Jeneponto, allnatsar.id – Suasana khidmat menyelimuti pelepasan Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Jeneponto yang tergabung dalam Kloter 31 Kabupaten Jeneponto, Selasa (12/5/2026).
Di antara deretan wajah penuh syukur, terselip kisah menyentuh dari sosok Helmi Binti Basri (18), jemaah haji wanita termuda yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
Gadis remaja asal Desa Bontocini, Kecamatan Rumbia ini berangkat bukan sekadar menunaikan rukun Islam kelima, melainkan membawa amanah besar.
Helmi hadir menggantikan posisi almarhum ayahnya yang telah berpulang ke Rahmatullah sebelum sempat menginjakkan kaki di baitullah.
Kehadiran Helmi menjadi simbol kasih sayang seorang anak yang melanjutkan impian orang tuanya. Di usianya yang masih belia, ia memikul tanggung jawab spiritual yang besar, mewakili kerinduan sang ayah untuk bersujud di depan Ka’bah.
Ketua rombongan melaporkan bahwa total terdapat 32 orang JCH dari Jeneponto dalam kelompok terbang ini.
Sesuai dengan komitmen pemerintah dalam memberikan layanan terbaik bagi warga senior, komposisi kloter ini didominasi oleh kelompok rentan: Jemaah Lansia (Prioritas): 17 Orang dan Jemaah Umum: 15 Orang.
Langkah ini menegaskan fokus pemerintah pada program “Haji Ramah Lansia,” memastikan mereka yang telah lama mengantre mendapatkan perhatian khusus selama proses ibadah.
Sebelum diberangkatkan, para jemaah menerima wejangan dan tauziah mendalam dari Ustaz H. Iskandar Saleh, Takmir sekaligus Imam Besar Masjid Agung Jeneponto. Dalam nasehatnya, beliau menekankan pentingnya kesabaran dan keikhlasan hati.
“Ibadah haji adalah panggilan jiwa. Untuk ananda Helmi, jadikan perjalanan ini sebagai bentuk bakti tertinggi kepada orang tua. Dan bagi para jemaah lansia, semoga fisik tetap dikuatkan dan menjadi haji yang mabrur,” ujar Ustaz H. Iskandar Saleh dalam suasana penuh haru.
Keberangkatan Kloter 31 ini dilepas dengan doa bersama oleh sanak keluarga dan pemerintah setempat.
Masyarakat Kabupaten Jeneponto berharap seluruh jemaah, khususnya mereka yang sudah berusia lanjut, diberikan kesehatan prima dan kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian rukun haji hingga kembali ke tanah air dengan selamat.
(Penulis: Maryullah Sahran, S.E / Biro Jeneponto)









