Munafri Tinjau Kolam Lindi TPA Antang, Air Limbah Diperkuat Cegah Pencemaran Lingkungan

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat meninjau progres pembenahan dan penimbunan TPA Antang di Kecamatan Manggala

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat meninjau progres pembenahan dan penimbunan TPA Antang di Kecamatan Manggala

Makassar, allnatsar.id — Pemerintah Kota Makassar, terus melakukan pembenahan menyeluruh di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Antang, sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan.

Saat meninjau progres pembenahan dan penimbunan TPA Antang di Kecamatan Manggala, Selasa (9/6/2026), Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turut melihat langsung area kolam lindi yang berada di bagian utara kawasan TPA.

Kolam lindi menjadi salah satu fasilitas penting dalam sistem pengelolaan sampah modern. Karena, cairan lindi atau leachate merupakan limbah cair yang terbentuk dari proses pembusukan sampah dan rembesan air hujan yang melewati timbunan sampah.

Kepala UPTD TPA Antang, Nasrun, menjelaskan bahwa pembangunan kolam lindi bertujuan untuk menampung sekaligus mengolah air lindi sebelum dilepas ke lingkungan.

“Tujuan dibangunnya kolam lindi adalah untuk menampung dan mengolah air lindi yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah dan air hujan,” ujarnya.

“Keberadaan kolam ini sangat penting untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan,” sambung Nasrun.

Menurutnya, saat ini TPA Antang memiliki sekitar 10 kolam lindi dengan ukuran rata-rata 6 x 8 meter, di bagian Utara TPA.

Seluruh kolam tersebut digunakan dalam sistem pengolahan bertahap untuk menurunkan kadar pencemar yang terkandung dalam air lindi.

Baca Juga :  Potret Wajah Baru TPA Antang, Dari Gunungan Sampah Menuju Kawasan Bernilai

Lanjut dia, air lindi yang terkumpul akan dipindahkan secara berjenjang dari satu kolam ke kolam lainnya hingga kualitas air memenuhi standar baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan.

“Di kolam-kolam ini, bisa dilakukan proses pemindahan air secara bertahap sampai mencapai standar baku mutu. Setelah memenuhi ketentuan, baru air tersebut dapat dilepas,” jelasnya.

Dalam proses pengolahan, TPA Antang kini menggunakan teknologi Eco True (atau Eco-True) yang mengacu pada komitmen atau teknologi yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan dan produk ramah lingkungan.

Ia melanjutkan, teknologi Eco True yang berfungsi membantu menurunkan kandungan logam dan zat pencemar dalam air lindi sehingga lebih aman bagi lingkungan.

“Sekarang kami menggunakan Eco True untuk hasil yang lebih baik. Dengan penggunaan Eco True, kami juga mendapatkan pendampingan dari tim yang secara khusus melakukan penyiraman dan pemantauan,” katanya.

Pembenahan yang dilakukan di TPA Antang merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk mengubah wajah kawasan TPA menjadi lebih tertata, aman, dan ramah lingkungan.

Nasrun mengungkapkan, sebelumnya pihak pengelola hanya melakukan penyemprotan menggunakan ekoenzim yang dibantu oleh yayasan mitra.

Baca Juga :  Pemkot Makassar Pacu Pengelolaan Sampah Organik: Dari Limbah Jadi Peluang Usaha

Namun kini metode tersebut diperkuat dengan penggunaan Eco True yang dinilai memberikan hasil lebih optimal.

“Selama ini kami melakukan penyiraman menggunakan ekoenzim bersama yayasan yang membantu aktivitas disini,”ungkapnya.

Selain fokus pada pengolahan air lindi, pengelola TPA Antang juga menerapkan sistem penimbunan sampah secara berlapis sebagai bagian dari upaya pengendalian dampak lingkungan.

Setiap timbunan sampah yang mencapai ketinggian sekitar tiga meter akan segera ditutup menggunakan material tanah urug.

Metode ini dilakukan untuk mengurangi berbagai dampak negatif yang kerap muncul di kawasan TPA.

“Penimbunan dilakukan untuk mencegah bau tidak sedap, mengurangi perkembangbiakan lalat, dan mencegah terjadinya kebakaran sampah,” ujar Nasrun.

Dia menambahkan, bahwa setiap sampah yang baru masuk akan diarahkan ke area yang masih memiliki kapasitas penampungan.

Sampah yang masih terbuka di permukaan menjadi prioritas untuk segera ditutup guna mengurangi dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Meski demikian, Nasrun mengakui kondisi operasional di lapangan memiliki tantangan tersendiri mengingat volume sampah yang terus masuk setiap hari.

“Kondisi di lapangan tidak semudah yang dibayangkan. Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan agar dampak yang ditimbulkan tetap dapat dikendalikan,” tuturnya.

Berita Terkait

Progres Sudah 40 Persen, Appi Kebut Pembenahan TPA Antang Menuju Sanitary Landfill
Potret Wajah Baru TPA Antang, Dari Gunungan Sampah Menuju Kawasan Bernilai
Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Wali Kota Munafri Wajibkan OPD Makassar Pilah Sampah dari Sumber
HLH 2026 di Makassar, Appi dan Aliyah Serukan Gerakan Lingkungan dari Keluarga hingga Komunitas
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Melinda Aksa Ajak Warga Gerakan Pilah Sampah dari Sumber
Jaga Estetika Kota, Pemkot Makassar Bersihkan Sampah dan Drainase di Bawah Tol Pettarani
Fokus Green Economi: Tim Peneliti MoRA The AIR Funds UIN Alauddin Makassar Gelar FGD Wakaf Hutan di Kabupaten Wajo
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar Laksanakan Penanaman Bibit di Hutan Wakaf Kabupaten Wajo
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:15 WIB

Munafri Tinjau Kolam Lindi TPA Antang, Air Limbah Diperkuat Cegah Pencemaran Lingkungan

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:15 WIB

Progres Sudah 40 Persen, Appi Kebut Pembenahan TPA Antang Menuju Sanitary Landfill

Senin, 8 Juni 2026 - 15:36 WIB

Potret Wajah Baru TPA Antang, Dari Gunungan Sampah Menuju Kawasan Bernilai

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:20 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Wali Kota Munafri Wajibkan OPD Makassar Pilah Sampah dari Sumber

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:55 WIB

HLH 2026 di Makassar, Appi dan Aliyah Serukan Gerakan Lingkungan dari Keluarga hingga Komunitas

Berita Terbaru