban TPA.

Berita Terkait

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Pertanian UIT Kunjungi TPS 3R Rusunawa Mariso
Munafri dan Kepala Daerah Se-Sulsel Rakor Bersama Kementerian LH, Teken Komitmen Atasi Sampah
Instruksi Wali Kota Makassar, Tim Gabungan BPBD Tuntaskan Sampah Kanal Karuwisi–Pettarani dalam Waktu Singkat
Solusi Darurat Sampah: DLH Makassar Fokus Pembenahan Armada dan Penguatan Infrastruktur di TPA
Pemkot Makassar Maksimalkan Urban Farming, Libatkan Warga hingga Komunitas Tingkat Lorong
Proyek PLTSa Siap Dibangun di TPA Manggala, Appi: Penting untuk Jawab Lonjakan Sampah Perkotaan
Tak Kenal Libur: Munafri Evaluasi Total Program Persampahan, dari Sistem Open Dumping ke Sanitary Landfill
DLH Jeneponto Beri Ultimatum Yayasan Terkait Pengelolaan IPAL di Lokasi MBG
Berita ini 216 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 13:35 WIB

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Pertanian UIT Kunjungi TPS 3R Rusunawa Mariso

Jumat, 24 April 2026 - 06:07 WIB

Munafri dan Kepala Daerah Se-Sulsel Rakor Bersama Kementerian LH, Teken Komitmen Atasi Sampah

Selasa, 14 April 2026 - 07:06 WIB

Instruksi Wali Kota Makassar, Tim Gabungan BPBD Tuntaskan Sampah Kanal Karuwisi–Pettarani dalam Waktu Singkat

Senin, 13 April 2026 - 13:15 WIB

Solusi Darurat Sampah: DLH Makassar Fokus Pembenahan Armada dan Penguatan Infrastruktur di TPA

Senin, 13 April 2026 - 06:57 WIB

Pemkot Makassar Maksimalkan Urban Farming, Libatkan Warga hingga Komunitas Tingkat Lorong

Berita Terbaru