Makassar, allnatsar.id — Ketua Yayasan Pendidikan Islam Mega Rezky, Noer Alim Qalby, menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan Anak Muda Turatea di Hotel Myko, Rabu (11/3). Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pemuda Turatea yang berasal dari berbagai latar belakang profesi serta organisasi kepemudaan.
Acara tersebut tidak sekadar menjadi ajang berbuka puasa bersama, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi sekaligus diskusi santai mengenai peran strategis generasi muda dalam mendorong kemajuan daerah.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, yang hadir saling bertukar pandangan mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi generasi muda di Turatea, khususnya dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis.
Noer Alim Qalby mengatakan, generasi muda memiliki posisi yang sangat penting dalam pembangunan daerah. Menurut dia, kemajuan suatu daerah tidak lepas dari kualitas sumber daya manusia, terutama kalangan pemudanya.
“Momentum Ramadhan seperti ini adalah waktu yang sangat baik untuk memperkuat ukhuwah, mempererat silaturahmi, serta membangun kolaborasi positif di antara anak muda,” kata Noer Alim Qalby.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas diri melalui pendidikan, penguatan kepemimpinan, serta penanaman nilai-nilai keislaman yang moderat dan konstruktif. Dengan bekal tersebut, pemuda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat.
Menurutnya, pemuda Turatea perlu terus memperluas jejaring, meningkatkan kompetensi, serta berani mengambil peran dalam berbagai sektor pembangunan, baik di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, maupun keagamaan.
“Pemuda Turatea harus mampu menjadi generasi yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial yang tinggi,” ujarnya.
Sejumlah peserta yang hadir menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai forum seperti ini penting untuk memperkuat solidaritas pemuda sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas komunitas.
Selain berbuka puasa bersama, kegiatan juga diisi dengan diskusi ringan mengenai peran pemuda dalam pembangunan masyarakat yang lebih maju, religius, dan inklusif. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai wadah mempererat persatuan dan membangun gagasan bersama bagi masa depan Turatea.
Dengan adanya pertemuan informal seperti ini, diharapkan lahir berbagai inisiatif kolaboratif dari kalangan pemuda yang dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.







